Home / Berita Umat / Program Ikadi Lahirkan Dai Mandiri

Program Ikadi Lahirkan Dai Mandiri

JAKARTA, (SM)–Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) menggelar buka bersama masyarakat sekitar kantor Ikadi dan santunan 60 anak dari keluarga dhuafa di Kantor Pusat Ikadi, Jakarta Selasa (21/6).

Dalam sambutannya, Ketua Bidang Pendidikan Ikadi, KH. Dr. Abdul Jabbar Majid, MA mengatakan, bahwa Ikadi sudah berjalan sejak tahun 2002, dan tetap fokus mengabdi untuk dakwah di masyarakat. Saat ini, Ikadi telah ada di 32 provinsi di Indonesia.

Ikadi-1Kiai Jabbar mengatakan, untuk menguatkan gerakan dakwah ini, selain berdakwah bil lisan juga berdakwa melalui buku-buku dan lembaga pendidikan serta pelatihan dai. “Ikadi telah banyak menerbitkan buku-buku keislaman untuk menambah wawasan umat Islam,” katanya kepada Suara Masjid (21/6)

Selain penerbita buku, menurut anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini, Ikadi juga mengembangkan dakwahnya melalui stasiun radio bernama Radio Ikadi pada jalur AM. Kiai Jabbar berharap, dengan adanya rasio ini jangkauan dakwah Ikadi bisa lebih luas lagi.

Untuk melahirkan kader secara formal, Ikadi juga telah mendirikan boarding school yang ada di Riau, Purwokerto  dan Papua. Ia menambahkan pendidikan yang ada di Riau sudah berjalan, di Purwokerto targetnya tahun 2017 sudah bisa digunakan, setelah itu akan dibangun di Papua. “Seluruh konsep hingga operasional di bawah bimbingan Ikadi,” jelasnya.

Kiai Jabbar menjelaskan, ke depan Ikadi berusaha keras untuk melahirkan dai-dai yang mandiri secara ekonomi. Untuk itu, Ikadi telah menjalankan investasi di bidang perkebunan kelapa sawit seluas 100 hektar yang dimiliki oleh para dai Ikadi.

“Dari kebun kelapa sawit ini jika panen, setiap bulannya akan mendapatkan masukan untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya. [FR]

 

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Hubungi 0817-19-5001 Terima kasih

Check Also

2.860 Masjid di Jaksel Telah Gelar Jakarta Maghrib Mengaji

SM| Jakarta–Program Jakarta Maghrib Mengaji di wilayah Jakarta Selatan terus ditingkatkan karena banyak respon positif …

Translate »