Menengok Jejak Islam di Masjid Jami Gresik

SM| Gresik–Kota Gresik yang berada di Jawa Timur oleh masyarakat luas dijuluki sebagai kota wali karena di berbagai penjuru kota yang sangat kondang dengan industri semennya itu banyak ditemukan jejak para wali. Jejak itu bisa berupa petilasan, pusara (makam) dan tinggalan (warisan).

Ada beberapa wali atau pejuang Islam yang pernah hidup di kota penghasil kue pudak itu, diantaranya Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik/ Kakek Bantal), Syekh Maulana Ainul Yaqin (Sunan Giri/ Raden Paku) dan Syekh Ali Murtadlo (Raden Santri).

Tak hanya itu, karena Kota Gresik juga identik dengan kota relijius dengan salah satu julukannya yaitu Gresik sebagai Kota Santri. Bicara Islam di Gresik ada sebuah ikon kota yang menjadi peninggalan sejarah, yaitu Masjid Jami Gresik,

Masjid Jami Gresik berada di barat Alun-alun Kota Gresik, tepatnya di Jl KH Wachid Hasyim. Konon masjid jami ini berdiri pada tahun 1400 an masehi, ketika masa Syekh Maulanan Malik Ibrahim. Masjid Jami Gresik menjadi rujukan masjid-masjid di Gresik dalam soal ibadah.

Menurut sejahrawan Gresik, Moch Thoha seperti dilansir bangsaonline.com menjelaskan, “Masjid Jami’ merupakan salah satu masjid tertua dan bersejarah di Kabupaten Gresik,” katanya.

Menurutnya, masjid Jami Gresik merupakan bagian dari tata letak kota yang sudah ada sejak masa awal penyebaran Islam di Indonesia. Tepatnya pada masa Syekh Maulana Malik Ibrahim, tepatnya tahun 1400 masehi.

Masjid Jami Gresik, lanjut Thoha, awalnya hanya berupa musalah kecil yang digunakan untuk tempat beribadah kaum muslimin ketika itu. Kemudian, pada saat pemerintahan Gresik dijabat Kanjeng Poesponegoro pada tahun 1600 masehi, masjid dibangun megah dan terus menerus secara bertahap masjid tersebut dibangun hingga sekarang.

“Sekarang Masjid Jami Gresik pembangunannya pesat. Sekarang terdapat menara kembar di masjid tersebut, sehingga terlihat makin megah dan kokoh,” jelasnya.

Thoha menjelaskan, masjid ini merupakan salah satu ikon masjid di kota Gresik dan merupakan masjid terbesar di zamannya. Masjid tersebut adalah masjid yang selalu ramai dikunjungi masyarakat untuk menjalankan rutinitas ibadah salat fardu maupun salat sunah.

Sejak dulu hingga sekarang, Masjid Jami Gresik selain sebagai tempat ibadah umat Islam, terutama untuk salat berjama’ah, juga sebagai jujukan masyarakat daerah luar. Konon, kata Thoha, masjid ini menjadi rujukan atau jujukan kebijakan keagamaan bagi masjid–masjid lain di Kabupaten Gresik, karena dianggap sebagai masjid yang dekat dengan pusat pemerintahan.

Thoha lebih jauh menjelaskan, dalam perkembangannya, Masjid Jami Gresik dari masa ke masa mengalami perubahan pembangunan cukup pesat. Sebelumnya, masjid tersebut pembangunannya justru banyak tertinggal dari masjid-masjid lain yang berada di kota Gresik. “Namun, sekarang masjid Jami berdiri sangat megah dengan dua menara kembarnya,” kata lelaki yang juga Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Gresik ini.

Meski Masjid Jami Gresik termasuk masjid yang sudah berumur tua di kota Gresik, namun fungsi masjid ini masih sangat besar dalam penyebaran agama Islam dan dakwah. Tak sedikit masyarakat yang mengunjungi masjid ini berasal dari berbagai daerah lain atau bahkan dari luar negeri.

Terlebih, pada saat hari-hari libur bersamaan masyarakat melakukan rangkaian ziarah ke makam Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri. Letak masjid yang mudah ditemui karena berada di tengah-tengah kota, membuat masjid ini juga biasa dijadikan tempat istirahat dan salat bagi wisatawan yang kebetulan sedang berkunjung di daerah Gresik.

Biasanya, para wisatawanyang sedang berkunjung ke Wali Songo yang ada di Kota Gresik seperti Syekh Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri di Kabupaten Gresik, menyempatkan diri untuk singgah di Masjid Jami Gresik. [nk]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

MUI Imbau Shalat Ghaib untuk Korban Virus Corona

SM| Jakarta–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat melalui Komisi Fatwa mengimbau agar umat Islam melakukan shalat …

Gubernur DKI Tiadakan Shalat Jumat di Masjid Dua Pekan ke Depan

SM| Jakarta–Gubernur DKI Anies Baswedan memutuskan meniadakan kegiatan ibadah secara berjamaah yang dilakukan tempat-tempat ibadah …

Translate »