Home / Berita Umat / Syaikh Yusuf Estes, Ustadz yang Humoris dan Penggemar Kopi
Syekh Yusuf Estes

Syaikh Yusuf Estes, Ustadz yang Humoris dan Penggemar Kopi

SUARAMASJID| Jakarta–Mubaligh kondang asal Texas, Amerika Serikat, Syeikh Yusuf Estes telah tiba di Jakarta untuk melakukan safari dakwah di Surabaya, Balikpapan dan Jakarta.

Pada Sabtu sore (17/03), Yusuf Estes hadir di Pesantren Daarul Quran Tangerang, Banten. Kedatangannya disambut langsung oleh Ustaz Muhammad Yusuf Mansur.

Ahad sore, 18 Maret 2018, Yusuf Estes bersama Perhimpunan Sahabat Dakwah Internasional (SDI) menggelar konferensi pers di sebuah hotel di kawasan Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Ada yang unik. Penceramah yang dikenal sebagai “funny syeikh” alias syekh yang lucu ini ternyata benar-benar “lucu”. Ia sangat akrab dan hangat wartawan yang baru berjumpa sekalipun. Bukan hanya itu, Yusuf ternyata seorang penggemar kopi.

Sesaat sebelum jumpa pers dimulai, Yusuf sempat menyeruput kopi khas Indonesia terlebih dahulu. “Nice coffee,” kata Yusuf setelah menyeruput kopi Indonesia, sesaat sebelum menjawab pernyataan para wartawan.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Sahabat Dakwah Internasional (SDI), Bukhari Al Wahid mengatakan, selain dikenal sebagai mubaligh yang berselara humor, Syekh Yusuf ternyata juga sangat suka terhadap kopi Indonesia.

“Ternyata bukan lagi suka, gila dengan kopi. Tadi kita perkenalkan dengan dua kopi kita terbaik, kopi Luwak dan Toraja, dia sangat happy,” ujar Ustaz Bukhari saat ditemui usai konferensi pers di Jakarta, Ahad (18/3/2018) sore.

Dalam konferensi pers yang berlangsung selama kira-kira satu jam, Yusuf berbicara panjang lebar tentang Islamophobia, perkembangan dakwah Islam di Amerika Serikat serta soal toleransi. Ia juga sempat menyinggung tentang kepemimpinan di Pakistan.

Yusuf Estes terlahir dengan nama Joseph Estes lahir pada 1 Januari 1944 di Midwest, Amerika Serikat. Ia lahir dari keluarga Kristen yang taat. Keluarganya secara turun-temurun membangun gereja dan sekolah di AS.

Ia menempuh pendidikan dasar di Houston, Texas. Semasa kecil, ia selalu menghadiri gereja secara teratur. Ia dibaptis pada usia 12 tahun di Pasadena, Texas.

Keingintahuannya yang besar terkait ajaran Kristen membuatnya ingin mengunjungi gereja-gereja lain. Ia datangi gereja Metodis, Episkopal. Nazareth, Agape, Presbyterian dan lainnya.

Tak hanya itu, Estes juga mempelajari agama lain seperti Hindu, Yahudi, dan Buddha. “Saya tidak menaruh perhatian serius pada Islam. Inilah yang banyak ditanyakan oleh teman-temanku,” kenang dia.

Uniknya, ia justru kemudian masuk Islam dan meninggalkan agama lamanya. Estes masuk Islam pada 1991. Ia adalah pendiri dan presiden Guide US TV, saluran TV satelit dan TV free-to-air, yang menyiarkan program tentang Islam. [FR]

Sumber: Suara-Islam

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Hubungi 0817-19-5001 Terima kasih

Check Also

MIUMI: Ormas Islam Harus Buat Roadmap Perjuangan bagi Kejayaan Umat

SUARAMASJID| Jakarta–Ribuan umat Islam berkumpul di Masjid Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta pada Sabtu (01/12/2018) …

Translate »