Home / Telaga Hikmah / Shalat Menjadi Kebutuhan

Shalat Menjadi Kebutuhan

Ustadz H. Emil Azman Sulthani

Di bulan Rajab terdapat peristiwa yang dialami Nabi Muhammad SAW, yaitu beliau diisra’mi’raj-kan oleh Allah SWT. Pada waktu inilah beliau menerima perintah shalat lima waktu seperti yang kita lakukan sekarang ini, dan mengalami kejadian-kejadian lainnya yang merupakan keistimewaan Rasullah sebagai tamu Allah.

Peristiwa isra’ mi’raj merupakan salah satu tanda kebesaran Allah yang telah diperlihatkan kepada hamba kesayangannya, di tengah kegalauan lahir dan bathin Nabi dalam perjuangan mendakwahkan dan menegakkan agama Islam kepada umatnya. “ ….. agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) Kami …. “ (QS. Al Isra’ [17]: 1) dan “Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar” (QS. An Najm [53]: 18).

Menurut para ulama tauhid, perintah shalat sebagai salah satu oleh-oleh nabi dalam isra’ mi’raj ini, merupakan seruan Allah kepada umat Muhammad agar selalu mengikuti ajaran dan syari’at Islam ini dengan ikhlas dan mengakui keberadaan Allah di setiap nafas kehidupan, sebagai manifestasi ajang pembaruan iman, permintaan ampun dan pertaubatan kita kepada Allah. Dari hadits Rasulullah, amalan yang pertama dihisab nanti di hari kiamat adalah shalat, apabila shalatnya bagus maka baguslah seluruh amal kita. Begitulah esensinya perintah shalat ini.

Perintah shalat yang diterima Rasulullah dimaksudkan untuk mencapai kebaikan dan keindahan alam pikiran manusia. Shalat yang kita lakukan ini, adalah untuk mengingat-Ku, kata Allah. Sudah banyak riset ilmiah serta penelitian baik yang dilakukan oleh peneliti muslim maupun non muslim yang menyatakan bahwa gerakan shalat ini merupakan suatu gerakan yang indah dan sempurna, baik dari segi kesehatan dan kebugaran anatomi manusia, apalagi gerakannya juga merupakan ibadah dan penghambaan kepada Allah yang mencakup niat, perbuatan dan perkataan serta bacaan.

Dengan adanya perintah shalat dalam isra’ dan mi’raj ini, diharapkan membangkitkan, menghidupkan akal, renungan, pemikiran, ingatan, pemahaman dan perhatian kaum muslimin akan ketergantungan kepada Allah. Shalat hendaknya memantapkan hati dan pikiran dalam keimanan untuk membersihkan diri dari dosa dan kesalahan setiap saat. Semuanya itu bermuara kepada keimanan yang teguh tanpa ragu dan berserah diri kepada Allah.

Berkaca dan berkontemplasi dari firman Allah, sabda Rasulullah dan realitas terkini, ada beberapa hikmah perintah shalat dalam isra’ dan mi’raj kepada Rasulullah. Pertama, memahami perintah shalat dengan iman sebab kalau ditanggapi dengan selain iman akan terjadi diskusi yang berkepanjangan yang tidak terjangkau akal dan nalar manusia. Dengan shalat maka hati menjadi tenang, karena ketenangan hati bagi mereka yang shalat merupakan janji Allah SWT. “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah dan kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat”. (QS Al Ma’aarij [70]: 19-22)

Kedua, kerjakan shalat dengan ikhlas sebagai dampak ketenangan hati yang telah dijanjikan Allah SWT. “Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam” (QS Al An’aam (6): 162). Jadikanlah shalat sebagai media penghapus kesalahan yang telah kita lakukan. Jadikanlah shalat sebagai media amal yang terbaik yang dipersembahkan kepada Allah. Karena kita yakin Allah akan membantu kita dengan menunjukkan tanda-tanda kebesaran dan keMaha Rahman dan Rahimnya kepada kita.

Ketiga, lakukanlah shalat sebagai oleh-oleh Nabi Muhammad SAW dari perjalanan isra’ dan mi’raj ini sebagai suatu kebutuhan kita bukan hanya sekadar kewajiban. Karena shalat inilah media isra’ dan mi’raj kita dengan Allah seperti yang dilakukan oleh Rasulullah. Dengan shalat kita dapat mengadukan, merintihkan serta berkeluh kesah kepada Allah terhadap segala macam problematika kehidupan kita di dunia yang fana ini.

Keempat, semakin mendorong kita sebagai orang yang beriman untuk memperdalam, mengembangkan dan mempraktikkan ilmu pengetahuan yang terkait dengan perintah shalat ini sebagai suatu persembahan amal shalih yang tiada taranya di sisi Allah SWT. Wallaahua’lam bishshawaab. 

 

Komentar

About fathur roji

Penulis dan Pengelola Media Cetak & Online, Penulis Buku Biografi. Tim Suara Masjid siap menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Masjid untuk membangun website masjid menjadi lebih update, InsyaAllah. Hubungi saya di suaramasjidkita@gmail.com, terima kasih.

Check Also

Sejuta Hikmah di Penjara

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuh. Sahabatku, hidup di dunia ini adalah kesempatan satu satunya …

Translate »