Nuansa Islam Taman Kota Intan Martapura

MARTAPURA-SM. Mendengar nama Martapura, maka yang ada dibenak adalah tempat penjualan intan permata. Tak heran karena sejak dulu nama Martapura memang dikenal sebagai penghasil intan terbesar di wilayah Kalimantan, bahkan di seantero Nusantara.

Kekayaan alam yang tercermin dari intan yang dihasilkan dari bumi Martapura ini, menjadi magnit bagi turis domestik maupun mancangera. Karenanya, tak heran jika Martapura mulai berbenah wajah. Kawasan ini bukan saja untuk tujuan berburu membeli intan permata, tapi juga sebagai objek wisata keluarga.

Kalimantan Selatan (Kalsel) yang beribu kota Banjarmasin memiliki luas 36.985 km2. Provinsi Kalsel memiliki dua kota besar, yaitu Banjarmasin dan Banjarbaru dengan sebelas kabupaten yang salah satmartapura-2unya adalah Kabupaten Banjar yang beribu kota Martapura.

Martapura selain sebagai penghasil intan terbesar kota ini, juga memiliki basis masyarakat Islam terbesar, di mana terdapat markas Madrasah Darussalam. Tak heran kalau selain sumber devisa daerah yang didatangkan dari hasil intan permata, kedatangan pelancong ke Martapura pun menjadi sumber devisa kedua.

Adalah kompleks pertokoan Cahaya Bumi Selamat yang membawahi sekitar 87 toko intan dan permata dalam empat blok ini, setiap harinya ramai dikunjungi para pelancong dari Kalsel selain dari luar Kalsel.

Yang menarik dari lingkungan pertokoan ini adalah, keberadaan taman yang ada di depan pasar. Taman tersebut memiliki menara yang menjulang tinggi. Beberapa bangunan, mirip pagar tinggi bertuliskan ayat-ayat suci al-Qur’an. Tak hanya itu, hampir sebagian besar nama-nama instansi pemerintahan menggunakan bahasa Arab di bawah tulisan bahasa Indonesia.

Pasar Intan Martapura ini, kerap dikunjungi wisatawan pada hari-hari libur. Tempat parkir yang berkapasitas ratusan mobil ini pun kadang tak memuat lagi parkir pengunjung sehingga harus dialihkan ke lokasi Masjid Al-Karomah yang letaknya tak jauh dari lokasi.

Biasanya, selain mengunjungi pusat perbelanmartapura-3jaan intan dan permata, rata-rata pengunjung juga melihat kemegahan dan keindahan Masjid Al-Karomah.

Masjid Al-Karomah memiliki kubah yang unik dengan warna-warna di puncaknya, dan juga dilengkapi dengan satu menara tinggi dengan arsitektur yang unik. Arsitektur di dalam masjidnya pun tak kalah dengan penampilan luarnya.

Tapi, lantaran makin berkembang dengan banyaknya pelancong, pemerintah setempat pun merenovasi lokasi ini sejak dua tahun silam dan menambah lokasi arena bermain bagi anak-anak dan tempat santai bagi pelancong sambil menikmati hidangan khas Martapura di bagian depan lokasi penjualan intan permata. [FR]

 

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Potensi Wisata Halal dalam Meningkatkan Ekonomi Islam

SUARAMASJID| Cirebon–Industri halal berkembang pesat di dunia. Bisnis yang berbasis pada sistem ekonomi Islam ini …

Bersama IITCF dan SAPUHI, Travel Muslim Bedah Destinasi Wisata Eropa

SUARAMASJID| Jakarta–Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) bekerjasama dengan Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) menyelenggarakan …

Translate »