Pembangunan Masjid Agung Karanganyar Tertunda Lagi

SM| Karanganyar–Pembangunan Masjid Agung Karanganyar yang direncanakan dimulai sejak Juli lalu, molor lagi. Dulu direncanakan bulan Juli sudah mulai dibongkar masjid lama, sehingga sekolah Taman Kanak-kanak terpaksa dipindahkan cepat-cepat.

Tapi setelah itu, ternyata mundur Desember baru akan dimulai. Setelah ditunggu dan jamaah sudah ancang-ancang pindah, ternyata sampai akhir Desember tidak ada tanda-tanda pembangunan dimulai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Edy Sriyatno mengatakan, masjid baru akan dimulai dibangun setelah Februari. Sekarang ini lelang manajemen konstruksi dan DED (Detail Enginering Design) sampai Februari, sehingga setelahnya baru lelang penghapusan aset untuk merobohkan masjid lama, yang diperkirakan juga butuh waktu.

‘’Ini proyek akherat, semuanya dikerjakan hati-hati dan rapi, setiap hari kita rapat mengevaluasi langkah yang sudah dibuat. Pokoknya masjid ini dibangun semegah mungkin dan betul-betul akan menjadi cirikhas Karanganyar. Kita padukan unsur religi dan wisata religi dengan masjid ini,’’ kata Edy didampingi Sekretaris Titik Umarni, Selasa.

Masjid baru itu akan dibangun dengan anggaran Rp 101 miliar, dengan desaign menyerupai masjid Nabawi, sehingga menjadi miniatur masjid Rasulullah di Madinah, yang menjadi tempat ibadah sekaligus menarik wisatawan datang melihat masjid.

Apakah tidak melebihi batas waktu tiga tahun yang direncanakan?

Edy mengatakan, tidak. Molornya pembangunan sudah diantisipasi. Tahun pertama 2019 ini anggaran memang sudah disiapkan untuk menyelesaikan manajemen konstruksi dan DED. Sehingga baru 2020 pembangunan dimulai, dan 2021 total waktu untuk pembangunan.

Dianggarkan

Proyek ini memang multiyears sehingga anggarannya yang belum terpakai dikembalikan ke kas daerah, dan dikumpulkan menjadi satu dengan anggaran tahun berikutnya untuk pembangunan fisik masjid. Tahun pertama sudah dianggarkan 40 persen, tahun kedua 40 persen dan tahun ketiga 20 persen, sejak 2019.

Menjawab tentang penyediaan masjid sementara untuk menampung jamaah, Edy mengatakan, sementara ini Pemkab memang tidak menyediakan tempat shalat sementara, sehingga untuk menampung jamaah masjid disarankan untuk bergabung ke masjid sekitar.

‘’Kalau pasar memang ada pembangunan atau anggaran pasar sementara, namun kalau masjid memang tidak ada anggaran untuk mengalihkan jamaah ke masjid sementara selama masjid dibangun. Untuk sementara jamaah memang bisa bergabung ke masjid sekitar,’’ katanya.

Jamaah masjid Agung sendiri memang sudah lumayan marak, tidak hanya jamaah shalat lima waktu. Namun juga jamaah pengajian yang sudah mencapai ribuan jumlahnya.

Ada jamaah Kajian Sabtu, Kajian Ahad Pagi, kajian bakda Magrib bersama para syech dari Timur Tengah, jamaah pengajian khusus ibu-ibu setiap Rabu pagi, dan pengajian insidental lainnya.

‘’Ini yang kami pikirkan, karena tidak mudah mengumpulkan jamaah, sehingga kalau bubar sangat memprihatinkan. Karena itu ada rencana jamaah mempercepat pembangunan Islamic Center di Lalung untuk dipakai jamaah pengajian terutama,’’ kata Abdul Muid, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Karanganyar. [nk]

Sumber: suaramerdekasolo.com

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Menag: Panduan Rumah Ibadah Bukan Berbasis Zona

SM | Jakarta, — Kementerian Agama telah menerbitkan Surat Edaran tentang Panduan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan …

90 Ribu Masjid di Saudi akan Dibuka untuk Jamaah setelah Steril

SM | Saudi–Pemerintah Arab Saudi dilaporkan bakal segera membuka kembali dari 90.000 masjid di Arab …

Translate »