doc.sm

Jakarta Islamic Center Bersinar di Bekas Lokalisasi Kramtung

Kawasan Kramat Tunggak terkenal sebagai tempat lokalisasi prostitusi terbesar di Jakarta. Kini, kawasan itu berubah menjadi pusat kajian Islam terbesar di Jakarta. Berikut profilnya.

JAKARTA-SM. Jika berkunjung ke kawasan Kramat Tunggak (Kramtung), Jakarta Utara, beberapa tahun silam, yang banyak anda temui suasana mengumbar nafsu syahwat. Maklum saja, daerah itu menjadi pusat lokalisasi prostitusi yang sudah kesohor ke seantero negeri.

Namun perubahan drastis mulai tampak ketika Pemerintah Daerah DKI Jakarta menutup lokalisasi itu. Pemandangan pamer aurat berganti dengan kawasan yang lebih ”teduh” dan membawa kemaslahatan karena telah berdiri dengan kokoh Islamic Centre.

Masjid JIC sebagai simbol utama Islamic Centre berdiri dengan kokoh di tengah hiruk pikuk warga sekitar. Masjid itu berperan multi fungsi seperti sebagai tempat aktivitas keagamaan, pendidikan, dan bisnis.

doc.sm
doc.sm

Islamic Centre ini merupakan lembaga yang berdiri di eks Lokasi Resosialisasi (Lokres) Kramat Tunggak Tanjung Priok Jakarta Utara. Lokres Kramtung, nama sebuah Panti Sosial Karya Wanita (PKSW) Teratai Harapan Kramat Tunggak. Yang terletak di jalan Kramat Jaya RW 019, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Kotamadya Jakarta Utara. Areal tersebut tepatnya menempati lahan seluas 109.435 m2 yang terdiri dari sembilan Rukun Tetangga (RT).

Dari hasil penelitian pada tahun 1997 direkomendasikan agar Lokres tersebut ditutup. Pada tahun 1998 dikeluarkan SK Gubernur KDKI Jakarta No. 495/1998 tentang penutupan panti sosial tersebut selambat-lambatnya akhir Desember 1999. Pada 31 Desember 1999, Lokres Kramat Tunggak secara resmi ditutup melalui SK Gubernur KDKI Jakarta No. 6485/1998. Selanjutnya Pemda Provinsi DKI Jakarta melakukan pembebasan lahan eks lokres Kramat Tunggak.

Setelah dibebaskan banyak muncul gagasan terhadap lokasi bekas Kramtung tersebut. Ada yang mengusulkan pembangunan pusat perdagangan (mall), perkantoran dan lain sebagainya. Namun Gubernur Sutiyoso memiliki ide lain yaitu membangun Islamic Centre.

Pada tahun 2001 Sutiyoso melakukan sebuah Forum Curah Gagasan dengan seluruh elemen masyarakat untuk mengetahui sejauhmana dukungan masyarakat terhadap sebuah perubahan yang telah dicanangkan. Ternyata 24 Mei 2001 dukungan itu semakin menguat. Gagasan untuk membangun Jakarta Islamic Centre (JIC) dikemukakan Sutiyoso kepada Azzumardi Azra ketika di New York di sela-sela kunjungannya ke PBB pada 2001.

Setelah konsultasi terus menerus antara masyarakat, ulama, praktisi baik skala lokal maupun regional bahkan international. Akhirnya diwujudkan dalam sebuah master plan pembangunan JIC pada tahun 2002. Kemudian dalam rangka memperkuat ide dan gagasan pembangunan JIC pada Agustus 2002 dilakukan perumusan Organisasi dan Manajemen JIC.

Kehadiran JIC tidak sekedar hanya merubah tanah hitam menjadi putih, atau hanya sebuah masjid saja, melainkan lebih dari itu JIC diharapkan menjadi salah satu simpul pusat peradaban Islam di Indonesia dan Asia Tenggara yang menjadi simbol kebangkitan Islam di Asia dan dunia.

JIC merupakan Masjid Raya Provisi Jakarta, dan digunakan pertama kali dalam pelaksanaan shalat Jumat perdana pada September 2002. Namun peresmian masjid ini dilakukan pada 4 maret 2003 oleh Gubernur Jakarta saat itu H. Sutiyoso.

Masjid ini berdiri diatas tahan seluas 2, 2 Hektar, dan memiliki fasilitas berupa ruang shalat utama. Kemudian koridor, mezanin, selasar tertutup dan plasa.

Kapasitas jamaah dalam masjid JIC ini mencapai 20. 680 jamaah. Ruang shalat utama masjid ini sangat monumental dengan bentangan 68 meter tanpa tiang yang merupakan bentangan tanpa tiang terbesar se Asia Tenggara. Dan dalam satu shaf bisa menampung 163 jamaah.

Bentuk bangunan merupakan manifestasi dari sifat-sifat keperkasaan (Al-jabbaru), kemegahan (Al-Mutakabbiru), sekaligus kelembutan dan keindahan (Al-Latief). Yang diharapkan dapat menghapus stigma lama lokasi d

????????????????????????????????????

engan filosofi bangunan bersifat monumental yang kontras dengan lingkungan sekitar. Berbobot syiar yang tinggi serta ramah hingga mampu mengundang umat untuk berjamaah.

Secara arsitektur, Masjid JIC kaya dengan nuansa Betawi yang identik dengan nuansa Islam. Dan memiliki menara setinggi 114 meter yang mengandung makna jumlah surat Al-Qur’an. Dalam pembangunan masjid ini si empunya ide mempunyai tujuan untuk mewujudkan masjid yang makmur dan monumental sebagai sentrum umat dan budaya Islam.

Selain itu menyelenggarakan kegiatan pengembangan sumberdaya muslim melalui dakwah, pendidikan dan pelatihan. Kemudian kegiatan pengkajian bagi pengembangan pemikiran dan wawasan Islam. Dan kegiatan pengembangan seni budaya Islam, pengembangan masyarakat dan layanan sosial. Tidak ketinggalan untuk pengembangan data dan informasi Islam dan usaha pengembangan bisnis Islami. Dan yang paling akhir dalah untuk mewujudkan tata ruang lingkungan JIC yang bernuansa Islami, indah, dan monumental.

Di tingkat Asia Tenggara JIC telah tergabung dalam forum FORSIMAS (Forum Silaturahmi Masjid Serantau) negara ASEAN. Kegiatannya diadakan tiga kali dalam setahun. [FR]

 

 

 

 

 

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Padang Panjang Miliki Islamic Center Megah

SUARAMASJID| Padang–Ketua MPR Zulkifli Hasan (Zulhasan) didaulat meresmikan Islamic Center Kota Padang Panjang. Peresmian dilaksanakan …

Masjid Raya Ganting Embarkasi Haji Pertama di Sumatra

SUARAMASJID.com| Padang–Pulau Onrust rupanya bukan satu-satunya embarkasi haji yang difungsikan pada masa kolonial Belanda. Di …

Translate »