Home / Berita Umat / Yayasan DRP Beri Bantuan Pengungi Rohingya di Perbatasan

Yayasan DRP Beri Bantuan Pengungi Rohingya di Perbatasan

SUARAMASJID| Cox’s Bazar–Memasuki kawasan kamp pengungsi Rohingya di Kutupalong, Uchiya Upazila, Distrik Cox’s Bazar, Divisi Chittagong, Bangladesh, Hj Ermi Yusfa Ketua Pembina Yayasan Daarul Rizki Pratama (DRP) seakan tenggelam dalam lautan puluhan ribu pengungsi.

Didampingi Pengawas Yayasan Ustadz M Abdul Syukur dan Ustadz M Fawaz, serta Ketua DRP Care for Humanitarian Aid M Firdaus, Relawan Dedi, dan Direktur LAZ (Lembaga Amil Zakat) Masjid Raya Batam, Syarifuddin.

Ermi merasa terenyuh melihat kondisi pengungsian dan puluhan ribu warganya. Para pengungsi tampak dekil, kuyu, kurang gizi, dan berwajah putus asa. Mereka berdesakan di gubuk-gubuk darurat yang terbuat dari bambu dan plastik dengan beralas tanah. Saat kering mereka kepanasan, ketika hujan mereka kebanjiran.

“Kita menyampaikan bantuan awal berupa 500 paket sembako untuk keluarga pengungsi di sini,” terang perempuan pengusaha itu.

Dibantu guide dari NGO (LSM) lokal dan aparat militer Bangladesh, paket sembako titipan dari para donatur yayasan DRP tersebut didistribusikan di dua blok pengungsi.

Bantuan DRP menggenapi bala bantuan dari berbagai organisasi lain untuk sekitar 30 ribu pengungsi di Kutupalong.

Tim Yayasan DRP menyapa anak-anak pengungsi, menggendong mereka, dan menengok gubuk sebagian pengungsi. Mereka juga ke Children Friendly Shelter, Ermi membagikan kerudung dan peci untuk anak-anak pengungsi yang tengah asyik bermain aneka permainan sederhana.

Dari Kutupalong, usai Dzuhur Tim Yayasan DRP bergerak ke Kamp Balukhali-1 dan Tengkali. Di Balukhali, Ermi menyerahkan bantuan berupa terpal plastik untuk alas dan atap madrasah pengungsian.

Sebanyak 75 keluarga pengungsi Rohingya baru sepuluh hari menempati pengungsian di sebelah Masjid Al Muhajirin. Mereka hanya punya satu gubuk mandi, satu gubuk kakus, dan sumur yang belum dipasang pompa tangannya.

“Kami baru sepuluh hari tinggal di sini. Kakus hanya satu, yang lainnya buang air di kali,” tutur pengungsi Asmatullah (24), sambil menunjuk gubuk kakus dan sungai kecil di dekat pengungsian.

Asmat yang cukup fasih berbahasa Inggris menambahkan, untuk mandi kaum pria menumpang di pompa tangan Masjid Al Muhajirin.

Sebagai bantuan awal, Yayasan DRP membagikan peci dan kerudung untuk anak-anak pengungsi. Ermi juga memberikan bantuan uang Taka Bangladesh kepada orangtua seorang bocah pengungsi yang menderita malgizi akut.

“Selanjutnya, insya Allah kita akan membangun musala darurat, sumur pompa tangan, dan shelter pengungsi di Tengkali ini,” ungkap Hj Ermi.

Sehari sebelumnya, Yayasan DRP mengunjungi Madrasah Taklimus Sunnah di Ramu Upazila, Cox’s Bazar. Madrasah ini menampung 200 santri pengungsi yang dibina oleh tujuh guru. Salah seorang guru adalah Penghafal Qur’an 30 juz, yang mengampu program tahfidzul Qur’an.

“Tim DRP pada saat yang sama juga sedang menyampaikan bantuan untuk warga Rohingya di Rakhine State, Myanmar,” ungkap Ermi, yang untuk misi kemanusiaan kali ini menyumbang secara pribadi senilai 20 ribu USD. Itu di luar sumbangan untuk semua biaya operasional penyaluran bantuan.

“Yayasan DRP berterima kasih kepada para donatur pribadi maupun korporat seperti BNI Syariah, Bank Syariah Mandiri, Baznas, Pemprov NTB, LAZ Masjid Raya Batam, dan lain-lain,” kata Ermi Yusfa. [FR]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Hubungi 08577-600-5001 atau Telegram @suaramasjid Terima kasih

Check Also

Kiai Nonop: Ukhuwah Islamiyah Kunci Kemenangan

SUARAMASJID| Garut–KH. Nonop Hanafi, pelopor jalan kaki saat Aksi Bela Islam beberapa waktu lalu dari …