Tag Archives: al amien prenduan

Kesyukuran Al-Amien: Menag Himbau Pesantren Istiqomah dalam Dakwah

SUMENEP, (SM)—Dalam Kesyukuran 64 Tahun Ponpes Al-Amien Prenduan, Menteri Agama Lukman Hakim berharap para kyai dan santri pesantren istiqamah dalam dakwah yang menenangkan dan menyejukkan umat. Menurutnya, dinamika media sosial saat ini demikian hebat sehingga pertukaran informasi sangat cepat. “Kita jangan mudah terprovokasi, jangan sembarangan untuk men-share informasi yang belum …

Read More »

Pesantren Al-Amien Prenduan Gelar Apel Tahunan

SUMENEP, (SM)–Kesyukuran 64 Tahun Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amien Prenduan dimeriahkan dengan program apel tahunan. Apel akbar itu dilaksanakan Sabtu pagi (22/10). Apel tersebut dipimpin langsung Pimpinan dan Pengasuh Ponpes Al-Amien Prenduan KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA. Kiai Fauzi mengatakan bahwa kita harus mempercayai diri kita sendiri dan sistem pendidikan …

Read More »

Ketua DPR & Wagub Jatim Hadiri Milad Al-Amien ke-64

SUMENEP, (SM)–Ketua DPR RI Ade Komarudin membuka rangkaian Kesyukuran 64 Tahun Pondok Pesantren Al-Amien, Preduan, Sumenep, Madura, Sabtu (8/10). Acara Kesyukuran Ponpes Al-Amien ini akan berlangsung selama 40 hari dan diisi dengan berbagai kegiatan seperti  Khotmul Al-Qur’an di seluruh penjuru nusantara yang telah berlangsung pada Jumat (07/10/16). Dilanjutkan dengan sujud …

Read More »

Kesyukuran Milad Al-Amien ke-64 di Masjid Al-Amien

SUMENEP, (SM)–Masjid Jami’ Al-Amien Prenduan disesaki oleh para santriawan dan santriwati dari setiap lembaga pendidikan yang berada di pondok pesantren Al-Amien Prenduan untuk mengikuti jalannya acara sujud syukur dan pembukaan kesyukuran 64 tahun. Usai sholat Ashar berjamaah, Pimpinan dan pengasuh pondok pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA …

Read More »

Pengakuan Palsu

Oleh : KH. Muhammad Idris Jauhari Imam Hatim al-Ashom r.a. berkata, “Barangsiapa mengaku cinta empat hal tampa empat hal, maka pengakuan (cinta)nya itu palsu. aitu, mengaku cinta Allah, tapi selalu melakukan larangan-larangan-Nya; mengaku cinta Rasul tapi ia membenci kaum fakir dan miskin; mengaku cinta surga tapi ia tidak jujur; mengaku …

Read More »

KH. Moh. Tidjani Djauhari, Dari Madura untuk Bangsa

Ulama, Cendekiawan dan Mujahid Tarbiyah Pengabdian kepada umat harus senantiasa dilakukan secara kaffah, total dan maksimal. Demikian prinsip yang mengakar kuat di jiwa (alm) KH. Moh. Tidjani Djauhari, M.A. hingga maut menjemputnya, Kamis, 27 September 2007. Ibarat matahari, kehadiran Tidjani, tidak saja sebagai penebar cahaya, ia adalah cahaya itu sendiri …

Read More »
Translate »