Perkembangan Marketing Syariah di Era Revolusi 4.0

Oleh: Wahidah Mahasiswa STEI SEBI Depok

SM| Revolusi 4.0 rupanya tak hanya memengaruhi konsumen muslim Indonesia dari sisi bagaimana mereka menggunakan dan memanfaatkan teknologi 4.0, tetapi juga aspek-aspek lain.

Gaya hidup muslim saat ini menjadi tiga dimensi, yaitu dimensi spiritual (keislaman), fungsional (teknologi), dan emosional (leisure). Kemajuan teknologi yang bergerak dengan kecepatan eksponensial bukannya menjadikan kaum muslim Indonesia semakin luntur keislamannya, tetapi justru sebaliknya, semakin religius dan islami.

Selain itu, kemajuan teknologi 4.0 telah membentuk gaya hidup digital (digital lifestyle) di kalangan kaum muslim yang modern, memiliki global mindset, dan techy. Ia menyebutnya dengan #GenM atau generation muslim. Mereka dianggap memiliki digital lifestyle dengan memanfaatkan teknologi 4.0.

Begitu juga menggeliatnya EO untuk syariah wedding di mana pesta-pesta pernikahan kini diselenggarakan dengan mematuhi prinsip-prinsip syariah. Inilah yang memunculkan bisnis baru

Greget K Buana juga mengatakan bahwa ekonomi syariah dapat membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia, apabila masyarakat jika dapat berfikir secara inovatif. Dia juga beranggapan bahwa ekonomi syariah seharusnya dapat menjadi economic trail dalam pembangunan lanjutan.

Sandiaga Uno pernah berkata dalam seminar bahwa revolusi industri 4.0 itu datang untuk membawa keberkahan bagi pengusaha Indonesia. Untuk bisa berhasil dalam berusaha tidak ada pilihan lain kecuali harus fokus, networking atau perbanyak silaturahim, improvisasi dengan teknologi terkini dan just do it.

Sandiaga Uno juga berkata, apa pun bisnis yang akan dilakukan, harus berani improvisasi teknologi jika ingin survive dan berhasil. Hal ini juga berlaku bagi para pebisnis syariah yang akan melakukan bisnis, karena dengan era revolusi 4.0 ini, peluang untuk berbisnis semakin terbuka lebar.

Dengan adanya revolusi 4.0 ini, peluang usaha semakin banyak, dan dapat membuka banyak lapangan kerja. Dengan berkembangnya teknologi yang ada saat ini, akan lebih mudah bagi para pebisnis untuk mempromosikan atau memulai bisnis yang akan dilakukan. Apalagi dengan banyak influencer yang ada, masyarakat akan lebih mudah percaya dengan testimonial dari para influencer tersebut. []

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Gabungan Asosiasi Haji Minta Pertemuan Koordinasi dengan Kemenag

SM | Jakarta–Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (Forum SATHU) meminta Kementerian Agama (Kemenag) …

Pembatalan Haji 2020, Dirjen: Saudi Belum Buka Akses Layanan

SM | Jakarta–Kementerian Agama memutuskan membatalkan keberangkatan jemaah haji 1441H/2020M. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah …

Translate »