achmadfadil41.blogspot

Masjid Agung Sungailiat Destinasi Wisata Religi di Babel

SUNGAILIAT (SM)–Dari kejauhan nampak terlihat mencolok sebuah bangunan masjid. Bangunan itu terlihat “agung” dengan luas bangunan mencapai 1,2 hektare di tengah-tengah areal seluas 20 hektare yang di sekitarnya terdapat pepohonan, areal makam, dan gedung yayasan.

Itulah Masjid Agung Sungailiat, Pulau Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Kubah aneka warna: merah, hijau, dan kuning, membuat masjid ini begitu memesona. Untuk mencapai masjid, yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Bandara Pangkal Pinang, butuh waktu sekitar satu jam. Tak mudah memang untuk berkunjung ke sana. Kendaraan umum sangat terbatas. Salah satu cara mudah untuk menjangkaunya, tentu menyewa kendaraan dari jasa travel di daerah setempat.

Masjid Agung Sungailiat, berdiri sejak 1983, menjadi daya tarik besar para pelancong dari luar Bangka. Bangka memang sedang gencar membangun destinasi wisata setelah pendapatan pengelolaan pertambangan timah menurun.

Meski belum segencar wisata pantai dan wisata olahraga triathlon yang acaranya diadakan setahun sekali, wisata religi memiliki peluang besar dalam pariwisata Kabupaten Bangka. “Banyak yang menjadikan (Masjid Agung) sebagai destinasi wisata religi,” tutur Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Bangka Teddy seperti dikutip Harian Nasional di Bangka, Jumat (22/4).

Himpunan Pramuwisata Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erwin menuturkan, biasanya menjelang Tahun Baru Islam ada perayaan khusus yang bisa dinikmati masyarakat, yakni Sepintu Sedulang.

Biasanya umat muslim berkumpul dan membawa hidangan dari rumah masing-masing. Mereka tidak mengangkut makanan dalam wadah biasa, melainkan ditutup dengan alat menyerupai tudung saji. Tradisi ini, kata Erwin, dilakukan sejak para pemuka agama menyiarkan ajaran Islam beberapa abad lalu.

Warna tudung saji yang digunakan dalam acara Sepintu Sedulang sama dengan kubah Masjid Agung Sungailiat. Erwin belum mendapatkan informasi pasti akan makna tiap warna. Namun, ia menuturkan, aneka warna yang berada dalam satu media menjadi simbolik keragaman agama dan budaya di Kabupaten Bangka.

Tidak hanya wisata religi, masjid juga menjadi obyek wisata sejarah. Pasalnya, masjid itu merupakan bangunan ibadah umat muslim pertama di Sungailiat yang pada 1970 menjadi pusat Pemerintahan Kabupaten Bangka. Karena saat itu hanya ada mushala yang berdaya tampung sedikit, sehingga perlu dibangun masjid di area pusat pemerintahan. Kini Masjid Agung Sungailiat memiliki daya tampung 1.700 orang.

Pengunjung pun bisa menikmati kerindangan hutan kota yang berada di muka masjid. Pepohonan yang masih rimbun menjadi oase di tengah teriknya sinar matahari Bangka. Sayang, di beberapa bagian, Masjid Agung Sungailiat masih tampak tidak terawat. Permukaan tembok yang mengelupas bisa dilihat dengan telanjang mata dari luar. Sampah pun masih tampak berhamburan di rerumputan.

Pada 2016 ini, Erwin menuturkan, dana untuk perbaikan masjid akan disokong dana dari Pemerintah Kabupaten Bangka hingga Rp 8 miliar. “Nanti, area masjid akan diperbesar dan ditambah balkon agar para wisatawan bisa lebih banyak yang datang,” ucapnya. [FR]

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Inilah Lima Masjid Tertua di Indonesia

SUARA MASJID | Indonesia dengan mayoritas penduduknya beragama Islam memiliki khazanah keislaman yang tersebar di …

Masjid Istiqlal Tiadakan Shalat Taraweh Berjamaah

SM | Jakarta–Ramadhan tahun ini, Masjid Istiqlal tidak mengadakan shalat tarawih berjamaah dan aktivitas keagamaan …

Translate »