Pembangunan Islamic Center Sinjai Terbengkalai

SINJAI, SM — Proyek pembangunan Masjid Islamic Centre Kabupaten Sinjai yang tak kunjung selesai bakal memasuki babak baru. Satrekrim Polres Sinjai segera melakukan penyelidikan terkait mandeknya proyek tersebut.

Kasat Reskrim Polres Sinjai AKP Rahmat, Rabu (30/3) menegaskan pihaknya segera menurunkan tim melakukan penyelidikan atas proyek tersebut. ”Kami akan menindak lanjuti mandeknya proyek ini,” ujar Kasat seperti dikutip beritakotamakassar.com (31/3).

Proyek pembangunan Masjid Islamic Centre Sinjai dimulai tahun 2007 dan telah menguras anggaran Rp 12 miliar selama enam tahun. Tahap pertama, Pemkab melalui pos APBD mengucurkan anggaran Rp 2 miliar dan dikerjakan PT Buana Raya Aji Semesta.

Tahun 2008 kembali dikucurkan Rp 2,9 miliar dengan kontraktor PT Tekad Teknik. Tahun 2009, Pemkab menggelontorkan dana Rp 1,7 miliar dengan kontraktor PT Karya Bangun Sindiko. Tahun 2010 kembali diguyur Rp 1,7 miliar, tahun 2013, Rp 2,8 miliar dan tahun 2015 Rp 1 miliar.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Sinjai Harsid Yarham mengakui ada masalah pada proyek tersebut. Hal itu disampaikan pada rapat dengar pendapat di Gedung DPRD Sinjai beberapa waktu lalu.

“Mohon maaf pak Ketua DPRD mungkin yang saya sampaikan ini di luar dari agenda. Saya ini banyak beban mulai dari pembangunan Masjid Islamic Centre yang hingga kini tak ada titik terang apakah dilanjutkan atau dihentikan,” tandas Kadis.

Tapi kalau pembangunannya dihentikan akan menimbulkan masalah baru. Belum lagi saya kembali akan diperiksa akibat pembangunan sebelum saya menjabat sebagai Kadis Tarkim yang dinilai ada masalah.

Sementara PPK Sabri menjelaskan pembangunan Masjid Islamic Centre baru bisa rampung sesuai estimasi anggaran Rp 40 miliar. Hingga kini progres pembangunan nihil bahkan bangunannya sudah mengalami kebocoran dari berbagai penjuru.

Bangunan masjid berjamur. Proyek ini sudah lima perusahan dengan anggaran miliaran ini menggunakan sistem manual, sejak dikerjakannya bangunan ini tak pernah terlihat alat canggih yang dipergunakan, bahkan bangunan tersebut sangat besar indikasi korupsinya.

“Pemkab tidak lagi menganggarakannya jadi untuk kelanjutan pembangunan tidak tahu sampai kapan,” ungkapnya.

Praktisi Penegakan Hukum Sinai Djamal mendesak penegak hukum memeriksa pelaksana poyek. Pasalnya, hasil pengawasan oleh Inspektorat Sinjai menemukan bahwa laporan administrasi proyek tidak sesuai dengan kop yang tercatat pada neraca proyek yang ada pada Dinas Tarkim Sinjai.

“Proyek yang dilakukan Dinas Tarkim lain dari pada kop yang tercatat di proyek,” ungkap Djamal. Djamal menambahkan bengkalai terjadi diduga perusahaan pemenang tender mengerjakan dengan menggunakan sistem manual. [FR]

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Wali Kota Bogor Tinjau Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor

SUARA MASJID | Bogor–Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meninjau kemajuan pembangunan Masjid Agung dan …

Suling

Pangdam Jaya Apresiasi Program Subuh Keliling PMJ di Masjid Cut Meutia

SM | Jakarta—Ada yang spesial di acara Subuh Keliling (Suling) Polda Metro Jaya yang dilaksanakan …

Translate »