Home / Berita Umat / Ribuan Warga Dukung Umat Muslim Ibadah Jumat di Wellington

Ribuan Warga Dukung Umat Muslim Ibadah Jumat di Wellington

SM| Wellington— Saat kumandang adzan terdengar di seluruh masjid Wellington Islamic Centre, Selandia Baru Jumat (22/3), seorang pria menundukkan kepalanya dan menghapus air matanya.

Sementara di dalam masjid, pria, wanita dan anak-anak nampak berkumpul dalam keheningan. Begitu pula di luar masjid, ribuan orang berdiri dengan tangan-tangan mereka saling bergandengan, dalam keheningan juga.

“Islam selalu meminta kita untuk berteman bukan musuh, membangun jembatan, bukan tembok, berbagi, dan tidak memegang,” kata khotib Jumat dari dalam masjid saat memulai khutbahnya, seperti dilaporkan Stuff.

“Kejadian baru-baru ini di Christchurch menunjukkan kepada kita lebih penting dari sebelumnya untuk hidup dalam damai, harmoni dan kasih sayang,” kata khotib.

Setelah serangan teroris yang telah menewaskan 50 orang di Christchurch, membuat warga Wellington mulai meletakkan karangan bunga di luar masjid Kilbirnie, sebagai tanda ikut berkabung.

Bunga-bunga itu terus bertambah menjadi lautan bunga yang mengelilingi pintu masuk, menyambut orang-orang saat mereka memasuki gedung pada hari Jumat (22/3).

Mereka yang berkumpul di luar juga dengan tenang menyanyikan Māori waiata Te Aroha ketika orang-orang muslim masuk ke dalam untuk melakukan ibadah.

Kerem Caliskan mengatakan, dia tergerak untuk melihat bagaimana tanggapan masyarakat Wellington yang lebih luas. “Saya selalu merasa, bahkan sebelum serangan, kami adalah satu,” kata Caliskan.

Setelah kebaktian doa, Komisaris Polisi Mike Bush mengatakan kepada mereka yang berkumpul, bahwa polisi akan melakukan semua yang mereka bisa untuk menjaga masyarakat agar tetap aman dan bergerak maju.

“Kami akan melakukan segala yang dimungkinkan secara manusiawi untuk mencegah apa pun yang menyebabkan Anda terluka lagi,” katanya.

Sebelum kerumunan bubar, mereka yang berkumpul membentuk rantai manusia yang menyebar ke Queens Dr, di luar masjid.

Walikota Justin Lester mengatakan, bahwa wilayah Wellington yang lebih luas akan terus berjalan dengan penduduk Muslim mereka di masa depan. “Kami akan berdiri bahu-membahu denganmu,” katanya.

Pengurus masjid, Asif Koya usai ibadah mengatakan kepada mereka yang berkumpul, kembalilah kapan saja.

“Masjid ini akan dibuka untuk siapa saja,” katanya. [fr]

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Hubungi 0817-19-5001 Terima kasih

Check Also

Pernyataan Rabithah Alawiyah Terkait Pemilu 2019

SM| Jakarta–Organisasi Islam habaib se-Indonesia, Rabithah Alawiyah, mengeluarkan pernyataan resmi terkait Pemilu 2019. Ketua Umum …

Translate »