Lee Hsien Loong Resmikan Pemugaran Masjid Sultan Singapura

SINGAPURA-SM. Renovasi Masjid Sultan yang terletak di jantung Kampong Glam, Singapura akhirnya rampung. Beberapa penambahan fasilitas bagi lansia adalah adanya dua lift baru, masing-masing terletak di selatan bangunan utama masjid. Fasilitas ini memudahkan jamaah lansia yang ingin ke lantai yang lebih tinggi.

Pekerjaan untuk memulihkan dan meningkatkan masjid dimulai kembali pada Agustus 2014 lalu, dengan biaya sekitar 3.650.000 dolar Singapura.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong telah meresmikan pemugaran masjid tersebut pada Sabtu (16/1) dengan meluncurkan sebuah plakat di bangunan utama masjid. Dia didampingi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Dr Yaacob Ibrahim, yang juga menteri yang bertanggung jawab dalam Urusan Muslim.

“Ini adalah struktur bersejarah. Ini dicintai tidak hanya oleh masyarakat Muslim di Singapura tetapi oleh semua warga Singapura,” kata PM Lee. “Sebuah landmark yang merupakan salah satu tempat yang kita pikirkan ketika kita berpikir tentang rumah.”

Pemugaran lainnya adalah memperluas tempat wudhu. Bangunan di sebelah masjid juga sekarang juga menjadi rumah auditorium baru yang dapat menampung 390 orang.

Sementara itu, bagian dari pemugaran termasuk memulihkan pintu dan jendela yang rusak dengan desain dan warna aslinya. Masjid ini juga dilapisi cat baru, dengan perhatian khusus diberikan kepada warna kubah emas untuk memberikan rona “bersinar”.

Masjid Sultan dinyatakan sebagai monumen nasional pada 1975, Masjid Sultan dilindungi di bawah Akta Pelestarian Monumen. Isinya, perubahan ke gedung tidak dapat dibuat tanpa otorisasi dari Dewan Heritage Nasional (NHB).

Masjid ini pertama dibangun pada tahun 1826, masjid telah melayani komunitas Melayu-Muslim di sini untuk selama dua abad, dan sebuah buku baru juga diluncurkan untuk mendokumentasikan sejarah dan warisannya.

“Masjid adalah lebih dari sekedar menara dan karpet,” kata Ketua Masjid Sultan, Haji Mohamed Salleh Patail, dalam sambutannya pada upacara peluncuran. “Masjid membawa masyarakat bersama-sama. Dan seperti sejarah Masjid Sultan, yang lahir dan datang bersama-sama dari berbagai komunitas.”[FR]

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Siapa Sangka, Ternyata Masjid Terbesar di Eropa Ada di Negara Komunis

SUARAMASJID| Moskow–Siapa sangka, ternyata letak masjid terbesar di Eropa ada di bagian Rusia. Negara yang …

Inilah Masjid Berlokasi Paling Utara di Dunia

SUARAMASJID.com| Norilsk–Ribuan masjid berdiri di Rusia sejak Uni Soviet bubar. Di antaranya adalah Masjid Nurd …

Translate »