dokumentasi kutub

Milad Ke-2, Ribuan Anggota KUTUB Hidupkan Malam dengan Tahajud

Malam pertama hanya 10 orang yang ikut shalat malam. Kini, Komunitas Tahajjud Berantai (KUTUB) telah memiliki 13.437 anggota yang tersebar di berbagai penjuru kota di Indonesia. Berikut kisah perjalanan komunitas pegiat shalat malam, tahajud.

TANGERANG-SM. Tak butuh waktu berbulan-bulan untuk bisa merekrut ratusan pegiat shalat malam, sepekan setelah berdiri pada 29 Januari 2014 KUTUB berhasil mengumpulkan 100 jamaah untuk menggelar shalat tahajud. Begitu juga berlanjut di pekan ketiga mencapai 1.000 jamaah dan masuk 4 bulan anggotanya mencapai 4.000 jamaah. Luar biasa.

Adalah Erik Mardyansyah, Huda Budiarto, Suhardi dan Wawan Karim para penggagas berdirinya KUTUB ini. Melalui mereka,kutub-5 malam yang senyap jadi riuh penuh makna dengan ibadah bermunajat kepada Allah.

“Pernahkah membayangkan ribuan orang dalam waktu bersamaan, saling membangunkan untuk bertahajjud ? Tentu kita belum pernah membayangkan sebelumnya. Namun ketahuilah, rutinitas inilah yang dilakukan oleh ribuan muslim yang bergabung di KUTUB,” papar Deni Kepala Divisi Jaringan dan Komunikasi (Humas) KUTUB kepada Suara Masjid (30/1).

Jpeg

Menurut Deni, tahun 2011 sebenarnya cikal bakal KUTUB sudah mulai ada. Diantaranya adalah motivasi tahajud yang dilakukan oleh Ustadz H. Uti Konsen yang dikirimkan melalui SMS kepada para jamaahnya di setiap sepertiga malam.

Cara Ustadz Uti ini kemudian ditiru oleh Erik pada pertengahan 2011. Erik pun ikut mengirimkan SMS setiap sepertiga malam ke nomor kontak teman-teman yang tersimpan di ponselnya. Hingga tahun 2012, Erik berkenalan dengan Ustadz Drs. H. Abdul Hakim pengisi kajian Islami setiap Sabtu malam di Masjid Imam Bonjol Kabupaten Ketapang bertema ‘Pengajian Ekonomi Berbasis Tahajud’.

Setelah mengikuti pengajian di Ketapang, tahun 2013 Erik ingin pengajian yang sama diadakan setiap Selasa malam di Mkutub-4asjid Agung Al-Ikhlas Kabupaten Ketapang. Pengajian Ekonomi Berbasis Tahajud ini dirangkai dengan diskusi dan tahajud bersama.

Jelang akhir 2013, Ustadz Hakim membawa Erik untuk mengikuti pengajian rutin Silaturahmi Tahajud yang diselenggarakan oleh Ustadz Uti Konsen di sebuah Pendopo miliknya bernama ‘Pendopo Rose’, di sanalah kajian khusus bertema tahajud itu digelar setiap Jum’at petang dari Maghrib hingga Isya’ berjamaah.

Pada Desember 2013, Erik bergakutub-3bung dengan Komunitas ODOJ (One Day One Juz), sebuah komunitas yang memanfaatkan Aplikasi Whatsapp untuk berkomunikasi sesama anggotanya dan saling memotivasi untuk mengaji 1 juz setiap hari. Erik berkenalan dengan banyak teman di Komunitas ODOJ, salah satunya Huda Budiarto berasal dari Riau. Begitu juga ada Suhardi dan Wawan teman dekat Erik yang berasal dari Ketapang juga ikut bergabung di Komunitas ODOJ.

Pada Januari 2014, semangat membangunkan tahajud dipadukan dengan aplikasi Whatsapp seperti yang digunakan oleh Komunitas ODOJ akhirnya melahirkan ide lahirnya KUTUB (Komunitas Tahajjud Berantai)

Gayung pun bersambutkutub-2, Erik mengusulkan ide KUTUB kepada Suhardi dan Wawan serta teman di Komunitas ODOJ. Ide itu kemudian disambut baik oleh teman Komunitas ODOJ. Akhirnya pada tanggal 29 Januari 2014, Huda Budiarto membuatkan aplikasi Whatsapp KUTUB.

Informasi berantai dari satu jamaah ke jamaah lain membuat anggota KUTUB kian berkembang. Melalui media maya dan aksi nyata berupa acara-acara yang diadakan oleh para anggota KUTUB di berbagai daerah yang tersebar di Indonesia maupun di luar Indonesia.

Para penggagas pun akhirnya menempatkan Ustadz Abdul Hakim, Ustadz H. Uti Konsen dan Ustadz Dr. H. Amir Faishol Fath, MA didaulat menjadi Penasehat KUTUB.

Pada acara Milad kedua KUTUB, akan digelar di beberapa masjid, seperti di Masjid Al Azhom Tangerang, Masjid Pangeran Diponegoro, kompleks Balaikota Yogyakarta Timoho, Pesantren Darul Arqom Patean Kab. Kendal Jawa Tengah, Masjid Al-Falah Surabaya dan Yayasan Yatim Al-Hikmah.

Milad kedua tahun ini akan digelar berragam kegiatan seperti ruqyah syar’iyah, talkshow aplikasi tahajud membangun masyarakat madani, pengobatan gratis & thibbun nabawi, qiyamul lail berjamaah dan santunan anak yatim.

Menurut Deni, milad tahun ini yang digelar pada 30-31 Januari 2016 panitia manargetkan jamaah yang akan terlibat dalam shalat tahajud mencapai 2.000 jamaah yang ada di beberapa masjid di Tangerang, Yogjakarta, Tegal, dan Surabaya.

Deni menjelaskan, kegiatan KUTUB bermanfaat untuk ukhuwah Islamiyah. “Dengan adanya bakti sosial KUTUB dan santunan anak yatim untuk dhuafa diharapkan dapat memperkenalkan KUTUB ke masyarakat,” katanya.

Hadirnya KUTUB di tengah-tengah masyarakat, ujar Deni, menegaskan bahwa KUTUB bukan sekedar laporan tahajud tapi juga membuat masyarakat yang phobia akan sunnah ini bisa menjadi suka dan mensyiarkan Islam berdasarkan al Qur’an dan sunnah, KUTUB juga bisa lebih berkontribusi untuk masyarakat umum dalam kegiatanya, serta masyarakat bisa bertanya langsung ke kader KUTUB ketika umat “online/ offline” bingung dengan pendapat diberbagai situs yang berbeda-beda. [FR]

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Wali Kota Bogor Tinjau Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor

SUARA MASJID | Bogor–Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meninjau kemajuan pembangunan Masjid Agung dan …

Suling

Pangdam Jaya Apresiasi Program Subuh Keliling PMJ di Masjid Cut Meutia

SM | Jakarta—Ada yang spesial di acara Subuh Keliling (Suling) Polda Metro Jaya yang dilaksanakan …

Translate »