Masjid Mujahidin Pontianak Peringati “Earth Hour”

Pontianak, SM- Tidak seperti biasanya, suasana Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu malam (19/03) tampak gelap. Sebagian lampu-lampu taman mati karena kegiatan malam selebrasi “Earth Hour” pukul 20.30 WIB- 21.30 WIB di Kota Pontianak. Masjid Mujahidin gelap semalaman lantaran selebrasi Earth Hour 2016 dipusatkan disana. Ratusan warga yang sebagian besar merupakan generasi muda tumpah ruah tak ingin ketinggalan momen tahunan ini.

Seperti dilansit dari antaranews.com, warga terlihat mengabadikan deretan lilin yang membentuk angka 60+ yang dinyalakan di selasar parkir Masjid Raya Mujahidin di sudut kanan atau arah tenggara dari menara masjid tersebut. Warga menanfaatkan lilin dari kaleng dan plastik bekas minuman yang dipotong menjadi dua bagian. Kaleng tersebut kemudian diisi minyak jelantah yang diberi sumbu api. Saat pukul 20.30 WIB, atau bertepatan dengan dimulainya earth hour, sebagian lilin belum dinyalakan. Sekitar setengah jam kemudian, seluruh lilin menyala dan tampak sebentuk angka 60+ yang merupakan logo earth hour.

Saat selebrasi tengah berlangsung, sebagian lampu di kompleks Masjid Raya Mujahidin padam. Seperti di halaman parkir, menara dan teras lantai satu. Namun sebagian lainnya tampak menyala seperti di lantai atas yang menjadi tempat penyelenggaraan shalat. Kontras dengan kawasan Jalan Ahmad Yani yang berada di sisi kanan bangunan masjid, lampu-lampu masih menerangi jalanan diringi kendaraan yang melintasi jalan tersebut. Animo warga kota tampak tidak terlalu antusias menyambut kampanye yang mengajak masyarakat dunia untuk hemat dalam penggunaan energi tersebut.

Koordinator Kota Earth Hour Pontianak Munaweroh mengatakan, pada tahun kelima ini panitia mengangkat tema “Ini Aksi Pontianak”. Acara ini sebagai bentuk partisipasi warga Pontianak untuk memberikan kontribusi langsung bagi penghematan energy listrik di dunia. “Kami ingin menunjukkan bahwa ini aksi kita dalam upaya menahan laju perubahan iklim, tidak hanya pada saat perayaan Earth Hour saja, tapi setelah dan seterusnya menjadi gaya hidup, sesuai tanda + pada logo Earth Hour,” ujarnya.

Pontianak adalah salah satu lokasi peringatan “Earth Hour” yang juga digelar di sejumlah daerah di Indonesia dan kota-kota di dunia. Aksi ini diharapkan mampu mengurangi jumlah emisi yang dihasilkan oleh aktivitas sehari-hari karena emisi inilah yang sering disebut sebagai penyebab terjadinya perubahan iklim. Aksi Earth Hour menjadi simbol kepedulian masyarakat dalam mengistirahatkan bumi selama satu jam.  / ahm

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Wali Kota Bogor Tinjau Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor

SUARA MASJID | Bogor–Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meninjau kemajuan pembangunan Masjid Agung dan …

Suling

Pangdam Jaya Apresiasi Program Subuh Keliling PMJ di Masjid Cut Meutia

SM | Jakarta—Ada yang spesial di acara Subuh Keliling (Suling) Polda Metro Jaya yang dilaksanakan …

Translate »