Konsisten Dhuha, Insya Allah Rezeki Datang

Sholat Dhuha adalah sholat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika waktu Dhuha, ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu Dzuhur. Bagaimana agar bisa istiqomah?

Sholat Dhuha merupakan shalat sunnah muakad, yaitu shalat yang hampir tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah. Kita sepakat dan sadar bahwa banyak manfaat yg diraih dari melaksanakan shalat Dhuha, di antaranya dapat menjadikan kebutuhan pelaku shalat dicukupkan oleh Allah (HR Ahmad & Abu Daud)

Adapun di antara keutamaan atau manfaat shalat Dhuha ini adalah : “apa yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Dzar bahwa Rasulullah saw bersabda, ”Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab setiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh orang lain agar melakukan amal kebaikan adalah sedekah, melarang orang lain agar tidak melakukan keburukan adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu maka cukuplah mengerjakan dua rakaat shalat dhuha.”

Lalu bagaimana kita bisa menjaga shalat Dhuha kita tetap konsisten? Berikut sedikit tips yang mungkin bisa berguna untuk menjaga shalat Dhuha kita.

  1. Saling mengingatkan di antara suami dan istri, orang tua dan anak, ketika waktu shalat Shuha sudah tiba. Misalnya, ketika akan berangkat kerja, ada baiknya pasangan mengingatkan untuk menjalankan shalt Dhuha sebelum berangkat.
  2. Jadwalkan shalat Dhuha dalam agenda keseharian kita, kalau perlu pakai alarm. Masing-masing orang pasti sudah memiliki mourning routine. Selipkan disana shalat Dhuha.
  3. Tetapkan dalam hati untuk selalu konsisten melakukan shalat Dhuha kapan pun di mana pun berada. Yakinlah, bahwa di mana ada kemauan di sana pasti ada jalan.
  4. Tetapkan dalam hati jika tidak mendirikan shalat Dhuha, merasa memiliki hutang. Jika ini tertanam dalam pikiran, maka meninggalkan Dhuha sama saja dengan berhutang.
  5. Sebaiknya, menjalankan shalat Dhuha tak hanya ketika tertimpa masalah. Tapi lebih dari itu, saat bahagia dan senang, shalat Dhuha tetap menjadi agenda harian yang harus dijalankan.

 

Keutamaan shalat Dhuha

Banyak hadis Rasulullah yang bercerita tentang keutamaan shalat Dhuha, diantaranya;

  1. Shalat Dhuha diganjar sebagai sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia. Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi saw bersabda; Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (Dikeluarkan oleh Muslim).
  2. Ghanimah (keuntungan) yang besar.

Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata; “Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi saw berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya). Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab; “Ya! Rasul berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya” (Shahih al-Targhib: 666).

  1. Sebuah rumah di dalam surga.

Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi saw: “Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga” (Shahih al-Jami`: 634).

  1. Dua rakaat di awal hari, memperoleh ganjaran di sore hari.

Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata: “Allah ta`ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami`: 4339).

  1. Pahala Umrah.

Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan umrah….(Shahih al-Targhib: 673). Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna” (Shahih al-Jami`: 6346).

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Risiko yang Disebabkan Covid-19 dalam Kehidupan Bermasyarakat

Oleh: Hotnaida Siregar (Mahasiswi STEI SEBI DEPOK) Seperti yang kita ketahui bahwa virus Corona atau …

Dampak Covid-19 Terhadap Dunia Bisnis Di Indonesia

Oleh: Laelatul Zannah, Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI Dalam perjalanan bisnis, pasti menghadapi kendala …

Translate »