MTQ ke-49 Kota Pekanbaru Dibuka Walikota Firdaus

PEKANBARU, SM– Melalui Musabaqoh Tilawatil Quran ( MTQ ) tingkat Kota Pekanbaru yang ke 49 tahun 1437 H/2016 M dengan tema meningkatkan kesolehan sosial menuju Pekanbaru kota metropolitan madani. MTQ diselenggarakan di lapangan Masjid Raya Nurussalam, Kecamatan Bukit Raya Pekanbaru, Sabtu 9 April 2016.

Ada 7 cabang yang diperlombakan yaitu tilawah anak-anak, remaja, dewasa dan cacat netra, tafsir Al Quran bahasa Indonesia, bahasa Arab, bahasa Ingris, tasfis Quran, tartil Quran, fahmil Quran, sahril Quran, dan musabaqoh makalah Quran.

”Adapun MTQ digelar dalam rangka sebagai sarana motivasi bagi umat muslim untuk memelihara Al Quran dan sebagai ajang seleksi untuk mempersiapkan qori/qoriah dan hafiz/hafizah sebagai perwakilan MTQ tingkat Provinsi yang nantinya akan diselenggarakan di kota Pekanbaru pada bulan Juni 2016 nantinya,” papar Ketua Panitia seperti dikutip riaugree.com (11/4).

MTQ tingkat Kota Pekanbaru diselenggarakan dari tanggal 9–14 April 2016. Dan peserta yang mengikuti MTQ ini dari utusan 12 Kecamatan di Pekanbaru, serta diadakan bazar dan pameran dari seluruh kecamatan Pekanbaru.

Sementara, Edi Kusdarwanto dalam  sambutannya menyampaikan bahwasanya perlu mempersiapkan dalam menghadapi MTQ tingkat Provinsi kedepan agar bisa mendapat nilai yang lebih baik dari pada sebelumnya.

“Dengan Musabaqoh Tilawatil Quran ini kita jadikan manusia yang Qurani, serta ajang ini pula kita mencetak generasi yang bisa mengaji dan memahami apa yang menjadi kandungan al quran tersebut,” tuturnya.

Sedangkan Walikota Firdaus ST MT menyampaikan melalui MTQ ini, agar  mayoritas masyarakat Islam menjadikan Alquran sebagai petunjuk dan pedoman dalam kehidupan, dan menjadikan setiap sisi kehidupan kehidupan dijalani dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran.

Program Pemko Pekanbaru dikatakan Firdaus, Pertama melakukan gerakan menanamkan cinta kepada Alquran bagi masyarakat dan generasi muda, dan ini sudah berjalan dengan baik dengan program magrib mengaji.

Kedua masyarakat dan generasi muda agar bisa membaca, lancar dan baik bacaannya, yang ditahun 2011 dulu dari kantor agama di kota Pekanbaru 40 % tidak bisa mengaji, dengan data-data itu kami mengamati masjid dan mushola yang magrib sepi hingga kami wujudkan magrib mengaji dan sekolah mengaji, papar Firdaus.

Ketiga Masyarakat mengenal Alquran yaitu yang mau dan mampu menjadi hafiz dan hafizoh, yang mana banyak rumah tafiz yang menjamur di Pekanbaru ini yang ini merupakan hal yang baik.

Dan kelas keempat yaitu mempelajari dan memahami kandungan alquran yang mana Alquran ini dari 6.666 ayat ini menjadi 3 kelompok yaitu pertama merupakan perintah Allah SWT ke pada seluruh makhluk yang di peruntukan bukan hanya untuk umat Islam, tapi rahmatanlilalamin, kedua merupakan Larangan dan ketiga merupakan sumber Ilmu moderen.

“Jadi dengan tanpa mempelajari dan memahami kita tidak akan tau perintah dan larangan serta ilmu yang terkandung dalam Alquran. Maka sebab itu sebagai umat islam kita pelajari dan pahami dan mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan, maka itulah yang disebut masyrakat yang madani masyarakat yang qurani,” tutur Firdaus.

Setelah sambutan Walikota, langsung dengan resmi Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Pekanbaru yang ke 49 tahun 1437 H / 2016 M resmi dibuka dengan diikuti pemukulan beduk oleh Bapak Firdaus ST.MT, dengan didampingi Bapak Edi Kusdarwanto. [FR]

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Wali Kota Bogor Tinjau Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor

SUARA MASJID | Bogor–Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meninjau kemajuan pembangunan Masjid Agung dan …

Suling

Pangdam Jaya Apresiasi Program Subuh Keliling PMJ di Masjid Cut Meutia

SM | Jakarta—Ada yang spesial di acara Subuh Keliling (Suling) Polda Metro Jaya yang dilaksanakan …

Translate »