Masjid Cut Meutia

Masjid Cut Meutia, Dulunya Bangunan Belanda Sekarang Jadi Masjid Klasik

SUARA MASJID | Jakarta–Gaya Eropa klasik amat kental di bangunan masjid yang berlokasi di Jalan Taman Cut Meutia nomor 1 Kelurahan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat ini. Masjid Cut Meutia ini memang kerap mencuri perhatian masyarakat karena desain arsitekturnya yang unik dan tidak memiliki kubah.

Pada masa penjajahan Belanda, masjid tersebut ternyata begitu berpengaruh. Bukan sebagai tempat ibadah, awalnya bangunan ini digunakan sebagai bangunan pemerintahan kolonila Belanda.

Selain itu, keunikan lainnya adalah pola bangunan yang berbeda dari masjid lain. Seperti, bangunan utama masjid tidak simetris dengan arah kiblat (miring 15 derajat dari dinding bangunan). Maklum saja, karena awalnya didesain bukan untuk masjid.

Masjid Cut Meutia merupakan salah satu bangunan kuno yang masih lestari. Meski bangunan ini sudah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda, suasana nyaman masih diperoleh para pengunjung yang datang untuk beribadah.

Menurut Ketua Umum Yayasan Masjid Cut Meutia H Benny Suprihartadi, SH, di masa lampau bangunan ini memiliki fungsi yang vital. Salah satunya sebagai kantor biro arsitek dan kantor pos bahkan pernah jadi kantor secretariat MPRS.

Tak hanya itu, bangunan tersebut juga pernah didaulat menjadi markas tentara Belanda hingga Jepang selama masa penjajahan. Kemudian, Masjid Cut Meutia juga pernah digunakan sebagai kantor jawatan kereta api, hingga Kantor Sekretariat MPRS dan KUA di awal kemerdekaan.

Setelah proses pemindahan gedung MPRS selesai di Senayan, gedung tersebut lantas dijadikan cagar budaya oleh AH Nasution. Hingga di rentang waktu berikutnya diresmikan sebagai bangunan masjid oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

Pendirian masjid yang diinisiasikan oleh Gubernur Ali Sadikin itu diketahui telah disahkan, sesuai Surat bernomor SK 5184/1987 tertanggal 18 Agustus 1987.

Tak lama setelah berdiri, perkumpulan remaja masjid juga diresmikan dengan nama Remaja Islam Masjid Cut Meutia atau yang populer dengan sebutan Ricma.

Masjid ini sangat dekat dengan Stasiun Gondangdia. Di sisi timur ada jalan protokol besar sebagai tempat lalu lalang. Tak heran jika masjid tersebut tetap ramai dikunjungi jamaah. Bahkan kalau hari Jumat terdapat pasar kaget dengan aneka ragam jenis jualan.

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

gus muhdhor ramaikan masjid

Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Imbau Umat Islam Ramaikan Masjid

SUARA MASJID | Sidoarjo–Warga Desa Medalem Kecamatan Tulangan RT 3 RW 2 benar-benar bersyukur dengan …

Wali Kota Bogor Tinjau Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor

SUARA MASJID | Bogor–Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meninjau kemajuan pembangunan Masjid Agung dan …

Translate »