Begini Cara Masjidil Haram Cegah Jamaah Terpapar Covid-19

SM | Mekah– Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bakal segera dibuka untuk seluruh umat Muslim. Namun agar terhindar dari paparan virus corona (COVID-19), nantinya semua jamaah yang ingin beribadah ke tempat suci tersebut harus melewati gerbang sterilisasi.

Dilansir dari laman Alyaum pada Kamis (7/5/2020), petugas dari Badan Urusan Teknis dan Layanan telah memperkenalkan alat canggih tersebut di gerbang Masjidil Haram dan siap digunakan oleh jamaah.

Gerbang bekerja dengan cara mengalirkan semprotan antiseptik ke tubuh jamaah. Alat canggih tersebut juga dilengkapi kamera termal yang berfungsi mendeteksi suhu tubuh beberapa orang secara bersamaan dari jarak 6 meter.

Kamera itu dilengkapi dengan layar pintar yang dapat menunjukkan hasil deteksi terhadap suhu jamaah. Dilaporkan kamera itu sanggup membaca suhu tubuh sejumlah jamaah dalam waktu sekitar 1 detik.

Peruntukan gerbang sterilisasi itu bukan hanya bagi jamaah, namun juga juga petugas Masjidi Haram yang bekerja setiap hari.

Sebelumnya dilaporkan Imam Masjidil Haram Syekh Abdurrahman Al Sudais telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mencegah penularan virus corona. Contohnya, meresmikan program penyuluhan “Bersama Kita Antisipatif” dengan sasaran petugas yang ada di Masjidil Haram.

Program ini dimaksudkan untuk memberikan penyuluhan kepada petugas di Masjidil Haram tentang prosedur pencegahan virus corona.

“Selain itu, program ini memberikan penjelasan tentang cara sehat dan tepat dalam menggunakan hand sanitizer dan memakai masker,” demikian pernyataan tertulis Kedutaan Besar Arab Saudi yang dikutip dari Okezone, Selasa (5/5/2020).

Dalam rilis itu juga dijelaskan, Al Sudais menekankan kepada seluruh jamaah maupun petugas untuk mengikuti prosedur pencegahan virus corona selama di dalam Masjidil Haram.

Lebih lanjut laman Al Arabiya melaporkan Al Sudais turun tangan langsung untuk mensterilkan Masjidil Haram dari paparan corona. Saat itu ia menggunakan alat canggih yang disebut dengan istilah ‘Ozone tech’ atau teknologi ozon.

Cara kerja alat ini yaitu memproduksi ozon menggunakan oksigen alami yang terdapat di udara, kemudian dipakai sebagai disinfektan pembasmi virus corona di permukaan Ka’bah.

Untuk diketahui gas ozon atau juga dikenal dengan istilah trioksigen, karena terdiri dari tiga jenis atom oksigen, diklaim mampu membunuh mikroorganisme seperti bakteri dan virus yang sifat oksidasinya kuat. [nk]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

MUI Minta ODP, PDP dan Positif Corona Tidak ke Masjid

SM | Jakarta– Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi mengatakan haram hukumnya …

Baitul Wakaf Launching Program Ramadhan Produktif

SM | Jakarta–Baitul Wakaf sebagai nazhir wakaf produktif dari Laznas BMH yang dibentuk Hidayatullah menggelar …

Translate »