Delapan Manfaat Menulis

Malang, MPI News — Menulis merupakan hal sering didengar dan dianjurkan bagi kalangan mahasiswa. Tentu saja. Karena mahasiswa merupakan suatu kalangan yang memiliki tingkat keilmuan tinggi. Hal itu menunjukan bahwa keilmuan tersebut harus diaplikasikan. Apakah kita hanya terus mengejar konsep dan konsep selalu dalam kehidupan kita ini?

Bila kita hanya terus mengandalkan teori apa gunanya? Apakah itu bermanfaat? Apakah manfaat ilmu tersebut bagi kita bila kita tidak menerapkanya! Kita mestinya wajib menerapkanya karena mahasiswa adalah motor penggerak yang potensial di bidang teknologi dan pendidikan.

Tentu salah satu jawabanya adalah dengan kita menulis. Dengan menulis maka keilmuan kita akan jauh lebih berguna bagi orang lain. Bagaimana orang dapat mengetahui bahwa kita telah menemukan ini dan itu bila tidak ditulis. Bila temuan itu ada di otak kepala kita lantas apakah mereka orang lain harus membaca pikiran kita sebelum mengakui kita sebagai penemunya? Tentu disinilah fungsi kita menulis selain kita dapat diberikan pengakuan maka ilmu tulisan kita juga bias menjadi suatu refrensi bagi orang lain bilainginmenelitisesuatu.

Bagi saya terdapat delapan manfaat menulis. Pertama, kalau kita ingin menulis menimbulkan rasa ingin tahu (curiocity) dan melatih kepekaan dalam melihat realitas di sekitar. Kepekaan dalam melihat suatu realitas lingkungan itulah yang kadang tidak dimiliki oleh orang yang bukan penulis.

Kedua, dengan kegiatan menulis mendorong kita untuk mencari referensi seperti buku, majalah, koran, jurnal dan sejenisnya. Dengan membaca referensi-referensi tersebut tentu kita akan semakin bertambah wawasan dan pengetahuan kita tentang apa yang akan kita tulis.

Ketiga, dengan aktivitas menulis, kita terlatih untuk menyusun pemikiran dan argument kita secara runtut, sistematis dan logis sehingga tulisan kita lebih mudah untuk dipelajari dan menimbulkan suatu manfaat refrensi atau bahkan munculnya ide-ide baru yang brilian sehingga ilmu kita akan terus bermanfaat walau kita telah tiada.

Keempat, dengan menulis secara psikologis akan mengurangi tingkat ketegangan dan stress kita. Segala uneg-uneg, rasa senang, atau sedih bisa ditumpahkan lewat tulisan di mana dalam tulisan orang bias bebas menulis tanpa diganggu atau diketahui oleh orang lain.

Kelima, dengan menulis dimana hasil tulisan kita dimuat oleh media massa atau diterbitkan oleh suatu penerbit kita akan mendapatkan kepuasan batin karena tulisannya dianggap bermanfaat bagi orang lain, selain itu juga memperoleh honorarium (penghargaan) yang membantu kita secara ekonomi.

Keenam, dengan menulis dimana tulisan kita dibaca oleh banyak orang (mungkinpuluhan, ratusan, ribuan, bahkanjutaan) membuat sang penulis semakin popular dan dikenal oleh public pembaca.

Ketujuh, dengan menulis dapat membantu penulis untuk terus mengembangkan tulisanya berupa suatu produk. Produk tersebut bila telah mencapai tingkatan kebergunaan yang tinggi dan dibutuhkan oleh pasar secara nyata maka memungkinkan menjadi suatu peluang usaha baik ada persahaan yang memproduksi barang kita sehingga kita mendapatkan uang karena barang tersebut hak ciptanya berada di penulis. Maupun bila penulis ingin langsung berwirausaha mendirikan perusahaan yang memproduksi barang tersebut sehingga memudahkan penulis mengembangkan jiwa entrepreneur-nya.

Kedelapan, bila produk tersebut laku di pasaran maka selain kita mendapatkan keuntungan uang dari hasil produk tersebut, kita juga dapat membantu masyarakat atau pemerintah secara langsung untuk mengatasi suatu masalah sehingga disini otak kita dan jerih payah kita akan dihargai oleh semua orang dan menjadi pundi-pundi rupiah yang potensial karena kita dapat mengmbangkan usaha tersebut sehingga tidak hanya terpatok menjadi karyawan terus dengan kenaikan gaji yang membutuhkan waktu yang sangat lama.

Sangat banyak bukan manfaat kita menulis. Mengapa harus ragu terhadap menulis? Dengan menulis maka kita dapat mengabdikan diri kepada masyarakat. Tentu dengan semboyan “Jangan Tanya Apa Yang Negara Berikan Untukmu Melainkan Apa Yang Dapat Kamu Berikan Untuk Negara” menjadi suatu bumerang. Kita pun juga akan dapat kehormatan yang luar biasa bila kita bermanfaat untuk orang lain. Bukankah itu yang kita cari sebagai mahasiswa? Apakah kita tidak malu hanya membanggakan diri kita sendiri? Tentu akan lebih terlihat seperti “sombong” dengan kita berprestasi maka kita tidak perlu menunjukan dan membanggakan prestasi kita kepada orang lain melainkan orang lain akan bangga dan takjub dengan sendirinya dengan prestasi kita. Jadi tunggu apalagi wahai teman seperjuanganku sesama mahasiswa mari kita menulis. Karena manfaat yang sangat besar. [mpi.or.id]

Penulis, Mochammad Iskandar Ardiansyah Rochman, mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih
Translate »