Ustadz Fadlan Garamatan, Mengislamkan Ribuan Warga Irian

fadlan 1Berkulit gelap, berjenggot tebal dengan badan berbalut jubah sudah menjadi ciri khas sosok juru dakwah satu ini, dialah da’i asal Fak-Fak, M Zaaf Fadlan Rabbani Al-Garamatan. Jalur dakwah menjadi langkah paling bergengsi menurut Fadlan, karena urusannya langsung dengan Allah.

Fadlan lahir dari keluarga Muslim, 17 Mei 1969 di Patipi, Fak-fak. Sejak kecil dia sudah belajar Islam. Ayahnya adalah guru SD, juga guru mengaji di kampungnya. `’Kami di Irian, khususnya di kampung kami, ketika masuk SD kelas 1 sudah harus belajar Alquran,” kisahnya.

Pengetahuan ilmu agamanya kian dalam ketika kuliah dan aktif di berbagai organisasi keagamaan di Makassar dan Jawa. Anak ketiga dari tujuh bersaudara ini akhirnya memilih jalan dakwah.

Dia mendirikan Yayasan Al Fatih Kaaffah Nusantara. Melalui lembaga sosial dan pembinaan sumber daya manusia ini, Ustadz Fadlan begitu ia kerap disapa mengenalkan Islam kepada masyarakat Irian sampai ke pelosok. Dia pun mengembangkan potensi dan sumber daya yang ada, mencarikan kesempatan anak-anak setempat mengenyam pendidikan di luar Irian.

Diantara pendekatan dakwah yang dilakukan Ustadz Fadlan kepada kaum pedalaman di Irian adalah dengan mengajarkan kebersihan, dialog dengan apa yang mereka pahami, pergi ke hutan rimba, dan membuka informasi.

fadlanFadlan mengajarkan suku pedalaman tata cara mandi. Sang Kepala Suku ternyata sangat terkesan dengan wangi sampo sampai-sampai tidak mau membilas sampo di rambutnya selama tiga hari. Begitu wangi sampo dan sabun mandi hilang, barulah ia mandi lagi. “Ternyata seumur hidup ia belum pernah mencium aroma seharum itu,” ujar Fadlan.

Dari tata cara mandi, mereka mulai tertarik untuk belajar merawat diri sesuai syariat Islam. Mereka juga tertarik untuk belajar shalat dan pergi haji. Tak lama kemudian, Sang Kepala Suku pun mengikrarkan kalimat syahadat. Bermula dari wangi sampo, sekitar 3 ribu orang masyarakat menjadi mualaf.

“Alhamdulillah, walaupun awal mulanya berdakwah hanya dengan sabun mandi, mereka semua pada akhirnya mau masuk agama Islam dan belajar lebih dalam lagi dunia keislaman,” ujarnya.

Fadlan memiliki prinsip untuk tetap tawakal dan istiqomah dalam berdakwah. Dengan begitu, ia dapat berdakwah dalam kondisi apa pun. Kni Fadlan masih berupaya untuk menyebarkan nilai Islam ke seluruh pelosok Papua.

Dengan dakwah yang sudah dijalankannya selama puluhan tahun ini, banyak orang yang masuk Islam di sana. Tercatat 45% warga asli memeluk agama Islam. Jika ditambah dengan para pendatang, maka pemeluk Islam sebanyak 65% dari seluruh manusia yang ada di pulau burung tersebut. Tak heran jika Ust. Fadlan dinobatkan sebagai tokoh perubahan versi republika 2011. [fathur]

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Ustadz Bachtiar Natsir Bangga menjadi Guru Ngaji

Muslim Indonesia terbanyak di dunia, tapi masih banyak masyarakat yang belum bisa membaca al-Qur’an dengan …

Ustadz al-Habsyi Dakwah dengan DUIT

Dakwah telah menjadi jalan hidup bagi Habib Ahmad al-Habsyi sejak kecil. Kemampuan ini diperolehnya dengan …

Translate »