Efektivitas Audit Syariah di Lembaga Keuangan Syariah

Oleh : Muhammad Naufal Romadhon, Mahasiswa STEI SEBI

SM–Perkembangan sistem ekonomi islam sudah mulai diterapkan baik dalam setor perbankan sampai merambat pada sektor keuangan lainnya seperti asuransi dan pasar modal. Tidak hanya di negara islam sistem ini sudah diterapkan diberbagai belahan dunia dan terdapat lebih 200 lembaga keuangan islam telah beroperasi menerapkan sistem ini.

Audit syariah merupakan sebuah tindakan pengumpulan dan menilai bukti untuk memberikan pendapat tentang informasi yang dikumpulkan dalam kegiatan dan operasi suatu perusahaan untuk memenuhi kriteria syariah. Lembaga keuangan syariah membutuhkan audit syariah untuk membangun kepercayaan penopang kepentingan dalam kepatuhan syariah terhadap kegiatan keuangan islam. Dalam hal ini audit syariah melakukan praktik audit dengan melihat informasi keuangan dan dari lembaga keuangan syariah.

Para ahli menganjurkan audit syariah sebagai mode jaminan kepatuhan syariah Dalam konteks legitimasi keagamaan lembaga keuangan syariah, operasi Lembaga keuangan Syariah, memastikan hak dan perilaku yang tepat dari kegiatan yang sesuai Syariah,  memeriksa kesehatan sistem kontrol internal, dan menilai prosedur masing-masing produk sehingga dapat memastikan kepatuhan Syariah.

Menurut (AAOIFI,2017) sebagai kinerja sebagai kinerja pekerjaan audit syariah internal seperti kemampuan merencanakan, pelaksanaan, mendokumentasikan informasi dan temuan audit syari’ah, kemampuan membuat rekomendasi, angka laporan berulang, tindak lanjut dan evaluasi sejauh mana kepatuhan syariah dengan Islam Aturan dan prinsip syariah, Fatwa, pedoman dan instruksi oleh DPS IFI. Dengan meningkatkannya suatu kinerja yang relevan dapat mencapai tujuan IFI jika efektivitas internal audit syariah sebagai kemampuan auditornya. Hal ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal yang dapat dilihat dari kemandirian suatu perusahaan, profesionalisme prestasi maupun kompetensinya dalam merencankan melakukan serta melaporkan proses kinerja internal audit syariah.

Landasan syari’ah dari pelaksanaan audit syari’ah dapat dirujuk pada penafsiran Q.S. Al-Hujurat (49) ayat 6: Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. Ayat tersebut menegaskan pentingnya pemeriksaan secara teliti atas sebuah informasi karena ini akan menjadi tanggung jawab bagi umat islam terutama yang mengaudit sebuah lembaga keuangan.

Fungsi audit syariah Memberikan penilaian independen terhadap kualitas dan efektivitas Pengendalian internal IFI, sistem manajemen risiko, proses tata kelola serta secara keseluruhan kepatuhan operasi, bisnis, urusan dan kegiatan IFI dengan Syariat. Penilaian atas audit syariah termasuk pemeriksaan kontrak, kebijakan, transaksi, laporan keuangan, memorandum, perjanjian, laporan atau dokumen hukum lainnya yang dianggap sebagai tulang punggung bisnis apa pun. Diperlukannya audit syariah yang efektif juga memberikan urgensi bagi regulator untuk membuat kerangka dan pedoman kerja yang kuat bagi lembaga keuangan syariah untuk mengimplementasikan audit syariah dengan benar.

Institute of Internal Auditor (IIA) mendefinisikan audit syariah yang efektif  sebagai audit internal yang efektif. Hal ini diartikan bahwa sejauh mana fungsi audit syariah mencapai tujuan yang ditetapkan untuk memastikan sistem kontrol internal yang efektif untuk kepatuhan syariah sebagaimana diuraikan oleh kerangka kerja tata kelola syariah aut sharia governance framework (sgf). Audit syariah yang efekrif dapat  menjalankan kegiatan dan operasi keuangan islam sesuai dengan syariah dengan memberikan jaminan yang masuk akal. Auditor syariah pada lembaga keuangan islam tidak hanya harus memiliki pengetahuan terkaid syariah, namun juga perlu memiliki kertampilan serta peltihan.

Dalam kerangaka audit syariah memiliki peran yang penting dalam peninjau tujuan lembaga keuangan syariah dengan memeriksa resiko ketidak patuhan syariah yang dapat di temukan dalam efektivitas dan pengoprasian. Dengan demikian efektifitas audit syariah dengan beberapa jurnal-jurnal lainnya, beberapa  faktor tersebut yang berpengaruh signifikan terhadap audit syariah. Adapun faktor tersebut meliputi faktor internal dan ekternal, struktur, proses dan persyaratan audit syariah internal. Fungsi audit audit syariah yng efektif sangan penting untuk membantu lembaga keuangan islam dan secara efektif meningkatkan akuntabitas dan integritas lembaga keuangan islam.

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Bangun Ekonomi Umat, Global Wakaf Gandeng YP3I Garap 500 Hektar Lahan

SM| Jakarta. Global Wakaf-ACT meluncurkan program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia (MPPI). Program ini diluncurkan sebagai …

Ummat TV Peduli Salurkan Waqaf Al-Qur’an untuk Penghafal Pemula

SM-Jakarta–Lembaga kemanusiaan Ummat TV Peduli menyalurkan wakaf Al-Qur’an khusus untuk pemula. Al-Qur’an ini disusun untuk …

Translate »