Pertemuan Pengurus Maktab dan Sektor Bahas Layanan Haji

MAKKAH, (SM)–Sejumlah sektor pemondokan jamaah haji Indonesia mengadakan pertemuan dengan para pengurus maktab (pihak yang ditunjuk Saudi untuk mengatur urusan jamaah haji, -red). Selain untuk lebih saling mengenal, pertemuan kedua belah pihak dalam rangka menyamakan persepsi dalam mengoptimalkan layanan kepada jamaah haji.

“Secara garis besar, pertemuan ini ditujukan untuk mempererat komunikasi antara kita sebagai petugas haji di sektor dengan maktab yang mewakili muassasah. Selain itu juga untuk menyamakan persepsi terkait beberapa layanan,” terang Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat usai mengikuti pertemuan di Sektor 7 Pemondokan Jamaah Haji Indoensia dengan para pengurus Maktab 18, 20, 21, 23, dan 24.

“Isu utama yang dibahas terkait tanazul, pemberangkatan ke Arafah, undian kloter pemberangkatan ke Arafah, dan waktu melempar jumrah,” tambahnya dikutip kemenag.go.id (15/8).

Tentang pengurusan tanazul, Arsyad menjelaskan bahwa jamaah yang keberangkatannya terpisah dari kloternya karena satu alasan, misalnya sakit, maka ketika di Saudi bisa kembali bergabung dengan kloter awalnya. Berbeda dengan itu, jamaah yang akan pulang lebih awal atau lebih lambat, maka dia tetap berada pada kloternya. Dia bergabung dengan kloter yang dituju, hanya saat akan pulang. “Ini disepakati bersama karena kita sering beda pemahaman terkait tanazul,” ujar Arsyad

Pertemuan ini juga menyepakati bahwa proses pengundian (qurah) pemberangkatan jamaah ke Arafah dilakukan oleh maktab dengan melibatkan pengurus sektor. Hal ini dimaksudkan agar para pengurus sektor mengetahui jadwal pemberangkatan jamaah menuju Arafah.

Disepakati juga mengenai bus yang disiapkan maktab untuk membawa jamaah dari Makkah ke Arafah. Menurut Arsyad, maktab akan menggunakan sistem shuttle bus pada proses pemberangkatan jamaah ke Arafah. Proses itu dilakukan dengan tiga kali perputaran.

“Jika satu maktab mengurus jamaah 3.000 orang, maka satu kali pemberangkatan akan mengangkut 1.000 jamaah. Jika kapasitas bus adalah 50 orang, maka akan disiapkan 20 bus untuk mengangkut jamaah. Pemberangkatan pertama membawa 1.000, kedua 1.000, dan terakhir kembali membawa 1.000 jamaah,” papar Arsyad.

Sehubungan itu, Arsyad mengimbau jamaah untuk tidak terburu-buru dan berdesak-desakan saat akan ke Arafah. Sebab, proses pemberangkatan diatur untuk dilakukan dalam tiga tahapan. “Jika itu ditaati maka jamaah tidak akan berdesakan. Sayangnya jamaah sering ingin buru buru,” ujarnya.

Pertemuan ini juga menyepakati penyediaan 7 bus oleh Maktab yang akan membawa jamaah haji Indonesia dari Arafah Muzdalifah. Setiap maktab hanya menyiapkan tujuh bus karena jarak antara Arafah Muzdalifah lebih pendek.

Kesepakatan lainnya, lanjut Arsyad, terkait keharusan jamaah haji Indonesia untuk mematuhi jadwal lempat jumrah. Juga kesepakatan terkait kelebihan barang bawaan jamaah. Pihak maktab meminta kelebihan barang bawaan menjadi tanggung jawab jamaah untuk mengirimkannya, baik melalui kargo ke Tanah Air atau sewa kendaraan untuk membawa dari Makkah menuju Madinah.

“Saran saya, barang tersebut dikirimkan saja melalui kargo sehingga lebih cepat sampai Tanah Air,” tandas Arsyad. Kepala Daker Makkah ini berharap kesepakatan dan kesepahaman antara pengurus sektor dan maktab ini akan berimplikasi pada proses pelayanaan jamaah yang lebih optimal. [FR-Pinmas)

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Pembatalan Haji 2020, Dirjen: Saudi Belum Buka Akses Layanan

SM | Jakarta–Kementerian Agama memutuskan membatalkan keberangkatan jemaah haji 1441H/2020M. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah …

Efek Covid-19, Pemerintah Putuskan Haji 2020 Tidak Berangkat

SM | Jakarta–Calon jemaah haji tahun ini mesti bersabar. Rencana keberangkatan haji yang sudah di …

Translate »