desa madani ntt

Syiar Dakwah, Parmusi Kembangkan Desa Madani di NTT

SM| Kupang–Akhir tahun lalu, tepatnya 22 November 2019, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H. Usamah Hisyam bersama rombongan menggelar safari dakwah ke wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT) tepatnya di Kupang, Ende, dan Malaka.

Usamah Hisyam meresmikan tiga Desa Madani Parmusi, yakni Desa Mukusaki di Kecamatan Wewaria, Desa Borokanda di Kecamatan Ende Utara, dan Desa Waitukan di Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur.

Desa yang dikembangkan Parmusi ini mencakup sektor perikanan, perkebunan dan perternakan. Sebab sebagian besar masyarakat di desa itu adalah nelayan dan petani. Adapun perkebunan meliputi penanaman bibit kakau, dan kelapa, peternakan sapi, serta pemberian alat tangkap ikan bagi nelayan.

“Untuk Desa Mukusaki dan Desa Borokanda masing-masing ada tanah 1.000 hektar yang kami kelola untuk pengembangan Desa Madani Parmusi di sektor perternakan dan perkebunan,” ujar Ketua Pengurus Daerah Parmusi Kabupaten Ende, Abu Bakar Longgi SH, di Desa Borokanda, seperti dilansir muslimobsession.com.

Usamah terus menekankan pentingnya menanamkan iman dan takwa di masyarakat. Ia percaya sebuah desa akan mendapatkan keberkahan dari Allah subhanahu wa ta’ala jika masyarakatnya memiliki keimanan yang kuat kepada Allah dan agamanya.

“Karena itu dalam Desa Madani ini pilar utama yang harus dikuatkan pondasinya adalah iman dan takwa,” ujar Usamah yang hadir didampingi Ketua Majelis Penasehat PP Muslimah Parmusi Daisy Astrilita, dan Ketua Pengurus Wilayah (PW) Parmusi NTT, Abu Lamahoda.

Usamah menyebut tolok ukur iman dan takwa yang kuat itu antara lain bisa dilihat dari berapa jumlah shalat subuh di masjid. Jika jamaah shalat subuhnya hanya satu baris atau bahkan kurang dari satu baris, maka, Desa Madani itu tidak bisa dikatakan paripurna, sebab iman dan takwa menjadi kunci utama.

“Bagaimana kita bisa mendapat keberkahan dari Allah kalau rumah Allah saja tidak pernah kita kunjungi. Pagi-pagi sebelum berangkat nyari ikan di laut bapak-bapak harus shalat berjamaah dulu di masjid, ini tugas ibu-ibu membangunkan suaminya ke masjid, karena yang memberikan rezeki kalian itu Allah,” tegas Usamah.

Usamah menjelaskan, setelah iman dan takwa diperkuat, maka selajutnya pilar utama Desa Madani adalah penguatkan ekonomi, kepedulian sosial dan terakhir pendidikan.

“Kalau rasa keimanan dan ketakwaan kita sudah kuat, insya allah rahmat Allah akan turun kepada kita, sehingga pilar lain bisa mudah kita jalankan,” jelas Usamah. [nk]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Menag: Panduan Rumah Ibadah Bukan Berbasis Zona

SM | Jakarta, — Kementerian Agama telah menerbitkan Surat Edaran tentang Panduan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan …

90 Ribu Masjid di Saudi akan Dibuka untuk Jamaah setelah Steril

SM | Saudi–Pemerintah Arab Saudi dilaporkan bakal segera membuka kembali dari 90.000 masjid di Arab …

Translate »