Home / Berita Umat / Rekomendasi Konstruksi Masjid Agung Belum Rampung, Pemkot Bogor Dinilai Kurang Serius

Rekomendasi Konstruksi Masjid Agung Belum Rampung, Pemkot Bogor Dinilai Kurang Serius

SM| Bogor–Pemerintah Kota Bogor belum dapat memastikan kelanjutan pembangunan Masjid Agung, di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Bogor Tengah. Alasannya, Pemerintah Kota Bogor belum juga menerima hasil rekomendasi konstruksi Masjid Agung yang tengah dianalisis oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim saat dikonfirmasi menuturkan, Pemerintah Kota Bogor masih mengkoordinasikan hal tersebut dengan  yang bersangkutan. Pihak Pemkot Bogor tidak bisa mendesak Puslitbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR, meskipun  lembaga tersebut menjanjikan akan segera mengirimkan hasil rekomendasi paling lambat sebulan setelah pengecekan fisik, Kamis, 8 Agustus 2019 lalu.

“Kita lagi koordinasikan. Kita kan posisi nunggu hasil, tunggu minggu depan saja, mudah-mudahan ada update,” kata Dedie A Rachim, Rabu, 23 Oktober 2019.

Dedie sendiri memastikan pembangunan Masjid Agung tidak bisa dilanjutkan tahun ini. Pembangunan Pembangunan akan kembali dilakukan setelah Pemerintah Kota Bogor menerima rekomendasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Kalau ada rekomendasi secepatnya, bisa saja lelang dilakukan sebelum Januari, tetepi mungkin perlu redesign atau rebudgeting,” kata Dedie.

Kurang serius

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi III DPRD Kota Bogor Zaenul Mutaqien menilai Pemerintah Kota Bogor kurang serius menyelesaikan persoalan Masjid Agung yang sudah terkatung-katung sejak 2018. Menurut Zaenul, sejauh ini  Komisi III belum menerima laporan dari Pemerintah Kota Bogor terkait progres kajian konstruksi Masjid Agung.

“Kita di Komisi III sangat mengkritisi pembangunan Masjid Agung ini, karena  masjid itu sangat dibutuhkan sebagai tempat peribadatan oleh masyarakat  khususnya di sekitar Pasar Anyar dan Stasiun Bogor,” ujar Zaenul.

Lebih lanjut, Zaenul mengatakan, dalam waktu dekat ini Komisi III akan segera memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam proyek  yang sudah menghabiskan anggaran senilai Rp 50 miliar tersebut. Zaenul berharap ada kepastian dari Pemerintah Kota Bogor berkaitan dengan rencana pembangunan masjid tersebut.

“Secepatnya akan kita panggil pihak-pihak yang terlibat untuk membahas progres yang telah dilakukan. Mudah-mudahan  dalam kurun waktu dua bulan sebelum pergantian tahun ada solusi baru,” kata Zaenul.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Agung Dede Supriatna pun berharap, pembangunan Masjid Agung bisa segera dilanjutkan. Dengan demikian, ribuan jemaah Masjid Agung bisa memfungsikan kembali masjid tersebut sebagaimana mestinya.

“Kami selalu berdoa agar masjid ini kembali dibangun,  yang terpenting kontruksi bangunan Masjid Agung dapat berdiri kokoh,” kata Dede.

Terintegrasi

Berdasarkan informasi terakhir, Dede menyebutkan jika pembangunan Masjid Agung akan diintegrasikan dengan sejumlah fasilitas umum seperti Alun-alun Kota Bogor hingga pembangunan Blok F Pasar Kebon Kembang. Namun demikian, Dede berharap Pemerintah Kota Bogor juga dapat memprioritaskan kebutuhan jemaah, sehingga pembangunan Masjid Agung bisa didahulukan.

“Ya saat ini yang bisa kami lakukan ya bersabar saja menunggu langkah Pemkot Bogor. Mudah-mudahan Masjid Agung bisa segera diteruskan, karena memang berada di pusat keramaian dan jamaahnya banyak,” kata Dede.

Sebelumnya,Puslitbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR dan Komite Keselamatan Bangunan Gedung KemenPUPR melakukan audit kontruksi Masjid Agung. Audit dilakukan karena ada indikasi gagal kontruksi pada pembangunan Masjid Agung tersebut.

Hal tersebut sesuai dengan temuan Inspektorat Jawa Barat yang merekomendasikan  agar  pembangunan Masjid Agung  dihentikan sementara pada medio 2015-2017.[nk]

Sumber: pikiran-rakyat.com

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Hubungi 0817-19-5001 Terima kasih

Check Also

Wahdah Hadirkan Aktivis Muslimah Palestina di Ummat Fest 2019

SM| Makassar— Sejak 50 tahun lalu, blokade Israel mengungkung kebebasan rakyat Palestina. Sejak itu pula …

Translate »