masjid karanganyar

Pembangunan Masjid Agung Karanganyar Dimulai Februari 2020

SM| Karanganyar–Pembangunan fisik Masjid Agung Kabupaten Karanganyar senilai Rp101 miliar akan dimulai pada Februari 2020. Tahapan dimulai dari lelang pembongkaran gedung induk Masjid Agung Kabupaten Karanganyar.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar memperkirakan lelang pada pertengahan Februari 2020 melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Kepala Bidang (Kabid) Aset Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Karanganyar, Sri Asih Handayani, menyampaikan proses lelang pembongkaran Masjid Agung secara elektronik.

“Kami umumkan kepada publik. Siapapun dipersilakan berpartisipasi. Pembongkaran menunggu hasil lelang. Kalau ada pemenang baru bisa dibongkar. Kami perkirakan lelang pertengahan Februari. Tugas kami menyediakan lahan yang akan digunakan membangun masjid,” kata Asih, sapaan akrabnya, seperti dilansir solopos.com, Minggu (2/2/2020).

Sedangkan Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Karanganyar menyiapkan lelang konstruksi.

Kabid Cipta Karya DPUPR Kabupaten Karanganyar, Asihno Purwadi, menyampaikan lelang konstruksi dimulai dari tahap menyusun dokumen perencanaan.

Dokumen tersebut disusun konsultan perencana dan manajemen konstruksi. Konsultan perencana adalah PT Saranabudi Prakarsaripta sedangkan konsultan manajemen konstruksi yaitu Aretas Wicaksana Konsultan.

“Jadi ada dua sisi, yaitu lelang pembongkaran oleh Bidang Aset BKD dan lelang konstruksi oleh kami. Rencana [lelang konstruksi] sebelum 14 Februari [dokumen] masuk Pokja ULP. Kuncinya pada konsultan. Mereka yang menyusun dokumen perencanaan, seperti gambar, RAB [rencana anggaran biaya], HPS [harga perkiraan sendiri], dokumen lelang lengkap,” jelas Asihno saat dihubungi solopos.com, Minggu.

Dua rencana pekerjaan itu harus dimulai dan rampung sesuai jadwal karena pembangunan konstruksi dapat dilakukan setelah bangunan lama dibongkar.

Rencana Pemkab mengalokasikan Rp101 miliar untuk membangun Masjid Agung Kabupaten Karanganyar. Pembangunan dilaksanakan selama tiga tahun dengan sistem anggaran dana kontrak tahun jamak atau multiyears contract dimulai tahun 2019 hingga 2021.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Agung Kabupaten Karanganyar periode 2014-2019, Abdul Muid, menuturkan takmir masjid sudah mulai memindahkan sejumlah aset ke lokasi lain. Hal itu dilakukan setelah takmir masjid mengikuti rapat dengan Pemkab.

“Kami cicil memindahkan toko, koperasi, sekretariat MUI dan DMI, Baznas, perpustakaan, poliklinik, dan lain-lain ke sejumlah tempat. Ada yang ke Gedung IPHI Karanganyar dan tempat lain. Hla dua tahun kan lama. Kami cari tempat yang representatif dan strategis,” tutur Muid, sapaan akrabnya, Minggu.

Dia mengaku sudah mengumumkan rencana pembongkaran dan memindahkan lokasi kegiatan dari Masjid Agung ke lokasi lain saat pengajian Ahad Pagi.

“Hari ini terakhir pengajian Ahad Pagi di sini [Masjid Agung]. Selanjutnya gabung dulu ke pengajian di tempat lain. Kalau Jumatan di sini pekan depan terakhir, setelah itu bergabung ke masjid lain. Kegiatan lain menyesuaikan. Impian warga Karanganyar segera terwujud. Nanti kalau fisik sudah bagus, tinggal memakmurkan. Itu tanggung jawab bersama,” ungkap dia. [nk]

Sumber: solopos.com

Komentar

About redaksi

Mau kirim tulisan kegiatan masjid? Kirim ke suaramasjidkita@gmail.com Terima kasih

Check Also

hijab day

Muda-Mudi Ramaikan Gerakan Menutup Aurat 2020 di Binjai

SM| Binjai–Gerakan Menutup Aurat (Gemar) Tahun 2020 digelar bulan Februari di berbagai kota seluruh Indonesia …

persis

Persis akan Gelar Muktamar XVI di Bandung

SM| Bandung–Organisasi kemasyarakatan Persatuan Islam (Persis) akan menggelar Muktamar XVI di Bandung, Jawa Barat pada …

Translate »