Kiai Langitan Bersikap Soal Aksi Damai

JAKARTA, (SM)–Majelis Masyaikh Ponpes Langitan mendesak Presiden Jokowi segera merespon tuntutan massa Islam yang terluka kitab sucinya dinista.
“Bapak Presiden RI dan Bapak Kapolri untuk segera bertindak cepat
merespon gejolak yang semakin hari semakin liar ini, agar tidak terjadi madlorot yang lebih besar,” tulis Kyai Langitan dalam siaran persnya.
Berikut pernyataan lengkapnya.
PERNYATAAN SIKAP

Bismillahirrohmanirrohim,
Alhamdulillah, Wassholatu Wassalamu Ala Rosulillah wa Ala Alihi wa Shohbihi wa man Tabi’a Hudahu, Amma Ba’du.

Setelah mengamati perkembangan situasi dan kondisi keummatan dan keagamaan yang semakin
hari semakin menghawatirkan terkait dengan pernyataan saudara Basuki Tjahaya Purnama (BTP) di kepulaun seribu beberapa waktu yang lalu, maka perkenankan kami menyampaikan PERNYATAAN
SIKAP sebagai berikut :

1. Bahwa, apa yang disampaikan BTP terkait Surat Al-Maidah ayat 51 sungguh sangat
menyinggung perasaan kami dan juga kaum muslimin yang sependapat dengan kami.

Pernyataan tersebut sangat menghina dan merendahkan Agama, Al-Qur’an dan para Ulama’
Tafsir yang kami ikuti.

2. Bahwa, kami mendukung sepenuhnya atas segala upaya damai yang dilakukan kaum
muslimin untuk menuntut kepada pihak berwenang agar segera menerapkan hukum yang
berlaku terhadap saudara BTP demi tegaknya supremasi hukum dan menjaga NKRI dari
perpecahan akibat isu SARA yang ditimbulkan.

3. Mengenai demo besar-besaran yang dilakukan kaum muslimin pada tanggal 4 Nopember
2016 besok, maka kami berpesan kepada seluruh peserta demo agar ber-demo secara
damai, tertib, tidak anarkis dan tidak merusak fasilitas umum. Dan kepada kaum muslimin
yang tidak mengikuti demo, kami berharap untuk Tawajjuh kepada Allah, bermunajat dan
berdo’a agar perjuangan kaum muslimin menuntut keadilan li I’la’I Kalimatillah diberi
kemudahan oleh Allah Swt.

4. Hentikan saling menghujat kepada sesama Ummat Islam. Baik yang ikut berdemo maupun
tidak, karena sesungguhnya musuh kita adalah ketidak-adilan dan ketidak-pastian hukum
terhadap penista Agama. Musuh kita bukanlah saudara sesama muslim kita.

5. Menghimbau kepada seluruh kaum muslimin, hususnya Alumni Ponpes Langitan untuk
memperbanyak membaca HIZIB NASHAR Lil Imam Abdullah bin Alawi Al Haddad dan

حسبنا الله ونعم الوكيل

sebanyak 450 kali (dalam satu Majlis)

6. Mengharap kepada Bapak Presiden RI dan Bapak Kapolri untuk segera bertindak cepat
merespon gejolak yang semakin hari semakin liar ini, agar tidak terjadi madlorot yang lebih
besar.

Demikian Pernyataan Sikap ini kami sampaikan, untuk dijadikan pijakan bagi para santri, Alumni dan
seluruh Ummat Islam Indonesia pada umumnya, demi tegaknya supremasi hukum dan keutuhan
NKRI.

Wassalam,

Tuban, 03 Nopember 2016

TTD.

a/n MAJLIS MASYAYIKH
PONDOK PESANTREN LANGITAN
WIDANG TUBAN JAWA TIMUR
(KH. ABDULLAH MUNIF MZ.) (KH. ABDULLAH HABIB F.) (KH. ABDURRAHMAN FAQIH)

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Wali Kota Bogor Tinjau Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor

SUARA MASJID | Bogor–Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meninjau kemajuan pembangunan Masjid Agung dan …

Suling

Pangdam Jaya Apresiasi Program Subuh Keliling PMJ di Masjid Cut Meutia

SM | Jakarta—Ada yang spesial di acara Subuh Keliling (Suling) Polda Metro Jaya yang dilaksanakan …

Translate »