Masjid Al-Makmur Diantara Ramainya Pasar Tanah Abang

masjid makmur masjid makmur1

Masjid Jami Al-Makmur (1704)

Perang antara Kerajaan Mataram, pimpinan Sultan Agung melawan VOC dibawah komando Jenderal Jan Pietersen Coen memperebutkan Batavia (1613-1645), ternyata banyak membawa hikmah. Meski kocar-kacir kalah hingga dua kali, banyak dari eks tentara Mataram memilih untuk menetap di Batavia membuka daerah-daerah baru di sekitar pusat kota.

Bahkan sudah menjadi rahasia sejarah, sedikit banyak, orang-orang Mataram ini memberi pengaruh pula pada pembentukan budaya awal masyarakat Betawi. Mulai dari struktur bahasa, adat istiadat, pakaian sampai nama-nama tempat di sekitar Betawi tempo dulu.

Adalah Raden Kartobuso yang menurunkan anak bernama KH. Muhammad Asyuro. Muhammad Asyuro yang telah berhaji itu kemudian memilih wilayah Tanah Abang sebagai tempat mukimnya yang baru. Seolah sudah menjadi pakem baku, setiap pemukiman yang dibangun oleh kalangan Mataram pasti dilengkapi juga dengan sarana ibadah.

Masjid Al-Makmur lokasinya bersebelahan dengan Pasar Tanah Abang, bercikal bakal dari sebuah langgar/mushola yang dibangun oleh KH. Muhammad Asyuro tahun 1704 Masehi. Keberadaan langgar ini terus berlanjut sampai ke generasi KH. Muhammad Asyuro berikutnya. Kedua anak KH Muhammad Asyuro, KH. Abdul Murod Asyuro dan KH. Abdul Somad Asyuro tercatat menjadi penerus dakwah ayah mereka hingga masuk ke abad 20.

Atas inisiatif tokoh masyarakat Tanah Abang keturunan Arab, Abu Bakar bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Habsyi, tahun 1915 langgar diubah menjadi masjid besar. Masjid yang dibangun di atas tanah wakaf 1.142 m2, milik Abu Bakar itu kemudian diberi nama Al-Makmur.

Masjid Al-Makmur yang terletak di Jalan KH Mas Mansyur 6. Masjid ini seolah senyap tergeser oleh hiruk-pikuk pasar, masjid ini seperti kehilangan karisma sebagai masjid tua.

Akibat pengembangan jalan, kini Masjid Al-Makmur hanya menyisakan (habis) beranda depan dengan tiga gerbang berpilar ramping berbentuk kelopak melati dan list-plang dengan lima lubang angin serta dua menara berkubah kecil bergaya mercusuar (dengan jendela dan teras) di kiri kanan bangunan utama. [fathur]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

DMI Award 2022, Masjid Miftahul Jannah Raih Penghargaan Masjid Jami’ Terbaik

SUARA MASJID | Jakarta–Dewan Masjid Indonesia (DMI) memberikan apresiasi kepada masjid-masjid yang dikelola baik oleh …

Masjid Amin Miniarti di Sulawesi Barat, Miliki 5 Kubah Keemasan

SUARA MASJID | Muna–Seorang suami di Muna Barat, Sulawesi Tenggara menunaikan wasiat mendiang istrinya untuk …

Translate »