Lombok Menuju Destinasi Halal Dunia

LOMBOK, SM–Lombok Nusa Tenggara Barat telah dikukuhkan sebagai World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination dalam ajang The World Halal Travel Summit/ Exibition yang diumumkan di Uni Emirat Arab, tahun 2015.

Tak heran jika di NTB banyak proyek pembangunan tempat wisata untuk memberikan yang terbaik bagi wisatawan domestic maupun mancanegara, terutama wisata halal yang memberikan layanan sesuai syariah. Di antara tempat wisata itu adalah NTB mengembangkan wisata pantai khusus dengan konsep halal beach. Di pantai ini wisatawan laki-laki dan perempuan akan dipisah.

Halal beach kita sekarang sedang desain bentuknya, mudah-mudahan tahun ini sudah kita mulai pembangunan awalnya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal usai menghadiri Seminar Wisata Halal Dunia, di Mataram seperti dirilis kompas.com, Kamis (17/3).

Faozal menjelaskan, rencananya ada dua kawasan pantai di Pulau Lombok yang akan dikembangkan menjadi konsep pantai halal, di antaranya di kawasan Meninting, Lombok Barat dan kawasan Mandalika, Lombok Tengah.

Ia mengatakan, di lokasi pantai halal ini nantinya akan ada pembatas permanen yang memisahkan antara wisatawan laki-laki dan wisatawan perempuan. Selain itu, makanan yang disediakan di lokasi tersebut adalah makanan yang halal.

Pelancong muslim tidak susah mencari makanan halal, hampir pasti 100% restoran di sini adalah halal. Faozal juga menambahkan tidak hanya restoran saja yang 100% halal, khususnya di Mataram, semua hotel sudah terpasang informasi mengenai arah kiblat. Sehingga wisatawan muslim tidak sulit mencari arah kiblat.

Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) provinsi Nusa Tenggara Barat NTB) telah mengeluarkan sertifikasi lebih dari 600 produk-produk wisata halal baik berupa makanan, ataupun cindera mata.

“Sertifikasi itu sebagai bentuk dukungan akan wisata halal, agar wisatawan muslim asal Timur Tengah merasa aman saat mengkonsumsi makanan atau membeli oleh-oleh di Lombok,” kata Ketua MUI NTB Mustamiudin Ibrahim seperti dikutip dari Liputan6.com, Selasa (7/3).

Tujuan sertifikasi tersebut, kata Mustamiudin,  agar wisatawan muslim yang berkunjung ke Lombok tidak khawatir saat membeli oleh-oleh. Sebab, saat ini pulau Lombok sebagai incaran turis asal timur tengah setelah memperoleh kemenangan pada World Halal Travel Summit di Abu Dhabi pada oktober 2015 lalu.

Lombok juga akan membangun masjid sebagai ikon Lombok sebagai destinasi halal dunia, tepatnya membangun Masjid Raya Mandalika. Saat ini, renovasi masjid tersebut hampir komplit, mendekati 100 persen.

Menpar Arief Yahya terus memantau perkembangan KEK Mandalika, yang sudah dibebaskan lahannya sejak tahun 1987 itu. Lombok yang sudah dikenal sebagai Halal Destination, Halal Tourism, Family & Moslem Friendly itu harus segera bergerak, bahkan lebih cepat. Karena promosi ke mancanegara dengan originasi halal akan terus digeber. Jika destinasi halal yang disiapkan tidak kunjung ‘siap’ akan menurunkan brand Lombok sebagai Halal Destination itu.

Perintah Menpar Arief Yahya sebenarnya sudah cukup jelas, terutama kepada daerah yang memiliki destinasi. Lombok itu kuat dengan masjid-masjidnya, bahkan ketika Menpar menyebut Negeri Seribu Masjid saja ada yang komplain. “Lebih pak! Lebih dari 1000! Karena itu, saya sering menggunakan istilah Negeri Sejuta Masjid. Poinnya adalah, banyak masjid bagus, besar, bersih, dan terawat di sepanjang jalan di Pulau Lombok. Ini kekuatan besar,” kata Arief yang ahli marketing ini.

Ini satu-satunya cara untuk menonjolkan keunikan masjid-masjid besar itu adalah dengan lighting. Pencahayaan masjid di malam hari, yang harus dibuat wow. Ini akan menjadi atraksi tersendiri. Orang akan banyak jalan malam-malam hanya untuk menikmati lampu-lampu masjid yang keren. Kira-kira kelasnya seperti Masjid Nabawi, Madinah, yang artistic dengan lampu sorot. “Jika masjid-masjid itu segera dipasang lampu yang bagus, ini akan menjadi satu-satunya di dunia. Bisa dipromosikan secara global,” ungkap Arief.

Menpar Arief Yahya juga senang jika Masjid Raya Mandalika itu segera direalisasi lebih cepat. Diikuti dengan infrastruktur yang lain yang bisa didahulukan, karena terlalu lama public menunggu actions Mandalika sebagai KEK Pariwisata. Sudah lebih dari 25 tahun “diam” berhenti tidak ada progress. “Presiden Joko Widodo juga berpesan ke kabinet kerja untuk mengutamakan pekerjaan infrastruktur, deregulasi dan SDM,” tegasnya.

Arief Yahya lagi-lagi mengingatkan, soal Kota Ampenan yang pernah dia minta sebagai kawasan café, restoran dan entertainment halal, di desain yang bagus, kelas menengah atas, dibuatkan jalur pedestrian buat berjalan kaki yang longgar, dan ada pusat souvenir khas Lombok. Biarbenchmarkingnya mudah, lihat saja apa yang dilakukan Malaysia dengan Bukit Bintang. Di kota, tempat minum kopi, mencicipi teh, minuman segar lain, makanan, snack, bakar-bakaran bernuansa Arab, apa saja ada di situ. “Buka sampai jam 4 pagi, mengikuti ritme orang Arab, karena siang panas, mereka beraktivitas di malam hari, di malam hari,” kata Menpar Arief.[FR]

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Potensi Wisata Halal dalam Meningkatkan Ekonomi Islam

SUARAMASJID| Cirebon–Industri halal berkembang pesat di dunia. Bisnis yang berbasis pada sistem ekonomi Islam ini …

Bersama IITCF dan SAPUHI, Travel Muslim Bedah Destinasi Wisata Eropa

SUARAMASJID| Jakarta–Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) bekerjasama dengan Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) menyelenggarakan …

Translate »