Hikmah di Balik Kejadian

Oleh: Ustadz H. Muhammad Arifin Ilham

Allah akan menjaga orang yang selalu berzikir dan mengingat Allah. Puncaknya, Allah akan menjaga umat yang selalu menjaga zikirnya dan selalu mengingat Allah.

telaga-1Melihat upaya manusia yang ingin istiqomah berzikir, setan tidak tinggal diam untuk selalu menggoda manusia agar mengikuti langkah-langkah setan. Setan berusaha sekuat tenaga untuk menjerumuskan manusia sehingga berpaling kepada Allah.

Zikir merupakan bagian dari ibadah kita kepada Allah. Untuk itu, seharusnya kita benar-benar menikmati beribadah kepada Allah. Kenikmatan dalam beribadah membawa kita untuk bisa merasa dekat dengan Allah, itulah kekhusyukan.

Zikir itu pintu menuju takwa. Hakikat dari makrifat ya syariat. Inti dari karomah itu ya istikamah. Orang kalau sudah makrifat kok syariatnya lemah. Maaf misalnya seorang penzikir kok merokok. Kan kontradiksi banget.

Pribadi zikir itu pribadi yang mengasyikkan. Allah tujuannya, Rasul teladannya. Pribadi berzikir itu menjadi cahaya, kehadirannya mengingatkan orang.

Kekhusyukan itu tidak akan dimiliki manusia yang selalu bermaksiat. Orang yang senang bermaksiat akan sulit mencapai kekhusyukan dalam beribadah.

Tanda Allah mencintai hambanya, Allah akan senangkan hambanya untuk senang beribadah kepada Allah. Baik dalam kondisi senang maupun susah tetap selalu mengingat Allah.

Bahkan ketika Kampaung Az-Zikra mendapatkan serangan dari orang tidak dikenal, segala sesuatu ada hikmahnya. Itulah yang membuat hamba beriman selalu bersyukur atas segala peristiwa yang terjadi.

Diantara hikmah yang abang ambil pelajaran dalam peristiwa itu adalah:

1. Setiap perjuangan di jalan Allah niscaya merasakan ujian yang dialami para Rasul dan anbiya walau dengan kadar ujian yang berbeda (QS Al-Baqarah: 214)

2. “An nahyu anil mungkar” mencegah apalagi menghancurkan kemungkaran, tantangannya jauh lebih berat daripada “Al amru bil ma’ruf” mengajak kebaikan. “Menegakkan yang Haq dan menghancurkan kebathilan pasti dibenci orang-orang zholim” (QS Al-Anfal: 8)

3. Peristiwa yang terjadi adalah “tarbiyyah Robbani” pendidikan dari Allah agar kita sungguh sungguh menjadi mujahid dakwah-Nya, semakin kuat, matang, cerdas, ikhlas, istiqomah, tidak takut pada siapapun karena yakin akan pertolongan Allah, “Bila kalian menolong Allah, Allahpun menolong kalian dan menguatkan aqidah kalian” (QS Muhammad: 7).

4. Yang pasti membuat kita semakin kompak, bersatu dan semakin kuat berjuang dalam satu barisan harakah dakwah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Seperti mengganggu sarang lebah yang membuat serempak lebah itu bersatu.

5. Kitapun semakin faham mengapa Majelis Ulama Indonesia memfatwa sesat faham syiah. Ternyata gerombolan pembelanya preman, pengecut keroyokan saat malam lelap tidur, brutal, sadis memukuli bang Faisal di depan tangisan putrinya, anarkis dan radikal. Dan itu bukan ajaran dan akhlak Islam yang mulia.

6. Alhamdulillah, abang bersama jamaah sabar, tidak membalas seperti apa yang dilakukan gerombolan itu, tetap taat hukum dan percaya kepada bapak-bapak polisi, jaksa, hakim yang amanah untuk menindak tegas kebrutalan mereka. Agar tidak terulang kembali kejadian brutal itu dan ada efek jera. Dan sudah ditetapkan 34 tersangka. Walau demikian abang bersama jamaah tetap mendoakan agar mereka yang menzholimi kami diberi hidayah Allah.

7. Abangpun semakin mantap untuk terus istiqomah dijalan da’wah ini dengan segala resikonya, semakin cinta jamaah zikir yang luar biasa pembelaannya terutama dukungan kuat para habaib dan ulama yang siap berjihad bersama abang fii sabiilillaah, dan itulah yang membuat abang menangis bahagia, demikian juga dukungan kalian duhai sahabat FBku seiman yang kucintai karena Allah, walau kita sulit untuk bisa bertemu tetapi kita tetap saling cinta dan dukung karena Allah, dan siap mati berjuang demi kemuliaan Islam dan muslimin. [fathur]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Ramadhan Membakar Dosa

SUARA MASJID–Setiap manusia di dunia ini mempunyai kitab ajal. Garis kematian kita telah ditentukan jauh …

Sibuk dan Produktif

KH. Anang Rikza Masyhadi, MA Sebuah ungkapan mutiara mengatakan: “Jika orang telah mati dikatakan mati …

Translate »