**FILE** A March 21, 2006 file photo of young muslim women modelling Australian flag hijabs as part of national Harmony Day, coinciding with the United Nations Interntional Day for Elimination of Racial Discrimination, in Melbourne. Brisbane radio presenter Michael Smith Thursday, Jan. 15, 2009, called for a ban on Islamic hijabs, saying that they posed a security risk because it obscured the face, making it difficult to identify the wearer in the instance of a crime. (AAP Image/Glenn Hunt, File) NO ARCHIVING

Muslim Sydney Cinta Australia Meski Ada Diskriminasi

SYDNEY — Islamofobia itu nyata adanya. Sebuah studi menunjukkan komunitas Muslim Sydney mengalami diskriminasi lebih sering dibanding rata-rata orang Australia lainnya. Meski begitu, mereka tetap memiliki rasa kepemilikan yang kuat terhadap Australia.

Sebagaimana dilansir SBS, Senin (30/11), studi itu dirilis Ahad (29/11) oleh Western Sidney University dan Charles Sturt University. Setelah mewawancarai lebih dari 550 Muslim, studi itu menemukan adanya Islamofobia di tengah masyarakat Australia.

“Kendati hampir dua pertiga responden mengaku mereka mengalami rasisme, mayoritas merasa relasi antara Muslim dan non Muslim di Australia cukup bersahabat,” lapor studi tersebut.

Associate Professor Charles Stuart University, Mehmet Ozalp mengatakan, terlepas dari tingginya angka Islamofobia, Muslim Sydney merasa nyaman mengidentifikasi diri mereka sebagai Muslim Australia. [fathur]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Wali Kota Bogor Tinjau Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor

SUARA MASJID | Bogor–Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meninjau kemajuan pembangunan Masjid Agung dan …

Suling

Pangdam Jaya Apresiasi Program Subuh Keliling PMJ di Masjid Cut Meutia

SM | Jakarta—Ada yang spesial di acara Subuh Keliling (Suling) Polda Metro Jaya yang dilaksanakan …

Translate »