Berkebun Kurangi Dampak dari Badai Covid

Oleh: Laelatul Zannah, (Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI)

Wabah pandemi  Covid -19 atau biasa di sebut dengan corona virus yang berawal dari kota wuhan,  china ini telah mengancam kesehatan dan perekomomian  di berbagai negara menjadi anjlok termasuk indonesia bukan hanya itu saja bahkan juga mengancam krisis pangan, krisis pangan ini di sebabkan oleh karantina (Quarantine) dan pembatasan pemasok dari negara-negara yang biasa impoor ke indonesia. Jalur distribusi pangan terputus, bahkan sempat terjadi penimbunan bahan pokok makanan , dan bahan pokok yang di pasaran harga nya melambung tinggi atau naik secara drastis/naik berapa % .

kebijakan pemerintah yang mengaharuskan warga untuk di rumah saja atau lebih tepatnya melakukan segala sesuatu dari rumah seperti( belajar,  bekerja, belanja) dan lain sebagainya.  hal ini membuat perekonomian keluarga juga terkena dampak dari covid – 19 karna sebagian dari kepala keluarga berpenghasilan/pendapatan /hari. Oleh karena itu sebagian dari ibu rumah tangga dan masyarakat umum harus berinisiatif atau harus memutar otak untuk membantu perekonomian keluarga mereka.

Ada beberapa inisiatif yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengurangi dampak ekonomi karna covid – 19:

1. Tidak panik buying

Pembelian (belilah)  bahan pangan atau kebutuhan pokok dengan secukupnya atau (jangan menimbun) atau membeli banyak barang,  apalagi bahan-bahan pokok , klau mau  stock, ya stock saja /boleh-boleh saja tapi jangan berlebihan (yang sewajarnya saja)  jangan sampai stock bahan-bahan pokok  di pasaran menipis

Panik buying ini bisa menyebabkan kelangkaan ,  dan kasian juga masyarakat kalangan bawah (kurang mampu)  mereka tidak bisa membeli persediaan makanan karna harga di pasaran melambung tinggi /naik secara drastis karena kelangkaan.

 Dilansir dari detik Finance:Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan imbauan pembatasan pembelian kebutuhan pokok sudah dicabut. Sebelumnya, barang-barang yang pembeliannya dibatasi adalah beras, gula, minyak goreng, mie instan berdasarkan inisiasi Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri.

Dilansir dari detik Finance:Sebagai informasi, sebelumnya penjualan bahan pokok dan bahan penting (Bapokting) di toko-toko swalayan dibatasi, untuk beras maksimal 10 kg, gula maksimal 2 kg, minyak goreng maksimal 4 liter, mie instan maksimal 2 dus. Permintaan tersebut tertuang pada surat Nomor:B/1872/III/Res.2.1/2020/Bareskrim tantang pengawasan ketersediaan Bapokting. Surat ini tertanggal 16 Maret 2020.

2. Berkebun

Berkebun atau menanan bahan-bahan pangan yang bisa di tanam dan dimanfaatkan dalam waktu dekat seperti berbagai macam sayur-sayuran seperti kangkung, bayam, cabai,  terong,  sawi, dan cara merawatnya juga tidak terlalu sulit yaiti dengan memberi pupuk dan di siram sebanyak 2x dalam sehari dan untuk dapat memanennya tidak butuh waktu lama  paling 20-21 hari saja dengan itu mereka (masyarakat)bisa memanfaatkan bahan makanan yang ada di kebun untuk kebutuhan pangan mereka sehari secara mandiri.

Jika tidak ada lahan tanah yang cukup besar untuk menanam  bahan pangan kita bisa mengginakan atau memanfaatka halaman depan atau halaman belakang atau bisa juga rooftop dan jikalau memang tidak ada bisa juga menggunakan pot bunga yang berukuran sedang, tentunya kitaa juga harus menyesuaikan bahan bahan yang akan kita tanam tersebut, karna kita harus. Menyesuaikan tempat atau lahan dan apa-apa saja yang akan kita tanam. tentunya bukan hanya sayur-sayuran saja masih ada bahan pangan lain yang bisa di tanam di halaman rumah seperti umbi-umbian seperti (singkong, ubi jalar), tomat,  timun,wortel dan tentunya cara merawat nya tidak terlalu sulit karna tidak jauh beda dengan aneka sayuran yaitu dengan memberi pupuk dan menyiramnya.

Dilansir dari tirdo. Id: “COVID-19 membuat kita jadi sulit berpergian, bahkan untuk mendapat bahan pangan. Tapi kami sudah siap dan punya kemandirian pangan,” kata Sigit kepada Tirto, Kamis, (16/4/2020).sigit seorang arsitek.

Dilansir dari tirdo. Id: Buku bertajuk Eating for Victory: Food Rationing and the Politics of Domesticity karya Bentley Amy (1988) menuliskan program berkebun rakyat Amerika disebut sebagai kampanye “Victory Garden”. Masa itu, orang Amerika berkebun di mana saja, atap rumah, tangga darurat, halaman belakang, di setiap lahan kosong.

Dengan berkebun kita dapat memenuhi konsumsi pangan sehari-hari dan tentu saja dapat menghemat uang untuk belanja sayur-sayuran,  dan uangnya bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih urgent atau yang lebih dibutuhkan, dan tentunya akan mengurangi sedikit pengeluaran negara untuk membeli sayur-sayuran tersebut. mungkin dengan berkebun dapat mengusir sedikit kebosanan yang ada di dalam diri kita karna kita harus berkegiatan di rumah saja. mungkin sudah saatnya untuk kita bercocok tanam atau berkebun, karna berkebun merupakan hal positif yang memiliki banyak manfaat ya salah satunya untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, mencegah datangnya penyakit,  menambah kekuatan otot tangan, dan melatih kesabaran serta kreatifitas.

3. Membayar zakat

Membayar zakat atau penuhi zakat untuk pendistribusian uang sehingga menaikan daya beli.

Dilansir dari viva news: Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin sudah mengimbau, agar sosialisasi pengumpulan zakat lebih cepat sebelum masuk bulan Ramadhan. Dengan begitu, zakat yang diperoleh maupun bantuan lain dari unsur agama, bisa cepat disalurkan ke masyaraka “Prioritas kita harus digeser sekarang. Misalnya dengan menunda rencana renovasi fisik bangunan, kecuali sangat mendesak. Fokuskan penggunaan dana yang dikumpulkan dari umat tadi, untuk membantu ekonomi masyarakat dan atau APD petugas medis,” ujar Wakil Ketua Umum PKP Indonesia, Takudaeng Parawansa atau Keke, dalam siaran persnya, Rabu 22 April 2020.

Dengan adanya covid-19/ corona virus ini kita tidak boleh menyerah justru kita harus tetap semangat dan selalu berjuang dalam menjalani hidup. “Karena badai pasti berlalu”. []

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

Dampak Covid-19 Terhadap Dunia Bisnis Di Indonesia

Oleh: Laelatul Zannah, Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI Dalam perjalanan bisnis, pasti menghadapi kendala …

Pentingnya Berhusnuzan

Oleh Laelatul Zannah , Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI Husnudzan adalah berbaik sangka terhadap …

Translate »