Pengajian Masjid An-Nuur, Memaknai Tugas Hidup

pengajian annuur Hidup di dunia hanya sekadar mampir, manusia seperti musafir yang sedang berjalan menuju tempat tujuan karena itu butuh bekal selama dalam perjalanan. Bekal yang baik dan halal yang bisa mengantarkan manusia pada tujuan.

Dalam pengajian di Masjid An-Nuur Permata Timur Kalimalang setiap hari Sabtu pekan pertama setiap bulan, bertepatan pada 31 November 2015, Ustadz Arifin Ilham menyampaikan tausiyahnya seputar ‘Tugas hidup manusia di dunia’.

“Sahabat sholehku, mengingat waktu dunia ini terlalu sebentar untuk mengumpulkan bekal di akhirat selama lamanya,” terang Ustadz Arifin Ilham.

Muslim yang baik adalah yang mengerti dari tujuan hidup di dunia ini. Dengan mengerti tujuan dan tugas hidup di dunia maka ia akan berusaha melakukan kebaikan di mana dan kapan pun saja.

“Hamba Allah yang beriman itu disibukkan dengan semangat ihyaaussunnah sehingga tiada waktu, hari, jam, menit, detik berpengajian annuur1lalu kecuali bernilai ibadah, amala sholeh, manfaat da menjadi bekal ke akhirat,” tegasnya.

Ustadz Arifin menambahkan, Muslim yang mengerti tugas hidupnya akan mengisi hidupnya dengan menjalankan yang wajib dan menghidupkan yang sunnah. Misalnya, tidur lebih awal untuk segera bangun di tengah malam untuk menjalankan tahajud, membangunkan keluarga dan sahabatnya untuk menikmati indahnya sholat malam, tidak beranjak dari tahajud kecuali setelah memperbanyak istighfar, dilanjutkan tadabuurul Qur’an menjelang fajar, lalu dengan hati gembira berjamaah shalat Subuh di masjid.

Tak hanya itu, ia juga membiasakan tidak keluar dari masjid kecuali kajian ilmu dan zikir hingga waktu sholat sunnah Isyroq tiba, tidak keluar rumah untuk ikhtiar yang halal kecuali diiringi doa, pamit keluarga dengan ciuman, lambaian salam, dan terjaga selalu wudhunya dengan hati yang selalu terpaut zikir kepada Allah.

Muslim yang mengerti tujuan hiidupnya di dunia juga akan selalu bersikap belas kasih, rendah hati, murah senyum, ringan tangan, penebar salam dan salaman, bersih wangi bersahaja sederhana penampilannya, terbaca dari isyarat mata, tubuh dan penampilan tidak sombong, bicaranya santun, baik sangka pada setiap takdirNya, jauh dari sifat dengki, sholatnya tepat waktu berjamaah, kuat silaturrahimnya, hatinya doa untuk keluarganya, negerinya, saudara saudaranya yang tertindas bahkan yang berbeda keyakinan sekalipun agar Allah memberi hidayahNya.

Dahsyatnya kehidupan akhirat harus dihadapi dengan amalan baik selama di dunia. Merasa dirinya paling suci, dan puncaknya adalah asyiknya muhasabah diri, sama sekali tidak tertarik membahas apalagi mencari aib saudaranya.

“Inilah amal padat yang bermakna, tiada waktu sia sia, amal hamba Allah yang faham tugas hidup ngapain di dunia ini,” tuturnya.

Muslin yang menyadari pentingnya mencari bekal di dunia ini akan merasa waktu malam terasa pendek, siang terasa cepat, dunia inipun terasa benar benar sebentar, alangkah indah dan bahagia hidupnya dalam syariat dan sunnah Rasul-Nya.

“Semoga Allah terus dan terus bimbing kita semangat beriman dan beramal shaleh hingga wafat dalam keridhoan-Nya, amiin.” [fathur]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Pengajian UAS Dihadiri Ribuan Jamaah di Yogjakarta

SM| Yogjakarta–Ustaz Abdul Shomad (UAS) hadir di Masjid Kampus Terpadu Ulil Albab Universitas Islam Indonesia …

Ustazah Oki Ceramah di Tabligh Akbar di Papua

SM| Timika–Tabligh Akbar bersama Ustazah Oki Setiana Dewi yang digelar oleh Salimah Papua dan  komunitas …

Translate »