Petugas Disebar di Pemondokan Jamaah Haji

MAKKAH, (SM)–Ada yang berbeda pada pola penempatan petugas pada penyelenggaraan haji 1437H/2016M. Kalau sebelumnya petugas dipusatkan pada kantor sektor, mulai tahun ini, sebagaimana arahan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, petugas haji akan hadir lebih dekat dengan jamaah. Penempatan petugas pun tidak lagi terpusat, tapi terdistribusi di setiap pemondokan jamaah.

Kepala Sektor Satu Herman mengatakan bahwa model penempatan petugas di setiap pemondokan ini dalam rangka memudahkan akses jamaah terhadap layanan dan fasilitasi para petugas haji. “Nama, foto, dan nomor kontak petugas akan ditempel di setiap pemondokan agar mudah diakses oleh jamaah,” demikian penegasan Kepala Sektor 1 Daker Makah Herman saat ditemui di kantornya, Mahbas Jin, Sabtu (13/08).

Sektor Satu akan menjadi lokasi pertama yang menerima kedatangan jamaah haji Indonesia. Dijadwalkan, jamaah haji kloter pertama Embarkasi Padang (PDG 01) akan tiba di Makkah pada 18 Agustus mendatang. Mereka akan menempati Hotel No 101 (Nasamat Al Khoir) yang berlokasi di kawasan Mahbas Jin.

“Saat penyambutan, kami akan menyiagakan tiga unsur. Unsur perlindungan jamaah (linjam), unsur kesehatan, dan unsur pembimbing ibadah,” jelasnya dirilis kemenag.go.id (14/8).

“Sebelum diberangkatkan dari Madinah, kami sudah punya data lengkap tentang kondisi kesehatan jamaah. Kalau ada jamaah yang kurang sehat akan segera dibawa ke klinik sektor. Jamaah sakit parah tidak akan diberangkatkan dulu dari Madinah kecuali kalau sudah sehat,” tambahnya.

Petugas sektor satu berkekuatan 45 orang, terdiri dari: 21 orang dari unsur Kemenag, 7 orang dari unsur kesehatan, dan 14 orang temus. Cakupan wilayahnya meliputi sembilan perumahan yang berjajar di kawasan Mahbas Jin dengan total jamaah diperkirakan mencapai 18.899 orang.

Untuk memastikan layanan kepada jamaah berlangsung 24 jam, Wakasektor Satu Masroni mengatakan bahwa timnya telah menyusun jadwal piket yang terbagi dalam tiga shift, masing-masing delapan jam. “Setiap rumah akan ada 3 petugas, terdiri dari unsur temus, unsur Kemenag, dan unsur Kemenkes,” tuturnya.

Masroni berharap pola penempatan petugas ini akan memudahan jamaah dalam mengakses pelayanan. Disinggung soal penyambutan kedatangan, Masroni menjelaskan bahwa agar berlangsung tertib, jamaah sesampainya di pemondokan agar tidak langsung turun. Nantinya, yang diperkenankan turun terlabih dahulu hanya ketua kloter dan ketua rombongan untuk menerima kunci kamar.

Tas koper setiap jamaah, lanjut masroni, juga akan diatur dan dikelompokkan berdasarkan rombongan terlebih dahulu. Setelah semua siap, jamaah baru turun dari bus untuk mengambil koper lalu membawanya ke kamar masing-masing sebelum berangkat ke Masjidil Haram untuk menjalankan Umrah Wajib. [FR-Pinmas]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Pembatalan Haji 2020, Dirjen: Saudi Belum Buka Akses Layanan

SM | Jakarta–Kementerian Agama memutuskan membatalkan keberangkatan jemaah haji 1441H/2020M. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah …

Efek Covid-19, Pemerintah Putuskan Haji 2020 Tidak Berangkat

SM | Jakarta–Calon jemaah haji tahun ini mesti bersabar. Rencana keberangkatan haji yang sudah di …

Translate »