Home / Berita Umat / Tolak Internasionalisasi Haramain, Ulama Indonesia Dukung Saudi tetap sebagai Khadimul Haramain
Dubes Arab Saudi bersama para Ulama di Jakarta, Selasa (27/2/2017). Foto: Furqon

Tolak Internasionalisasi Haramain, Ulama Indonesia Dukung Saudi tetap sebagai Khadimul Haramain

SUARAMASJID| Jakarta – Sebanyak 35 ulama dan tokoh dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam seluruh Indonesia bersilaturahim dengan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Mohammad Abdullah Alshuaibi di Rumah Dubes, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa malam (27/2/2018). Silaturahim ini sekaligus menyampaikan sikap penolakan para ulama dan tokoh atas isu Internasionalisasi Haramain dan memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tetap menjadi Khadimul Haramain Asyarifain (Pelayan dua kota suci, Makkah dan Madinah).

Sejumlah ulama dan tokoh yang hadir tampak diantaranya; Wakil Ketua Umum MUI yang juga Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas, Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori, Wasekjen MUI Zaitun Rasmin, Ketua Umum DDII Moh. Sidik, Ketua Umum Matlaul Anwar KH Sadeli Karim, mantan Ketua Umum KH Maman Abdurahman, Pengasuh Pesantren Daarut Tauhid KH Abdullah Gymnastiar, Ketua Umum Persatuan Umat Islam (PUI) Nazar Haris, Ketua MIUMI DKI Jakarta Fahmi Salim, Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Prof Dr. Musni Umar dan sejumlah nama lainnya dari berbagai penjuru Tanah Air.

“Malam hari ini merupakan malam yang sangat bahagia, kami menerima lebih dari 30 lembaga ataupun tokoh Islam yang hadir pada malam ini,” kata Dubes Osamah.

Kedatangan para ulama serta tokoh umat Islam ini dalam rangka menyampaikan sikap berupa penolakan terhadap upaya internasionalisasi dua tanah suci yakni Kota Makkah dan Madinah.

Dubes Osamah menuturkan, upaya tersebut coba dilakukan melalui sebuah klaim dalam konferensi yang dihadiri lembaga dari Malaysia maupun India, di mana mereka (Malaysia dan India) tidak punya urusan untuk berbicara disini dan tentu ini bertentangan dengan umat Islam indonesia.

“Umat Islam Indonesia menolak internasionalisasi penanganan ibadah haji ini dan upaya itu merupakan deklarasi permusuhan yang kami tolak dengan keras dimana dua tanah suci yang dikelola oleh Arab Saudi yang merupakan pelayan dua kota suci,” jelasnya.

Selanjutnya bagi Kerajaan Arab Saudi sendiri, dukungan dari Umat Islam Indonesia ini merupakan refleksi untuk menolak upaya yang dimotori Iran dan Qatar.

Dubes Osamah mengutarakan di hadapan para wartawan, “Apa yang disampaikan para tokoh ini dimana mereka datang dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Sumatra dan Bali ini adalah suatu refkeksi pernyataan bersama Arab Saudi, mereka menolak upaya internasionalisasi haji dimana ini merupakan tindakan permusuhan yang dimotori atau dilakukan oleh Iran maupun Qatar.”  (azm)

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Hubungi 0817-19-5001 Terima kasih

Check Also

BNI Syariah Gelar Pelatihan Manajemen Optimalkan Fungsi Masjid

SM| Pekanbaru–Pelatihan managemen masjid berupa pengelolaan keuangan, organisasi, penyusunan program dan pengembangan usaha yang diinisiasi …

Translate »