Home / Berita Umat / PP Muhammadiyah Sesalkan Aparat Bersikap Pasif Atas Penolakan Pembangunan Masjid At Taqwa Bireun

PP Muhammadiyah Sesalkan Aparat Bersikap Pasif Atas Penolakan Pembangunan Masjid At Taqwa Bireun

SUARAMASJID| Bireun–Pembangunan Masjid At-Taqwa Muhammadiyah di Samalanga, Bireun, Aceh mendapat penolakan dari sekelompok masyarakat. Penolakan ini sudah berlangsung lama dan hingga kini belum ada titik temu. 

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengaku sangat menyayangkan sikap aparatur Pemerintah khususnya Bupati, Camat, dan Kementerian Agama setempat yang terkesan pasif, bahkan cenderung berpihak kepada pihak-pihak yang menyerang dan menghalangi pembangunan Masjid at-Taqwa.

“Muhammadiyah adalah organisasi yang sah di Indonesia. Muhammadiyah senantiasa berusaha mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku. Sesuai dengan tujuan pendiriannya Muhammadiyah senantiasa berkhidmad untuk melayani umat dan bangsa tanpa diskriminasi,” tegas Mu’ti seperti dikutip dari Muhammadiyah.or.id, Selasa (26/6/2018).

Muhammadiyah mendukung NKRI dan mematuhi hukum, undang-undang, dan peraturan yang berlaku. Pada prinsipnya Muhammadiyah mengutamakan musyawarah dan penyelesaian masalah secara damai.

Karena itu, lanjut Mu’ti, Muhammadiyah meminta kepada Pemerintah dan aparatur penegak hukum untuk menindak tegas mereka yang terbukti melakukan tindakan kekerasan dan pengrusakan fasilitas Muhammadiyah.

“Pemerintah tidak boleh membiarkan massa yang terus melakukan teror karena bisa menjadi preseden buruk penegakan hukum di Indonesia, khususnya di Aceh,” jelasnya.

Mu’ti juga menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi Islam yang moderat dan mengedepankan perdamaian serta kemaslahatan umat dan bangsa.

“Maka Muhammadiyah menghormati semua paham dan golongan agama manapun tanpa mengganggu keberdaannya, bahkan selalu bekerjasama untuk kemajuan umat, masyarakat, bangsa, dan negara,” terangnya.

Mu’ti juga berharap semua pihak mengedepankan tasamuh atau toleransi dalam perbedaan paham agama dan golongan untuk hidup secara damai dan saling menghormati.

“Negara harus hadir dalam menghadapi permasalahan tersebut dengan berdiri di atas semua golongan serta memberi jaminan keamanan, ketertiban, dan hak-hak beragama semua warga dan golongan bangsa,” pungkasnya.*

Komentar

About Ayyas

Check Also

Ukur Dukungan untuk Prabowo-Sandi, Ijtima Ulama Ke-2 Akan Digelar

SUARAMASJID, Jakarta – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama akan menggelar pertemuan atau Ijtima Ulama …

Translate »