Gus Sholah Mundur dari Kepengurusan Yayasan Peduli Pesantren

SUARAMASJID.com| Surabaya–Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid atau akrab disapa Gus Sholah menyatakan tidak bersedia untuk bergabung dengan Yayasan Peduli Pesantren (YPP). Yayasan tersebut diluncurkan Chairman & CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) pada awal Desember 2016 melalui “CSR” dari perusahaan itu.

Dalam struktur kepengurusan YPP tercantum nama Gus Sholah sebagai Ketua Dewan Pengawas. Sejumlah nama tokoh NU juga tercatat di struktur tersebut, seperti Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj sebagai Ketua Dewan Pembina.

“Saya sudah berkirim surat ke YPP dan menyatakan tidak bersedia duduk di dalam yayasan di posisi manapun,” ujar adik kandung Gus Dur itu kepada wartawan di Surabaya, Jumat (9/12).

Dengan tabayyun atau klarifikasi ini, Gus Sholah berharap tidak ada lagi kesimpangsiuran informasi, sekaligus sebagai jawaban terhadap pertanyaan para masyayikh, ulama, kiai, habaib dan masyarakat luas, termasuk keluarga besar Pesantren Tebu Ireng Jombang. “Yang pasti, banyak hujatan diarahkan setelah nama saya ada di jajaran pengurus,” ucap kiai.

Ia mengaku menghargai program apapun yang berorientasi pada pengembangan pesantren, namun ia juga berterima kasih kepada semua ulama dan seluruh bangsa Indonesia yang memberi masukan kepadanya.

Sebelumnya, HT yang juga Ketua Umum DPP Perindo mengatakan pembentukan YPP bertujuan agar penggalangan dana dan penyalurannya ke pesantren-pesantren dapat dipertanggungjawabkan serta bisa berkelanjutan. Oleh karena itu, ia mengajak kalangan pesantren untuk terlibat di dalam kepengurusan YPP, seperti Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dan Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Salahudin Wahid.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj juga menerima masukan dari pengasuh pesantren dan ulama NU se-Jatim dalam silaturrahim Syuriah PBNU di Sekretariat PWNU Jatim di Surabaya, Rabu (7/12).

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Rais Aam Syuriah PBNU KH Ma’ruf Amin, Wakil Rais Aam Syuriah PBNU KH Miftachul Akhyar, dan Ketua PBNU H Saifullah Yusuf (Wagub Jatim) itu, Said Aqil menyampaikan terima kasih atas masukan para kiai di Jatim.

“Saya minta maaf, terima kasih atas masukannya, saya akan pertimbangkan (masukan itu),” ujar Said Aqil yang sempat mengaku keterlibatannya itu meniru langkah Gus Dur.

Senada dengan itu, Rais Aam Syuriah PBNU KH Maruf Amin juga menyampaikan terima kasih atas kritik dan saran untuk PBNU terkait posisi Said Aqil sebagai pimpinan pelaksana PBNU yang diharapkan para kiai kultural dan struktural untuk menjaga kemandirian NU itu. [FR]

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Gubernur DKI Tiadakan Shalat Jumat di Masjid Dua Pekan ke Depan

SM| Jakarta–Gubernur DKI Anies Baswedan memutuskan meniadakan kegiatan ibadah secara berjamaah yang dilakukan tempat-tempat ibadah …

surat dmi soal corona

DMI Keluarkan Edaran Terkait Shalat Jumat di Masjid

SM| Jakarta–Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan shalat Jumat terkait …

Translate »