Home / Manajemen / Pengurus Masjid Harus Proaktif

Pengurus Masjid Harus Proaktif

yaniOleh; Ustadz H. Ahmad Yani

Posisi atau kedudukan pengurus dalam masjid sebenarnya sangat penting. Pengurus masjid adalah tenaga penggerak bagi jamaahnya dalam upaya memakmurkan masjid, ini berarti pengurus menjadi salah satu faktor penentu dalam upaya mencapai pemakmuran masjid. Meskipun potensi jamaah masjid sangat besar seperti pendidikan yang tinggi, wawasan yang luas, ketrampilan yang banyak, dana yang cukup dan sarana atau fasilitas hidup yang memadai, tetap saja tidak membuat masjid menjadi makmur bila mereka tidak digerakkan.

Kalau boleh kita ibaratkan, bila ada gelas diisi dengan teh, gula dan air yang panas, tentu tidak secara otomatis hal itu menjadi segelas air teh yang manis, karenanya hal itu baru terwujud kalau sudah diaduk atau digerakkan.

Disinilah pengurus harus mampu menjadi penggerak, karenanya pengurus masjid harus dinamis dan aktif, jangan berdiam diri saja menunggu partisipasi jamaah. Pengurus juga harus kreatif dan tidak boleh bersikap putus asa serta masa bodoh bila jamaahnya kurang aktif. Ketika seseorang telah menyatakan kesediannya menjadi pengurus masjid, semestinya dia merasa bertanggungjawab terhadap kemakmuran masjid yang diurusnya itu.

Kalau pengurus masjid tidak aktif, sebelum kita lakukan upaya mengatasinya, seharusnya kita cari dulu sebabnya, mengapa mereka tidak aktif sebagai pengurus masjid. Namun terlepas dari persoalan sebab, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi ketidak-aktifan pengurus. Pertama, bangkitkan kembali motivasi bahwa menjadi pengurus masjid merupakan tugas yang amat mulia.

Kesediaan kita menjadi pengurus masjid merupakan amanah yang tidak boleh kita sia-siakan, karenanya secara formal perlu juga para pengurus itu dimintai kesediaannya menjadi pengurus secara tertulis.

Kedua, di awal priode kepengurusan perlu dilakukan pelatihan pengurus untuk menyamakan persepsi dan langkah kerja, karenanya kadangkala ketidak-aktifan seseorang disebabkan perbedaan persepsi dan teknis pelaksanaan tugas. Ketiga, secara rutin dilakukan rapat-rapat pengurus untuk mengevaluasi hasil pekerjaan dan mencanangkan kerja yang lebih baik pada masa-masa mendatang.

Keempat, melakukan studi banding ke masjid lain yang lebih maju meskipun hambatan mereka juga banyak. Kelima, pembinaan keimanan dan keislaman pengurus perlu diperkokoh secara khusus karena semakin besar beban seseorang semestinya semakin besar pula bekal yang harus disiapkannya. Untuk menghemat waktu, pembekalan ini bisa juga dilakukan pada waktu rapat pengurus.

Keenam, menjalin komunikasi personal atau hubungan yang sifatnya pribadi sehingga mengapa seseorang tidak aktif dalam kepengurusan masjid tidak selalu harus ditanyakan di dalam rapat, tapi melalui pendekatan secara pribadi, baik antara ketua dengan stafnya maupun antara staf dengan staf pengurus lainnya, sehingga ada pendekatan nonformal yang dilakukan, bahkan mungkin saja hal ini bisa lebih efektif.

 

Komentar

About fathur roji

Penulis dan Pengelola Media Cetak & Online, Penulis Buku Biografi. Tim Suara Masjid siap menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik Masjid untuk membangun website masjid menjadi lebih update, InsyaAllah. Hubungi saya di suaramasjidkita@gmail.com, terima kasih.

Check Also

Dibutuhkan, Masjid Ramah Anak

Sudah bukan menjadi rahasia lagi betapa kadang anak-anak kehadirannya tidak begitu diharapkan di dalam masjid. …