H. Islam Akbar Nasution, Islamic Village sebagai Ladang Dakwah

SUARAMASJID–Islamic Village yang berada di kawasan Kawaraci Tangerang seluas 120 hektar menjadi hunian umat Islam yang cukup besar. Konsep real estate yang dikelola secara islami ini merupakan hasil kerja keras dari seorang tentara yang bertugas di bagian Rohis. Ia berobsesi menciptakan kawasan Islami. Dialah almarhum KH. Junan Helmy Nasution.

Helmy menggagas ide Islamic village di kawasan terpencil Tangerang pada tahun 1973. Helmy yang tentara dan juga seorang dai banyak dikenal di masyarakat. Akhirnya melalui dukungan dari masyarakat, tanah seluas sekitar 12 hektar ia jadikan pilot projek pembangunan hunian muslim.

Kini, kawasan yang dulu terpencil menjadi kawasan strategis di bilangan Karawaci. Sarana transportasi dan infrastruktur juga sudah baik, hal ini menjadikan Islamic village kian diminati umat Islam yang ingin menjadi bagian dari hunian ini.

Salah satu putra KH. Junan Helmy Nasution, Islam Akbar Nasution juga ikut mengembangkan hunian Islam ini. Akbar yang pernah nyantri di Pondok Modern Gontor tahun 1971 ini membantu sang ayah untuk mewujudkan real estate Islami.

Akbar mengatakan, tidak ada referensi membangun sebuah kawasan pemukiman yang homogen di sebuah negara yang sangat heterogen seperti Indonesia ini. “Kami mencari format  membuat sebuah kawasan yang Islami. Alhamdulillah tanggapan masyarakat sangat baik terhadap Islamic vilage,” paparnya.

Menurut lelaki lulusan Universitas Nasional jurusan Fisip tahun 1982 ini, pengembangan Islamic village awalnya hanya 12 hektar, sekarang luasnya sudah mencapai 120 hektar. “Kami mensyaratkan muslim yang menjadi penghuninya,” tuturnya.

Saat ini, hunian di Islamic village sudah mencapai 1.280 kapling  dan perumahan. Akbar juga mengembangkan kawasan yang sama dengan nama produknya Vila Ilhami seluas 26 hektar tak jauh dari Islamic village.

Tak hanya itu, Akbar juga tengah mengembangkan hunian Islami dalam bentuk apartemen sebanak 200 unit dengan ketinggian 22 lantai dengan nama Apartemen Medina yang lokasinya tidak jauh dari Islamic village.

Di kawasan Islamic village saat ini telah ada lembaga pendidikan mulai dari Taman Bermain hingga perguruan tinggi. Sehingga kawasan ini benar-benar memberikan fasilitas yang memudahkan para penghuninya untuk kebutuhan sebuah keluarga.

Untuk pengembangan bisnisnya ini, Akbar juga membangun hunian islami di Jakarta Barat, Pekanbaru, Bandung, Sawangan Depok. Bahkan sedang dijajaki pembukaan di Medan, Curug dan beberapa tempat lainnya.

Menurut Akbar, bisnis properti ini bagian dari ibadah kepada Allah. Upaya untuk menciptakan kawasan di dalamnya orang-orang beriman. Dengan berbagai fasilitas, seperti masjid, mushola, sentral ekonomi, sekolah, rumash sakit, klinik, taman bermain, akses jalan.

“Posisi masjid selalu di depan, saya berharap sebagai rujukan umat Islam. Di sinilah kita mengajak dan mengkondisikan agar menjadi hunian yang islami. Beriman dan bertaqwa,” ungkapnya.  Sementara mushola-mushola berada di dalam dengan satu ustadz pembimbing.

Pesatnya bisnis properti yang ia kembangkan tak melupakan Akbar untuk peduli dengan anak-anak yatim yang membutuhkan uluran tangan dalam pendidikan. Saat ini sudah ada sekitar 200 anak yatim yang nyantri di kawasan Islamic village. Mereka juga mengikuti pendidikan di sekolah namun bermukim di asrama, layaknya sebuah pondok pesantren.

Tak Tamat Gontor Karena Sakit

Islam Akbar Nasution pernah nyantri di Pondok Modern Gontor hingga kelas dua. Harapan almarhum KH. Junan Helmy Nasution yang ingin anaknya bisa samapi tamat mondok di Gontor harus kandas karena sakit yang diderita anaknya, Akbar.

Saat itu, Akbar yang memiliki alergi debu pada matanya harus beberapa kali operasi mata. Proses pengobatan dan pemulihan ini menyita waktu sehingga ketinggalan pelajaran dan kegiatan di pondok. Setelah dua kali operasi, akhirnya sang ayah memutuskan untuk memindahkan anaknya di sekitar Jakarta.

Meskipun hanya beberapa tahun di Gontor, Akbar merasakan pendidikan yang ditanamkan oleh para kiai dan ustadz banyak memberikan motivasi saat berada di luar pondok. Wejangan para kiai telah ikut mewarnai pemikirannya.

Setelah dari Gontor, Akbar sekolah di madrasah tsanawiyah di Istiqlal. Di mana salah satu pendiri madrasah ini adalah almarhum KH. Junan Helmy Nasution. Setelah mendapatkan ijazah tsanawiyah, ia melanjutkan ke SMA, lalu berlanjut ke Universitas Nasional jurusan Fisip. [FR]

 

 

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Indonesia Raih Juara Dua Tahfidz 30 Juz Internasional

SUARAMASJID| Yordania–Indonesia patut berbangga karena salah satu putri terbaiknya, Rifdah Farinah, berhasil meraih peringkat 2 …

Sempat jadi Marbot Masjid Mujahidin Pamulang, kini Udin Mengejar Profesor

SUARAMASJID| Pamulang – “Mimpi, seperti mimpi. Benar-benar tidak menyangka,” ucap Udin Ahidin (42) setengah menangis. …

Translate »