kh muhyiddin junaidi

KH Muhyiddin Junaidi Diangkat Jadi Waketum MUI Gantikan Buya Yunahar

SM| Jakarta–Rapat paripurna Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi menetapkan KH Muhyiddin Junaidi sebagai Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Selasa 4 Februari 2020.

Kiai Muhyiddin diangkat menjadi Waketum untuk menggantikan Buya Prof Yunahar Ilyas yang wafat pada awal Januari 2020 lalu.

Menurut informasi, sebenarnya penunjukan Kiai Muhyiddin sebagai Waketum telah dilakukan tiga hari pasca wafatnya Buya Yunahar Ilyas yakni pada Selasa 07 Januari 2020 lalu. Hari ini adalah penetapan secara resmi.

BACA JUGA:

Sesuai aturan di MUI, Penggantian Antar Waktu (PAW) dilakukan karena tiga sebab, yaitu ada salah satu pengurus yang meninggal dunia, atas permintaan sendiri, atau diberhentikan berdasarkan keputusan Dewan Pimpinan MUI Pusat.

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi memaparkan, proses penentuan penggantian antar waktu (PAW) harus melalui dua ketentuan. Pertama, ditetapkan di dalam rapat Dewan Pimpinan MUI dan kedua Dewan Pimpinan MUI meminta rapat paripurna untuk menetapkan. Rapat paripurna dihadiri unsur dewan pertimbangan MUI Pusat, Dewan Pimpinan MUI Pusat, serta para pimpinan komisi, badan, dan lembaga di MUI Pusat.

“Mekanisme itulah yang ditempuh dan mekanisme itu yang sudah dilakukan, sudah dikonsultasikan dengan Ketua Umum MUI. Beliau sudah memahami karena ini amanat yang harus segera dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) MUI,” kata Zainut di Gedung MUI Pusat, Menteng, Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Zainut menambahkan, selama kepengurusan MUI periode 2015-2020, dua wakil ketua umum wafat. Yakni KH. Slamet Effendy Yusuf dan Buya Yunahar Ilyas.

Menurut Zainut, penunjukan Kiai Muhyiddin sebagai Waketum MUI setelah diputuskan oleh pimpinan Muhammadiyah. Ini karena sejak Munas 2015, ada ketentuan di MUI yang menyepakati bahwa selain kemampuan mumpuni, pengganti anggota pimpinan harus berasal dari organisasi yang ditinggalkan atau organisasi asal.

“Buya Muhyiddin Junaidi adalah salah satu ketua di jajaran Dewan Pimpinan MUI yang membidangi luar negeri. Beliau sudah lama berkecimpung di MUI, sehingga memahami organisasi MUI. Beliau dipandang cukup mumpuni menggantikan posisi Buya Yunahar Ilyas dan itu pun sudah sesuai dengan keputusan pimpinan organisasi Muhammadiyah. Buya Muhyiddin Junaidi sudah mendapatkan mandat penuh dari pimpinan pusat Muhammadiyah,” katanya.

Kiai Muhyiddin, imbuh Zainut, merupakan sosok yang sudah lama berkhidmat di MUI dan terakhir menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional. Posisinya terakhir ini, digantikan oleh perwakilan dari Muhammadiyah yaitu Prof Sudarnoto Abdul Hakim yang sebelumnya menjadi Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat. [nk]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Ikatan Khatib DMI Bagikan Alat Pengukur Suhu Tubuh ke Masjid

SM | Depok–Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (IK-DMI) membagikan alat pengukur suhu tubuh ke masjid-masjid …

Gabungan Asosiasi Haji Minta Pertemuan Koordinasi dengan Kemenag

SM | Jakarta–Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (Forum SATHU) meminta Kementerian Agama (Kemenag) …

Translate »