Inisiatif Masyarakat Kurangi Dampak Ekonomi Saat Covid-19

Oleh; Hotnaida Siregar (Mahasiswi STEI SEBI Depok)

Covid-19 masih terus menjadi sebuah ketakutan masyarakat. Sebagaimana kita ketahui bahwa covid-19 ini belum ditemukan vaksin penawarnya, dan penyebaran virus ini begitu cepat. Sehingga dalam beberapa Minggu sejak Indonesia menemukan salah satu warga positif covid-19 pada saat ini 23 April 2020 orang yang terkonfirmasi positif covid-19 sudah mencapai angka 7.775.. Segalanya upaya telah dilakukan pemerintah agar penyebaran covid-19 ini terputus atau berhenti. Mulai dari himbauan untuk belajar dirumah, kerja dari rumah, ibadah dirumah, Penutupan tempat wisata, hingga saat ini yang baru di terapkan adalah PSBB (pembatasan sosial berskala besar) dan juga melarang warga Indonesia untuk mudik. Semua upaya ini dilakukan agar covid-19 ini cepat berhenti, dan terputus penyebarannya.

Seperti yang kita ketahui bahwa covid-19 ini telah banyak menimbulkan dampak negatif, khususnya bidang kesehatan dan ekonomi. Hal ini dikarenakan banyak lini bisnis yang harus menghentikan operasinya agar tidak menyebabkan covid-19 ini menyebar. Seperti dibidang kuliner, pedagang kaki lima, wisata, perhotelan, hingga perusahaan-perusahaan. Tentu hal ini membuat ekonomi Indonesia semakin down. Pemerintah sedaya upaya mempertahankan ketahanan ekonomi negara. Akan tetapi dengan adanya covid-19 ini banyak juga masyarakat Indonesia yang harus terbelenggu oleh kelaparan karena tidak bisa bekerja dan tidak punya penghasilan yang cukup untuk biaya hidup sehari-hari.

Presiden Joko Widodo telah menetapkan pandemi virus corona (covid-19) sebagai bencana nasional. Pandemi ini pun berdampak cukup signfikan terhadap perekonomian Indonesia. Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dalam situasi yang sangat berat, akan terjadi peningkatan jumlah angka kemiskinan hingga 3,78 juta orang. Bendahara Negara itu pun menjelaskan, di dalam skenario perekonomian akibat pandemi virus corona yang telah disusun pemerintah, pertumbuhan ekonomi yang tadinya ditargetkan tumbuh di kisaran 5,3 persen tahun ini diproyeksi hanya akan tumbuh ke 2,3 persen. Bahkan bila pandemi ini tidak segera diatasi, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2020 akan tumbuh negatif 0,4 persen.

“Untuk PDB saat ini kita estimasi dalam kondisi berat dan sangat berat. Baseline kita di 5,3 persen akan turun di 2,3 persen, bahkan jika situasi sangat berat mungkin juga menurun sampai negatif growth 0,4 persen,” jelas Sri Mulyani usai Sidang Kabinet Paripurna dalam video conference

Namun sebenarnya perlu kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia bisa mengurangi dampak ekonomi yang disebabkan covid-19 ini. Bisa dengan hal-hal kecil dan sederhana, seperti;

  1. Tidak panic buying.

Apa itu panic buying? Panic buying adalah Penimbunan barang yang dilakukan oleh konsumen atau masyarakat ketika ada situasi tertentu yang dipandang gawat atau darurat kerap dikenal dengan istilah panic buying. Perilaku panic buying ini menurut Enny Sri Hartati, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dipicu oleh faktor psikologis yang biasanya terjadi karena informasi tidak sempurna atau menyeluruh yang diterima oleh masyarakat. Akibatnya, timbul kekhawatiran di masyarakat sehingga menimbulkan respons tindakan belanja secara masif sebagai upaya penyelamatan diri.

Apa efek panic buying pada ekonomi? Sebagaimana hukum permintaan dan penawaran dalam ekonomi berlaku yaitu: jika terjadi permintaan tinggi karena tidak jumlah barang yang sedikit, maka harga barang akan semakin mahal. Dan daya beli masyarakat akan turun serta ketersediaan stock juga terbatas.

Kenapa kita tidak boleh panic buying? Karena panic buying akan menyebabkan harga naik dan masyarakat kecil yang kurang mampu dan tidak punya uang lebih untuk menimbun akan kesusahan membeli bahan pangan.

  • Membayar zakat.

