bkmt

BKMT akan Gelar Milad Akbar ke-35 di Gelora Bung Karno

JAKARTA, SM–Memasuki Muktamar ke VIII, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) bertekad untuk memajukan kaum Muslimah. Ketua Umum BKMT, Prof Dr Tutty Alawiyah AS menegaskan kaum perempuan tidak lagi bisa dianggap sebagai kaum kelas dua.

“Mari kita bersama melakukan upaya-upaya untuk memajukan kaum perempuan,” kata Tutty Alawiyah AS seperti dikutip Republika, Kamis (10/3).

Rektor Universitas Islam As-Syafi’iyyah (UIA) ini menyatakan Muslim dan Muslimah sejatinya dapat bekerja bersama dan berjalan beriringan. Sejajar di sini, ungkap Tutty, bukan dalam arti yang negatif. ”Perempuan tetap harus berjalan sesuai dengan yang sudah ditetapkan dalam ajaran agama Islam,” jelasnya.

Tutty menambahkan, di samping berperan di dalam keluarga, kaum perempuan juga harus mengambil peran di tengah masyarakat baik untuk memajukan perekonomian maupun sosial politik. Namun, Tutty mengingatkan kaum perempuan tetap perlu waspada dengan perkembangan zaman yang dapat merusak moral bangsa.

Selama 35 tahun, Tutty mengatakan, BKMT mendapat respon yang positif dari masyarakat. Karena, sejak awal BKMT bertujuan untuk memperkenalkan Islam yang rahmatanlil’alamin.

Untuk itu, di zaman kemajuan globalisasi ini, kata Tutty Alawiyah, BKMT ingin tetap hadir dengan mengusung Islam yang moderat dan wasatiyyah.

BKMT mengadakan acara Tasyakur Akbar Milad 35 Tahun. Peringatan tersebut terdiri dari serangkaian acara mulai tanggal 9 hingga 13 Maret 2016. Acara puncak akan dilaksakanan di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (12/3).

Ketua panitia penyelenggara Syifa Fauziah mengatakan diperkirakan ada 100 ribu jamaah yang akan hadir memeriahkan acara puncak peringatan tersebut.

“Mereka datang atas inisiatif sendiri. Ini kebanggaan kita sebagai umat Islam dan Muslimah bagi kepentingan Islam tyang rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

Syifa menyebut Presiden RI Joko Widodo dan Ketua MPR Zulkifli Hasan rencananya akan hadir memberi sambutan saat acara puncak.

BKMT lahir di Jakarta pada 1 Januari 1981 dari kesepakatan 732 majelis taklim. BKMT berangkat dari sebuah gagasan untuk menyatukan semangat dan harapan pembinaat umat melalui wadah pembelajaran yang khas dimiliki umat Islam yaitu majelis taklim. Kini, BKMT sudah tersebar di sekitar 400 kabupaten di seluruh provinsi Indonesia. [FR]

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Pengajian UAS Dihadiri Ribuan Jamaah di Yogjakarta

SM| Yogjakarta–Ustaz Abdul Shomad (UAS) hadir di Masjid Kampus Terpadu Ulil Albab Universitas Islam Indonesia …

Ustazah Oki Ceramah di Tabligh Akbar di Papua

SM| Timika–Tabligh Akbar bersama Ustazah Oki Setiana Dewi yang digelar oleh Salimah Papua dan  komunitas …

Translate »