Menag Hadiri Haul Habib Munzir ke-3 di Masjid At-Taubah

JAKARTA, (SM)–Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghadiri peringatan Haul Habib Munzir yang memasuki tahun ketiga. Didampingi Sesditjen Bimas Islam Muhamad Yamin, kedatangan Menag disambut Habib Nabil bin Fuad Al Musawa.

Peringatan Haul yang dipusatkan di Masjid Jami At-Taubah Kalibata Jakarta Selatan ini dipadati ribuan jamaah Majelis Rasulullah, para ulama serta jamaah yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.

Habib Munzir bin Fuad bin Abdurrahman Al Musawa dikenal sebagai seorang ulama yang berdedikasi tinggi terhadap perjalanan dakwah di Indonesia. Almarhum Habib Munzir disegani karena tawadhu dan disayangi umatnya.

Menag mengaku kagum akan kecintaan dan penghormatan Habib Munzir kepada gurunya, yaitu Habib Umar bin Hafiz Al Yamani. Menurutnya, Habib Munzir adalah teladan seorang murid yang mencintai gurunya. Menag sangat menyayangkan kecenderungan yang terjadi saat ini, seiring dengan semakin memudarnya kecintaan kepada guru.

Selain itu, Habib Munzir juga dikenal selalu menekankan jamaahnya agar senantiasa mengingat Allah dengan cara dzikrullah dan kecintaannya akan nabi (hubbunnabi). “Salah satu bukti nyata kecintaannya kepada Rasulullah terlihat dengan jelas dengan dinamakannya majelisnya dengan majelis rasulullah,” tutur Menag dikutip kemenag.go.id, Minggu (7/8).

Kepada para jamaah yang hadir, Menag mengajak untuk mengingat kembali misi dakwah Habib Munzir yang senantiasa ingin menyampaikan Islam yang cinta damai. Menag berharap peringatan Haul Habib Munzir dapat memberikan manfaat bagi para jamaah terlebih yang diperingati adalah kematian orang besar.

Sedikitnya ada tiga manfaat, kata Menag, yang bisa diperoleh dari peringatan Haul. Pertama, dalam peringatan Haul, selain mendoakan almarhum, orang juga saling mendoakan satu dengan lainnya. Kedua, selain silaturahim, umumnya haul juga merupakan majelis ilmu. Jamaah haul dapat mendengarkan ceramah-ceramah dari para ulama yang hadir. “Tentu majelis ilmu inilah yang manfaatnya luar biasa,” ujar Menag.

“Ketiga, haul juga dilaksanakan untuk meneladani dan memperoleh hikmah di balik sosok yang diperingati hari kematiannya,” tambahnya.

Sebelumnya, Habib Nabil yang juga merupakan kakak dari Habib Munzir menyampaikan tentang pentingnya Haul. Menurutnya, sepertiga isi Al-Quran merupakan kisah-kisah orang yang salih, kisah-kisah Ashabul Kahfi yang sudah wafat ribuan tahun yang lalu dan dari kisah-kisah tersebut umat Islam dapat mengambil hikmah. [FR]

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Wali Kota Bogor Tinjau Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor

SUARA MASJID | Bogor–Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meninjau kemajuan pembangunan Masjid Agung dan …

Suling

Pangdam Jaya Apresiasi Program Subuh Keliling PMJ di Masjid Cut Meutia

SM | Jakarta—Ada yang spesial di acara Subuh Keliling (Suling) Polda Metro Jaya yang dilaksanakan …

Translate »