foto dok

Lima Perilaku Manusia Bertaqwa

JAKARTA, (SM)–Ada lima perilaku manusia yang bertaqwa menurut al-Quran. Jika kelima perilaku ini diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maka itulah buah dari ketaqwaan. Pengajian pekanan pada 12 Juni 2016 disampaikan oleh Ustadz H. Sugiharto bertema 5 Perilaku Manusia Bertaqwa.

Ustadz Sugiharto menjelaskan, bahwa Ramadhan bila dijalankan dengan benar akan menjadikan manusia semakin bertaqwa. Di mana telah disebut dalam Surah Al-Baqarah: 183 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Dijelaskan juga dalam al-Quran Surah Al Imran ayat 17, bahwa orang yang bertaqwa adalah “(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.

Pertama, perilaku sabar. Sabar mudah diucapkan tapi sulit dilakukan. Manusia dalam hidupnya pasti akan mendapatkan ujian dari Allah, dari ujian inilah akan terlihat apakah ia termasuk yang bersabar atau tidak. Ujian bisa bermacam bentuk ada ujian kenikmatan dan kesulitan. “Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. AlAnqabut: 3)

Kedua, perilaku benar. Dalam Islam, ukuran kebenaran ada tiga hal, benar dalam ucapan, perbuatan dan niat. Ketiganya harus saling melengkapi tidak bisa salah satu ditinggalkan. Allah sangat membeci orang yang berbuat yang tidak sesuai dengan ucapannya. “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Ash-Shaaf: 2-3)

Ketiga, perilaku istiqomah dengan ketaatan. Orang yang istiqomah dalam kebaikan telah dijanjikan oleh Allah akan mendapatkan surgaNya. Karena itu hendaknya tidak cemas atau takut ketika kita istiqomah di jalan Allah. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fushilat: 30)

Keemapat, perilaku senang mendermakan harta di jalan Allah. Tabiat manusia ketika mendapatkan kebaikan maka ia akan kikir sedangkan saat mendapatkan kesusahan maka ia senang berkeluh kesah. Setan akan terus menggoda manusia untuk tidak mensyukuri nikmat yang Allah berikan. “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir.” (QS. Al-Ma’arij: 19-21)

Kelima, perilaku senang meminta ampunan kepada Allah di waktu sepertiga malam atau saat waktu sahur. Ketika manusia lain terlelap hendaknya kita bermunajat kepada Allah dan meminta ampunan kepadaNya. “Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. AlIsra: 79) [FR]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Pengajian UAS Dihadiri Ribuan Jamaah di Yogjakarta

SM| Yogjakarta–Ustaz Abdul Shomad (UAS) hadir di Masjid Kampus Terpadu Ulil Albab Universitas Islam Indonesia …

Ustazah Oki Ceramah di Tabligh Akbar di Papua

SM| Timika–Tabligh Akbar bersama Ustazah Oki Setiana Dewi yang digelar oleh Salimah Papua dan  komunitas …

Translate »