Home / Berita Umat / UAS Titipkan Amanah Ulama & Umat ke Prabowo-Sandi

UAS Titipkan Amanah Ulama & Umat ke Prabowo-Sandi

SM| Jakarta–Melalui wawancara ekslusif yang ditayangkan televisi TVOne, Ustadz Abdul Shomad menitipkan sekeranjang amanah kepada Prabowo-Sandi. Amanah itu diberikan oleh para ulama melalui ijtima ulama, yang kemudian disambut umat.

Keranjang amanah itu isinya macam-macam. ada pisau, buah, bunga dan pena. Pisau berikan kepada anak muda supaya bisa berusaha mencari nafkah; buah berikan kepada anak-anak supaya tumbuh sehat; bunga berikan kepada perempuan untuk disampaikan kepada suaminya; berikan pena kepada ulama agar bisa menulis ilmu dan nasihat. Jangan berikan pisai kepada anak-anak, nanti ada yang terluka.

Dalam sesi wawancara ekslusif yang disiarkan TVONE UAS juga menyampaikan pesan dan harapan dari banyak ulama dan umat selama berkeliling menyampaikan dakwah dan takbir Akbar.

Sebenarnya, jelas UAS, sejak awal saya mengikuti ijtima ulama. ”Masalahnya, saya kan manusia biasa. Bisa saja ada pandangan mata saya yang tertipu. Tetapi, kemudian saya keluar masuk hutan, keliling Indonesia. Saya temui ulama-ulama yang tidak mashur, tapi punya mata batin yang bersih dan kasaf. Saya biarkan mereka membaca sendiri situasi. Ternyata, dimana-mana mereka membisikan nama Prabowo.”

Ada ulama di pedalaman, namanya tidak masyhur, tapi punya mata batin yang tajam dan kasaf. Dia sangat wara, tidak pernah mau makan beras yang dibeli di pasar, karena takut riba. Hanya minum dari air sumur yang digali. Tidak mau menerima tamu perempuan. Pernah ada menteri mau bertemu, ditolaknya. Nah, tambah UAS, ”ulama itu mengaku bermimpi lima kali ketemu Prabowo.”

Sambutan umat juga luar biasa. ”Di mana pun tabligh akbar berlangsung. Mereka spontan mengacungkan dua jari. Jari kan ada sepuluh, mengapa hanya dua jari?” Meski sudah berkali-kali diingatkan, massa masih saja menyampaikan isyaratnya. Sambil sholawatan mereka juga angkat dua jari.”

”Harapan dan sambutan luar biasa, daru ulama dan juga umat. Ini anugrah besar. Bisa juga jadi firnah, jika Prabowo, seandainya kelak jadi Presiden, tidak bisa berlaku adil.”

Apa pesan UAS terhadap Prabowo. UAS menjawabnya dengan bahasa tersirat. ”Duren itu kalau baru berbunga, tidak dilirik orang. Tapi begitu berbuah matang dan sudah harum, banyak orang berebut memetiknya. Ada yang berusaha mendapatkannya dengan cara melempar. Maka, berhati-hatilah, bersokap adil dan banyak dzikir mengingat Allah, supaya ada pegangan.”

Jika Allah mentakdirkan Prabowo jadi Presiden, UAS minta dua hal. ”Pertama, jangan undang saya ke istana. Kedua, jangan kasih saya jabatan. Saya orang kampung, dan sudah berkomitmen untuk menjalankan amanah kakek datuk saya. Biarlah saya berdakwah keliling kampung, keluar masuk hutan.”

Pada kesempatan itu, UAS memberikan dua hadiah buat Prabowo. Yaitu, minyak wangi dan tasbih dari batu alam Persia. Minyak wangi sebagai simbol agar Prabowo seandainya diberi amanah agar selalu menyebarkan kebaikan, menebarkan harum ke semua rakyat. Tasbih sebagai simbol agar banyak berdzikir, mengingat Allah. Jangan pakai tasbih di depan banyak otrang. Nanti dipikir pencitraan. ”Pakai tasbih untuk berdzikir setelah shalat tahajud. Dzikir terbaik adalah kalimat Laa Ilaha Illallah. Lahaula walaquwata illa billahil aliyil adzim.”

Terakhir, UAS mengajak berdo’a agar Indonesia dikarunia pemimpin yang adil, bukan pemimpoin yang khianat. Mengutip Imam Hambali, UAS mengatakan seandainya hanya boleh satu do’a, maka berdo’alah minta dihadirkan pemimpin yang adil. Imam/pemimpin yang adil bisa membawa kebaikan buat semua. Sebaliknya, pemimpin yang tidak adil membawa masalah dan kerusakan.

Berikut link videonya: https://youtu.be/wqZXuHkfiYs [fr]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Hubungi 0817-19-5001 Terima kasih

Check Also

Pernyataan Rabithah Alawiyah Terkait Pemilu 2019

SM| Jakarta–Organisasi Islam habaib se-Indonesia, Rabithah Alawiyah, mengeluarkan pernyataan resmi terkait Pemilu 2019. Ketua Umum …

Translate »