Secara umum dana zakat yang diterima oleh mustahik akan meningkatkan daya belinya. Peningkatan ini akan mendorong peningkatan produksi barang dan jasa. Peningkatan ini akan mendorong peningkatan kapasitas produksi, yang pada akhirnya secara agregrat akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Lalu, adakah peran zakat dalam perekonomian ? Beberapa peran zakat dalam perekonomian adalah :

  • Mendorong pemilik harta untuk kreatif mengelola hartanya

Jika seseorang mempunyai harta selama satu tahun dan lebih dari nishab, maka wajib mengeluarkan zakatnya. Syarat harta yang dikenakan zakat adalah lebih dari kebutuhan dan hutang. Bila harta diam saja tidak diupayakan untuk dikembangkan, maka berpotensi untuk kena zakat. Namun bila hartanya diputar untuk investasi usaha, maka harta yang dipakai untk investasi merupakan harta pokok yang dikurangkan dari perhitungan zakat. Upaya ini tentu saja akan mendorong produksi sehingga perputaran uang dimasyarakat akan meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

  •  berbisnis yang baik dan benar

Syarat harta yang dizakati haruslah bersumber dari hasil yang baik dan benar (halalan thoyiban). Oleh karena itu Islam memandang, harta haruslah digunakan untuk hal-hal yang baik. Bila hartanya diperoleh dari hal yang tidak baik, bukan saja merugikan diri sendiri (karena hartanya tidak memenuhi syarat untuk dizakati) juga merugikan orang lain (hartanya diinvestasikan untuk usaha yang tidak baik, misal minuman keras). Zakat memang menjadi pembersih harta, tetapi tidak membersihkan harta yang diperoleh secara batil. Maka hal ini akan mendorong pemilik harta untuk menginvestasikan hartanya bukan sekedar apsek untung saja, namun juga dengan memperhatikan nilai-nilai etika bisnis.

  •  mempercepat pemerataan pendapatan

Pengelolaan zakat yang baik dan alokasi yang tepat sasaran, akan meningkatkan kepercayaan pada pengelola zakat. Peningkatan kepercayaan ini akan mendorong semakin banyaknya masyarakatnya menyalurkan dana zakatnya kepada mustahik melalui amil. Kondisi ini tentu akan mempercepat pemerataan distribusi harta, pendapatan dan kekayaan. Sehingga kemiskinan menjadi berkurang, kesenjangan semakin menurun dan kesejahteraan semakin meningkat.

  •  tumbuh kembangnya sektor riil

Kegiatan pendistribusian zakat dalam bentuk usaha produktif akan memberikan efek ganda dibandingkan dengan kegiatan pendistribusian dalam bentuk konsumtif, yaitu meningkatkan pendapatan mustahik dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara makro. Sektor moneter walaupun asetnya tertinggi didunia, namun rapuh dan rentan pada perubahan kondisi ekonomi. Berbeda dengan sektor riil, yang lebih tahan pada perubahan ekonomi. Untuk itu pemberian zakat untuk membantu mustahik yang dalam kategori pelaku UMKM, sangatlah mendorong arus perputaran barang dan jasa pada perekonomian. Meningkatnya arus perputaran barang dan jasa akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkesinambungan.

  • Mendorong percepatan pembangunan negara

Ketidakmampuan memdapatkan akses kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi, telah melahirkan kemiskinan di suatu negara. Kesehatan dan pendidikan adalah modal dasar agar memiliki SDM unggul. Negara punya peran dan tanggungjawab untuk mensejahterakan dan membuat SDMnya unggul. Namun masih sering dijumpai ketimpangan, tidak meratanya pembangunan antara stu daerah dengan daerah lainnya. Zakat sebagai instrumen redistribusi harta sangat berperan untuk mempercepat kemudahan akses memperoleh kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi. Dengan demikian diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan dan mempercepat kesejahteraan rakyat.

Inilah beberapa hal kecil yang bisa dilakukan masyarakat dalam mengurangi dampak ekonomi yang disebabkan oleh virus Corona (covid-19).

Source: kompas.com & kepri.baznas.go.id.

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Risiko yang Disebabkan Covid-19 dalam Kehidupan Bermasyarakat

Oleh: Hotnaida Siregar (Mahasiswi STEI SEBI DEPOK) Seperti yang kita ketahui bahwa virus Corona atau …

Dampak Covid-19 Terhadap Dunia Bisnis Di Indonesia

Oleh: Laelatul Zannah, Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI Dalam perjalanan bisnis, pasti menghadapi kendala …

Translate »