La Tahzan Allah selalu Bersama Kita

Oleh: Retno Septiani (Semester 6 Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI)

Assalamualaikum Ikhwah Fillah…..

Pada postingan kali ini saya ingin mengajak semua menjadi manusia paling bahagia di dunia. Paling Bahagia ? Yapss, La Tahzan Innallaha Ma’ana. So, Siapa sih zaman now saat ini yang tidak tau dengan kata La Tahzan Innallaha Ma’ana ? Saya yakin pasti semua udah pada tau nih. Lantas, apa itu kebahagiaan yang kamu maksud ? Apakah kebahagian itu berada pada harta ? Kebahagiaan tidak berada dalam cek di bank, hewan- hewan ternak yang bisa dibeli, bunga yang dapat di cium aromanya, biji yang ditimbang, perkakas rumah yang tergeletak dimana – mana atau bahkan chat yang di bales cepat sama doi. Bukan itu ya ikhwah fillah

Tetapi kebahagiaan adalah kebebasan hati seseorang dengan kebenaran yang dipanggulnya, kelapangan dada dengan prinsip yang dijadikan pegangan hidup dan kelonggaran hati terhadap kebaikan. Allah swt berfirman  yang artinya “Dan janganlah kamu tunjukkan kedua matamu kepada apa yang telah kami berikan kepada golongan – golongan mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk kami coba mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal .” (QS. Thaha 20 : 131)

Kebahagiaan dan kehidupan yang baik tidak akan ada dan tidak pernah ada, kecuali dalam naungan keimanan Allah SWT. Oleh karena itu, mau tidak mau kita harus mengetahui bahwa barang siapa yang ingin mendapatkan kehidupan yang bahagia, hendaknya ia menjadikan Allah SWT sebagai tujuan hidupnya. Jangan berbicara atau bergerak, kecuali menurut syariat dan sunnah Rasullullah SAW.

Kebahagiaan itu ada rahasianya yaitu ketenangan dan kedamaian dalam hati. Itu adalah rahasia yang dijabarkan oleh Ibnu al-Qayyim. Ia mengatakan, “Didalam hati, terdapat kekusutan yang tidak akan bisa terurai, kecuali dengan menghadap kepada Allah SWT. Didalam Hati terdapat kesenduan yang tidak ada sesuatu yang bisa menghilangkannya, kecuali berkasih saying dengan Allah SWT. Didalam hati ada kesedihan yang tidak akan hilang kecuali dengan bahagia mengenal Allah SWT dan menjalin kontak dengan-Nya. Didalam hati terdapat kegelisahan yang tidak akan bisa tenang kecuali dengan “berkumpul” bersama Allah SWT dan “berlari” menuju-Nya . Didalam hati ada “api” kerisauan yang tidak akan bisa dipadamkan kecuali dengan ridha kepada perintah, larangan dan qadha Allah SWT serta melanggengkan kesabaran atas hal itu, sampai berjumpa dengan-Nya. Di dalam hati terdapat celah yang tidak akan bisa di tutup kecuali dengan cinta kepada Allah SWT  dan kembali kepada-Nya, terus mengingat-Nya dan ikhlas kepada-Nya. Meskipun dunia dan seisinya diberikan, tetap tidak akan bisa menutup lubang tersebut selamanya.”

Kebahagiaan itu berada dalam lubuk hati yang paling dalam. Hati tersebut tersambung terus dengan Allah SWT. itu adalah roh yang menghidupkan kehidupan dengan gerakan serta cahaya yang menyala sehingga seseorang bisa mengetahui jalannya. Dan, itu merupakan rahasia untuk mencapai kejayaan Dalam sebuah Hadist disebutkan, “Ketika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah Memanggil Jibril dan berfirman, ‘sesungguhnya, Allah mencintai fulan, maka cintailah ia.’ Jibril pun mencintainya. Lalu Jibril memanggil penghuni langit dan berkata, ‘sesungguhnya, Allah mencintai fulan maka cintailah ia.’ Maka, penghuni langit pun mencintainya. Kemudian, cinta itu diletakkan kepada penghuni bumi.”

Harta benda tidaklah berguna jika tidak kamu gunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. keluarga tidak akan berguna jika tidak kamu pegang tangan mereka dan mereka memegang tanganmu untuk taat kepada Allah SWT. Jika dengan itu semua kita dapat lebih dekat dengan Allah SWT nikmat rasanya hidup ini. Seseorang mukmin sangat peka terhadap nikmat Allah SWT jadi kita tidak perlu melakukan kode – kodean ke Allah SWT seperti anak zaman now yang suka kode – kode ke doi biar doi peka.

Seorang mukmin melihat sesuatu yang kecil sekalipun, baik di bumi ataupun di langit, sebagai karunia Allah SWT yang diberikan kepadanya, memudahkan kehidupannya dan membantunya untuk menegakkan risalah Allah SWT dalam kehidupan. Ia merasakan nikmat Allah SWT dalam hembusan angina, berjalannya awan, mengalirnya sungai, beredarnya matahari, munculnya fajar, cahaya di siang hari, kegelapan malam, ditundukkannya hewan – hewan dan tumbuhhnya pepohonan.

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

NH Bojonegoro Salurkan 100 Ton Beras untuk Mustahik

SM | Bojonegoro- Diproduksi dari petani desa sejahtera binaan Laznas Nurul Hayat, 100 ton beras …

1.390 Jemaah Ajukan Pengembalian Setoran Pelunasan Haji

SM | Jakarta– Jemaah yang mengajukan pengembalian setoran pelunasan terus bertambah. Data sampai 22 Juli …

Translate »