dokumen

Eksotiknya Pulau Merah dan Teluk Hijau di Banyuwangi

Meski tak seekstrim ombak di G-Land atau Pantai Pelengkung di Banyuwangi, namun pantai yang melengkung ini tak kalah indah pemandangannya bagi sahabat yang ingin belajar selancar. Inilah Pulau Merah, satu di antara beberapa pantai indah di ujung timur pulau Jawa, Banyuwangi.

Pulau Merah berjarak sekitar 80 km dari kota Banyuwangi. Akses menuju lokasi tidak membingungkan, adanya rambu-rambu petunjuk di jalanan menuju Pulau Merah memudahkan wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai.

Jika menggunakan angkutan umum dari Banyuwangi, wisatawan bisa naik jurusan Pesanggaran, turun di pasar Pesanggaran, setelah itu menyewa ojek menuju Pulau Merah. Dari arah Jember bisa turun di terminal Jajag lalu naik bis menuju Pesanggaran.

Pantai yang berlokasi di Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran ini memang menyimpan potensi yang luar biasa dan sedang banyak dibicarakan para wisatawan. Tak heran jika pada akhir Mei lalu, di pantai ini digelar Banyuwangi International Surfing Competition 2014.

Pulau Merah memiliki ciri khas yang mudah diingat, berpasir putih kecoklatan dengan garis pantai sepanjang ±3 km ini dipadu dengan bukit kecil menjulang tinggi di ujung pantainya. Bukit ini dipenuhi batu karang di bawahnya.

Saat matahari terbenam akan tampak pancaran sinar yang berwarna jingga kemerahan dari balik bukit itu. Itulah sebabnya dinamakan Pulau Merah. Pulau Merah memiliki ombak setinggi 2-3 meter yang bisa dijumpai pada bulan April hingga bulan September, namun tidak seExtrim ombak di Pantai Pelengkung.

Bagi pecinta fotografi, Pulau Merah menyajikan pemandangan sunset dibalik bukit kecil yang ada di pantai. Saat liburan, tempat ini semakin ramai dikunjungi masyarakat. Menurut Jero Made Suparta Karang, President Indonesian Surfing Asociation, Pulau Merah punya daya tarik yang tak kalah dengan Plengkung maupun Bali. Pulau Merah kini menjadi alternatif baru untuk berselancar, selain Pantai Plengkung di Taman Nasional Alas Purwo yang lebih dulu populer.
Kelebihan itu, kata dia, antara lain pada ombaknya yang bisa menjadi tujuan peselancar pemula, amatir dan profesional dengan ketingian rata-rata dua meter. Berbeda dengan Pantai Plengkung atau G-Land yang hanya bisa dinikmati oleh peselancar profesional.

“Kalau Plengkung, selain aksesnya sulit juga tidak bisa melibatkan masyarakat,” katanya yang turut hadir di Kompetisi Surfing Internasional di Pulau Merah, Jumat 24 Mei 2013.

Dia mendorong Pemerintah Banyuwangi untuk lebih gencar mempromosikan Pulau Merah. Selain berselancar, jenis olahraga lain seperti volli pantai dan paralayang bisa dikembangkan untuk semakin menarik wisatawan.
Teluk Hijau Sajikan Air nan Hijau

Selain menyajikan indahnya pantai Pulau Merah, Pesanggaran juga menyajikan Green Bay atau Teluk Ijo (Teluk Hijau) tepatnya di desa Sarongan. Lokasi Teluk Hijau 10 km lebih jauh dari Pulau Merah, sekitar 90 km arah selatan dari kota Banyuwangi. Untuk menuju pantai ini dari Banyuwangi kita tinggal mengikuti petunjuk arah menuju Pesanggaran-Sarongan-Sukamade yang masih satu jalur dengan rute menuju pantai sukamade Taman Nasional Merubetiri.

Teluk Hijau memiliki keunikan pasir putih yang halus dan mudah melekat di kulit. Teluk yang memiliki panorama air laut berwarna hijau dengan hamparan pasir putih dan air terjun setinggi 8 meter. Diujung barat dan timur juga terdapat batuan karang. Memiliki air laut yang jernih dan berwarna kehijauan dan suasana yang asri membuat siapapun yang melihatnya merasa kagum.

Disini kita bisa berenang atau sekedar bermain air dipantainya. Di sisi timur ada sebuah air terjun air tawar dengan debit yang sedang dan biasa dipakai uuntuk membilas badan selepas berenang di pantai. Untuk yang suka camping dilokasi ini juga cukup bagus untuk mendirikan tenda.

Untuk menuju Green Bay, memang cukup menantang. Pasalnya pengunjung akan disuguhi trip sepanjang hutan, sekitar 1-2 jam dengan berjalan kaki. Selain itu pengunjung juga harus selalu waspada karena akan melalui jalan setapak. Terlebih, kanan kiri jalan adalah jurang.

Cara lain dengan naik perahu selama sekitar 15 menit. Namun untuk menyusuri pantai selatan dibutuhkan nyali besar, pasalnya keganasan ombaknya. Jika naik perahu, dijamin sesampainya di teluk hijau, pakaian akan basah oleh air laut, karena terguyur ombak yang kadang bisa mencapai dua hingga tiga meter. Tinggal Anda memilih yang mana. [FR]

 

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Potensi Wisata Halal dalam Meningkatkan Ekonomi Islam

SUARAMASJID| Cirebon–Industri halal berkembang pesat di dunia. Bisnis yang berbasis pada sistem ekonomi Islam ini …

Bersama IITCF dan SAPUHI, Travel Muslim Bedah Destinasi Wisata Eropa

SUARAMASJID| Jakarta–Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) bekerjasama dengan Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) menyelenggarakan …

Translate »