dokumen

Sajian Kultum para Siswa di Masjid Shafiyyatul Amaliyyah

MEDAN-SM. Ada yang berbeda dengan masjid Shafiyyatul Amaliyyah ketika usai shalat Dhuhur dan Ashar, pasalnya di masjid ini ada gelaran ceramah dari para siswa memberikan kuliah tujuh menit (Kultum) di depan para siswa dan guru.

Menurut Rudy Rakasiwi Pengurus Masjid Shafiyyatul Amaliyyah, masjid ini berada di tengah-tengah Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah. Yayasan yang telah berdiri pada 20 Desember 1998 ini mendedikasikan diri untuk pendidikan Islam yang berkualitas. Saat ini jumlah siswanya sekitar 1350 mulai dari PG/TK, SD, SMP sampai SMA.

siswa2Salah satu program kegiatan yayasan ini sejak 10 tahun lalu adalah program Kultum khusus untuk siswa setiap setelah Dhuhur dan Ashar. Biasanya, tema yang dibahas adalah materi buku ajar di kelas. Misalnya, materi fiqih, ibadah, akhlak, sejarah atau budaya Islam, materi aktual bebas terkini yang lagi perbincangan di media.

“Siswa diberi kebebasan lain jika mampu merangkum tema yang disenanginya, namun tetap diketahui guru bidang studi guru Agama Islam yang bersangkutan atau wali kelas,” katanya kepada Suara Masjid (28/1).

Rudy menambahkan, mereka berani tampil karena faktor kebiasaan, para siswa di sekolah ini memang sejak dini telah punya materi leadership, yang merupakan materi bermuatan lokal yang didesign guru yang bersangkutan.

Latar belakang diadakannya kegiatan ini adalah karena tuntutan kondisi umat Islam saat ini yang harus berani, cerdas, terampil mengemukakan pendapat dan ide-ide baru. Selain itu, sekolah sering kedatangan tamu dari dalam mausiswa1pun luar negeri.

“Nah, siswa dilibatkan menyambut tamu dan diberi kesempatan berdialog yang memang yayasan sendiri yang meminta agar terbiasa tanya jawab pakai bahasa Inggris sangat dianjurkan khusus tamu asing,” ungkapnya.

Ke depan, sesuai motto sekolah yang berakreditasi A ini ‘Shaping The Future of Our Golden Generation’ pihaknya terus meningkatkan kualitas pendidikan sehingga lahir generasi unggulan yang disiplin, agamis dan cerdas. “Menjadi pemimpin di masa depan, 20, 25 atau 30 tahun ke depan, insya Allah,” tuturnya. [FR]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Forjim Belajar Menilisik Berita Sensitif Kasus Reynhard dari Wartawan BBC Indonesia

SM| Jakarta–Senin 6 Januari 2020 lalu, BBC News Indonesia menggemparkan jagat pemberitaan. Hari itu, situs …

Masjid Sebagai Pusat Pengasuhan Pembangunan Karakter Anak

SM| Bontang–Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar …

Translate »