Bupati Kutai Timur Membuka MTQ di Masjid Al Faroek

KUTAI TIMUR (SM)–Bupati Kutai Timur Ir. H. Ismunandar, membuka secara resmi  acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Masjid  Al Faroek, Bukit Pelangi Agung Sangatta. Pembukaan ditandai dengan menabuh Tamborin, dampingi Wakil Bupati Kasmidi Bulang.

Pra acara segera dimulai, dengan mengawali persembahan Tari Sekapur Sirih, yang merupakan adat Masyarakat Kutai Kartanegara dalam penyambutan tamu, dengan diiringi tarsul atau sajak yang menceritakan sukacitanya atas kehadiran Bupati Kutai Timur H. Ismunandar dan rombongannya pada acara Pembukaan MTQ ini.

Ketua LPTQ Kutai Timur Drs. H.Mugeni dalam laporannya mengatakan bahwa  peserta MTQ XII Kutai Timur, terdiri dari 1180 orang kafilah, Tilawah 126 orang, Fahmil 42 orang, Syarhil 42 orang, Hifdil 23 orang, Kaligrafi 76  orang, Tafsir 14 orang dan Musabaqah Menulis Al Qur’an sebanyak 19 orang,

“Jadi total yang ikut bertanding adalah 300 orang. Dewan hakim 78 orang dan 18 panitera. Dewan Hakim  diketuai oleh KH. Gusti Samad, BA serta ucapan  terimakasih yang sebesar besarnya kepada semua masyarakat Kutai Timur yang telah mensukseskan MTQ ini, kami berharap agar dapat menyaksikan pembukaan MTQ sampai selesai,” katanya seperti dikutip kemenag.go.id (19/4).

Fahmi Rasyad, Kepala Kantor Kementerian Agama Kutai Timur memberikan sambutan bahwa: “MTQadalah sebagai forum silaturahmi kaum muslimin dengan menampilkan semangat persatuan dan perlombaan untuk meningkatkan kecintaan terhadap Alquran agar memahami makna dan isinya, serta dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari hari.

Yang saya amati sekarang bahwa pengembangan MTQ masih pada tahap seni, namun belum pada tahap pelaksanaan. Maka kita harus cermati mencari solusinya, agar Al-Qur’an dapat diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Bupati Kutai Timur H. Ismunandar mengucapkan, “Selamat bertugas bagi dewan hakim dan panitera semoga pelaksanaan MTQ sukses dan berkah, serta mengatakan agar pelaksanaan MTQ tahun depan akan dilaksanakan di kecamatan, agar kemeriahan MTQ dirasakan di kampung. Adapun penunjukannya kami serahkan kepada ketuaLPTQ,” katanya.

Kenapa dikembalikan ke kecamatan? Karena kita ingin tahu bagaimana masyarakat desa dan kecamatan sebagai subjek gerakan desa membangun untuk kemandirian dan kedaulatan desa, tentu saja anggarannya harus dimasukan ADD ke BPD.

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Wali Kota Bogor Tinjau Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor

SUARA MASJID | Bogor–Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto meninjau kemajuan pembangunan Masjid Agung dan …

Suling

Pangdam Jaya Apresiasi Program Subuh Keliling PMJ di Masjid Cut Meutia

SM | Jakarta—Ada yang spesial di acara Subuh Keliling (Suling) Polda Metro Jaya yang dilaksanakan …

Translate »